
SIMEULUE Tribune Indonesia.com Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue menggelar pertemuan Evaluasi dan Validasi Data Capaian Program HIV dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) guna memantau efektivitas tata laksana pengobatan serta memperkuat penanggulangan kesehatan,masyarakat dilaksanakan Rabu tgl 7 Oktober sampai kamis tgl 8 Oktober 2026.
Agenda ini berfokus pada sinkronisasi data fasilitas pelayanan kesehatan demi menghadirkan sistem pencatatan dan pelaporan digital yang makin presisi serta responsif,
Langkah strategis ini bertujuan utama untuk memastikan keakuratan, kelengkapan, dan konsistensi data Orang Dengan HIV (ODHIV) serta pasien PIMS yang terintegrasi dalam sistem aplikasi nasional. Ketepatan basis data ini sangat vital sebagai rujukan pengambilan kebijakan serta pemetaan intervensi klinis yang lebih tepat sasaran di seluruh wilayah Kabupaten Simeulue.
Selain pembenahan sistem pelaporan, kegiatan ini berfokus memantau kontinuitas pengobatan agar setiap pasien terpantau mendapatkan terapi Antiretroviral (ARV) dan tata laksana PIMS secara optimal. Pemantauan ketat ini menjadi instrumen penting untuk menjamin kualitas hidup pasien serta meminimalkan risiko penularan di tingkat komunitas.
Poin krusial lain yang dibahas adalah penanganan kasus Lost to Follow Up (LTFU) melalui pelacakan aktif pasien yang terputus dari layanan pengobatan atau berhenti minum obat. Melalui validasi ini, tim kesehatan dapat segera merumuskan langkah pendampingan kembali (re-engagement) agar pasien kembali mengakses terapi secara berkelanjutan.
Pertemuan ini juga menekankan komitmen untuk memastikan seluruh ODHIV memperoleh pemeriksaan kesehatan berkala yang memenuhi standar operasional prosedur, termasuk pemantauan beban virus (viral load). Pendekatan komprehensif ini diterapkan guna menjamin ketersediaan layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan strategis ini melibatkan para Pengelola Program HIV-PIMS serta Petugas Laboratorium yang berasal dari 15 Puskesmas se-Kabupaten Simeulue dan RSUD Simeulue. Sinergi antarfasilitas kesehatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring rujukan dan mempercepat pencapaian target eliminasi HIV dan PIMS di Kabupaten Simeulue
” Fungkas kadis Dinkes simeulue.













