TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Tekanan kerja di lingkungan pelayanan kesehatan menjadi perhatian RSU Mitra Guray Petumbukan melalui edukasi mengenai burnout pada tenaga kesehatan. Kegiatan ini menyoroti pentingnya mengenali kelelahan psikologis yang dapat memengaruhi kesejahteraan pegawai sekaligus kualitas pelayanan kepada pasien
Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2026 itu digelar di RSU Mitra Guray Petumbukan pada Rabu, 7 Oktober 2026, mulai pukul 09.30 WIB. Jajaran direksi dan pegawai rumah sakit mengikuti kegiatan yang menghadirkan dr. Muhammad Hasbi, M.Ked (K.J), Sp.KJ, sebagai narasumber
Pembahasan mengenai burnout membawa perhatian pada persoalan yang kerap luput dari penilaian terhadap kinerja tenaga kesehatan. di tengah tuntutan pelayanan, beban pekerjaan dan tanggung jawab terhadap pasien, kondisi psikologis pegawai menjadi aspek yang perlu diperhatikan secara serius
Burnout berkaitan dengan stres kronis di tempat kerja yang tidak tertangani secara efektif. Kondisi ini dapat ditandai dengan kelelahan yang berkepanjangan, meningkatnya jarak emosional terhadap pekerjaan, serta menurunnya perasaan mampu menjalankan tugas secara optimal
dalam lingkungan rumah sakit, persoalan tersebut memiliki dimensi yang lebih luas. tenaga kesehatan dituntut menjaga ketelitian, mengambil keputusan, berkomunikasi dengan pasien, serta bekerja di bawah tekanan waktu dan tanggung jawab yang tinggi. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan mental tidak cukup berhenti pada kemampuan individu menghadapi tekanan
Lingkungan kerja, pembagian beban tugas, dukungan dari pimpinan, dan hubungan antar karyawan turut menjadi aspek yang relevan dalam upaya pencegahan burnout. Pengenalan gejala sejak dini perlu berjalan beriringan dengan langkah organisasi untuk membangun suasana kerja yang sehat dan mendukung kesejahteraan pegawai
dalam kegiatan tersebut, dr. Muhammad Hasbi menyampaikan edukasi mengenai pengenalan tanda dan gejala burnout, faktor pemicu, serta pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja. Materi itu diharapkan memperkuat pemahaman peserta terhadap risiko kelelahan psikologis dan mendorong kepedulian terhadap kondisi diri sendiri maupun rekan kerja
namun, edukasi mengenai burnout juga menyisakan pekerjaan lanjutan bagi institusi pelayanan kesehatan. Efektivitas upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada pemahaman pegawai, tetapi juga pada penerapan kebijakan internal yang memperhatikan beban kerja, dukungan psikologis, dan mekanisme penanganan ketika karyawan mengalami tekanan berkepanjangan
RSU Mitra Guray Petumbukan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan jiwa di lingkungan kerja. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih peduli terhadap kesejahteraan psikologis pegawai.(TribuneIndonesia)













