Bitung | Tribuneindonesia.com – Walikota Bitung, Hengky Honandar, S.E., menghadiri secara langsung pembukaan agenda internasional Regional Marine Pollution Exercise (Marpolex) 2026. Kegiatan berskala regional tersebut resmi dibuka di Courtyard Hotel Manado pada Jumat (09/10/26).
Kehadiran sosok nomor satu di Kota Bitung ini menjadi bentuk dukungan penuh terhadap upaya menjaga kelestarian perairan serta peningkatan kesiapsiagaan tanggap darurat maritim di wilayah Sulawesi Utara.
Dalam rombongannya, Hengky Honandar tidak datang sendiri. Ia tampak didampingi oleh jajaran pejabat teras Pemerintah Kota Bitung, mulai dari Sekretaris Daerah, Ir. Ignatius Rudy Theno, S.T., M.T., M.A.P., Kepala Dinas Perhubungan, Oktavianus Kandoli, Kepala Dinas Pariwisata, Pingkan S. Kapoh, S.Pt., MAP., hingga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Altin Abraham Tumengkol, S.IP., M.Si
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Andy Sutomo Panjaitan, memimpin langsung prosesi pembukaan agenda bergengsi tersebut. Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat lagu kebangsaan dari tiga negara peserta Indonesia, Filipina, dan Jepang dikumandangkan secara berurutan.
Momen krusial dalam acara pembukaan ditandai dengan penandatanganan Joint Declaration Of The Start Exercise. Kesepakatan ini mengandaskan komitmen bersama seluruh pihak yang terlibat untuk memulai serangkaian simulasi latihan penanggulangan bencana maritim.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan perhelatan ini sebagai bagian dari program kerja Tahun Anggaran 2026.
Rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 9 hingga 10 Oktober 2026.
Latihan bersama ini berdiri di atas fondasi kerja sama trilateral antar-instansi penegak hukum dan keselamatan laut.
Tiga lembaga utama yang terlibat meliputi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Indonesia, Japan Coast Guard, dan Philippine Coast Guard.
Fokus utama dari agenda rutin lintas negara ini adalah menguji sekaligus mengevaluasi tingkat kesiapsiagaan personel di lapangan. Tim gabungan dituntut mampu menangani insiden tumpahan minyak di perairan lepas secara cepat, tepat, terpadu, dan terkoordinasi.
Tidak hanya menitikberatkan pada penanganan pencemaran perairan, simulasi ini dirancang untuk mengasah kapabilitas teknis para petugas. Sinergi operasional antarnegara menjadi kunci utama dalam merespons potensi ancaman bahaya di kawasan laut regional.
Para peserta melatih skenario pengamatan udara dan laut, pengamanan jalur pelayaran, serta pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR). Latihan pemadaman kebakaran pada musibah pelayaran juga menjadi bagian penting dari materi simulasi.
Melalui keterlibatan aktif Pemerintah Kota Bitung dalam pembukaan Marpolex 2026, Bitung menegaskan posisinya sebagai daerah pesisir strategis yang siap mendukung penguatan keamanan dan perlindungan lingkungan maritim tingkat internasional. (kiti)











