Ganyang Peredaran Narkoba dan Sajam, Kejari Bitung Musnahkan Barang Bukti dari 39 Perkara Inkracht

- Editor

Selasa, 22 September 2026 - 08:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kajari Bitung, Erwin Widihantono, S.H., M.H., Saat melakukan penandatanganan, Pemusnahan Barang Bukti. (ft. talia

Kajari Bitung, Erwin Widihantono, S.H., M.H., Saat melakukan penandatanganan, Pemusnahan Barang Bukti. (ft. talia

Bitung | Tribuneindonesia.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung memusnahkan puluhan barang bukti dari berbagai kasus tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde), Selasa (22/09/26).

​Langkah tegas eksekusi tahap akhir ini digelar secara terbuka di lapangan Kantor Kejari Bitung sebagai bentuk akuntabilitas publik.

​Kegiatan strategis penegakan hukum tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bitung, Erwin Widihantono, S.H., M.H., Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bitung serta perwakilan Wali Kota Bitung, Asisten I Setda Kota Bitung Forsman Dandel, S.Sos., MAP turut hadir mengawal proses pemusnahan.

​Acara dibuka dengan suasana hangat ketika Kajari Bitung menyapa para tamu undangan menggunakan untaian pantun pembuka yang khas.

​Tampak hadir di antaranya Perwakilan Kapolres Bitung, Kepala BNN Kota Bitung Kompol Widarsono, S.H., M.H., serta Kalapas Kelas IIB Bitung Hendriyadi, A.Md.I.P., S.H.

Dandim 1310/Bitung juga mengutus Danramil 1310-02 Kapten Inf. F. N. S. Luly, S.M.K. untuk mendampingi deretan pemangku kepentingan dalam memperkuat sinergi hukum di wilayah tersebut.

Dalam awal sambutannya, Kajari memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat-Nya sehingga pemusnahan barang bukti dapat terlaksana lancar.

​Pihaknya menegaskan bahwa pemusnahan ini merupakan amanat putusan pengadilan yang wajib dieksekusi oleh jaksa selaku pelaksana putusan hakim.

​Erwin menyampaikan bahwa penuntasan barang bukti menjadi bukti nyata dari komitmen transparansi instansinya kepada masyarakat luas.


​”Pemusnahan barang bukti hari ini merupakan tahap akhir dari rangkaian proses penegakan hukum, sekaligus wujud transparansi dan akuntabilitas Kejaksaan Negeri Bitung kepada publik. Kita ingin memastikan barang bukti yang telah dirampas oleh negara benar-benar dihancurkan sehingga tidak dapat disalahgunakan kembali di kemudian hari,”


ujar Kejari Bitung.

​Barang-barang yang dihancurkan mencakup berbagai komoditas kejahatan, mulai dari paket narkotika, obat keras terlarang, belasan senjata tajam, hingga sarana pendukung tindak pidana lainnya.

​Sektor pemusnahan narkotika menjadi fokus utama dalam giat ini sebagai simbol perlawanan sengit terhadap peredaran gelap narkoba di Kota Bitung.

​Kajari Bitung menilai keberhasilan eksekusi hukum secara tuntas tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya koordinasi erat lintas instansi.

Baca Juga:  Strategi Preventif Kejari Bitung, Bangun Imunitas Masyarakat Lewat Dialog

​Apresiasi tinggi ia haturkan kepada Polres Bitung, BNNK Bitung, Kodim 1310/Bitung, Lapas Bitung, Pengadilan Negeri Bitung, Pemkot Bitung, serta rekan-rekan insan pers.


​”Keberhasilan penegakan hukum ini tidak lepas dari sinergi yang solid antar-aparat penegak hukum. Mari kita terus bergotong-royong demi mewujudkan Kota Bitung yang aman, tertib, kondusif, serta taat hukum,”


tambahnya sebelum menutup sambutan dengan pantun tematik tentang persatuan daerah.

Secara rinci, terdapat total 39 perkara tindak pidana umum yang amar putusan pengadilannya menetapkan barang bukti dirampas untuk dimusnahkan.

​Putusan perkara-perkara tersebut dihimpun dari tingkatan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, hingga putusan kasasi Mahkamah Agung.

​Pada kategori tindak pidana narkotika, terdapat dua perkara yang menyita barang bukti berupa satu paket sabu seberat bersih 0,16 gram dan 30 paket sabu seberat bersih 3,57 gram.

​Sementara itu, tujuh perkara kesehatan berhasil memusnahkan 315 butir obat keras jenis pil putih, 2.522 butir obat keras jenis Trihexyphenidyl, serta barang bukti pendukung lainnya.

​Kejari Bitung juga mengeksekusi barang bukti dari 18 perkara senjata api dan senjata tajam yang mendominasi, yakni mencakup 38 buah benda tajam beserta sembilan barang terkait.

Maraknya kasus senjata tajam ini menjadi perhatian serius aparat untuk menekan potensi kejahatan jalanan demi menjaga kondusivitas keamanan warga.

​Tidak hanya itu, jajaran kejaksaan memusnahkan barang bukti dari dua perkara perlindungan anak (lima unit barang bukti), dua perkara pencurian (dua benda tajam dan satu barang lainnya), serta satu perkara konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

​Langkah eksekusi yang inkracht ini menegaskan integritas Kejari Bitung dalam menyelesaikan seluruh rantai penegakan hukum secara terbuka dan profesional.

​Bersama seluruh aparat penegak hukum dan Pemerintah Kota Bitung, jajaran Kejaksaan berikrar memperkuat benteng pertahanan dari ancaman narkoba demi melindungi generasi masa depan Kota Bitung.

​Sebagai penutup laporan kegiatan, Kejaksaan mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga untuk terus berpartisipasi aktif menjaga ketertiban lingkungan agar potensi tindak pidana dapat dicegah sedini mungkin. (kiti)

Berita Terkait

Puluhan Nakes RSUD Raja Ampat Refreshing di Pantai, Direktur Bangun Kekompakan dan Sinergitas
Ancam Tindak Pemagaran Sepihak, Pemkot Bitung Tegaskan Legalitas Lahan Dua Kantor Dinas
LMND SIMEULUE MINTA COPOT KOMANDAN, ADILI OKNUM.
Siap-Siap Para Kapolres! Ultimatum Keras Kapolri: Bandar Narkoba Harus Diburu, Kapolres Tak Berani Bertindak Terancam Diganti!
243,90 Gram Sabu Dimusnahkan, Polres Langsa Perkirakan 1.951 Jiwa Terlindungi
Dua Nama Jadi Sasaran Polemik Medsos, Rico dan dr. Laura Tegaskan Bantahan
RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 10:50

Jelang HUT Ke-19 PPWI di Bandar Lampung, Perwakilan Aceh Tamiang Siap Hadir

Minggu, 8 November 2026 - 09:09

Keluarga Inaku-Moputi Gelar Ritual Bale lo Paesa Kenang 40 Hari Wafatnya Indrawati Arsyad

Minggu, 8 November 2026 - 05:19

Puluhan Nakes RSUD Raja Ampat Refreshing di Pantai, Direktur Bangun Kekompakan dan Sinergitas

Minggu, 8 November 2026 - 03:45

Polres Jembrana Ajak Generasi Muda Bersatu Cegah Narkoba dan Balapan Liar

Minggu, 8 November 2026 - 03:29

PEPABRI dan LSM KPK RI Serukan Jaga Perdamaian Aceh: Jangan Terprovokasi, Bijak Bermedia Sosial!

Sabtu, 7 November 2026 - 13:20

Hengky Honandar Sabet Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Penggerak Ekspor di PWI Sulut Awards 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 12:43

Peringati 40 Hari Wafatnya Pendiri Komunitas Tasumaro, Keluarga Besar Manuel Gelar Doa Bersama di Wangurer Bitung

Sabtu, 7 November 2026 - 01:09

PENCURIAN PERANGKAT BTS XL SMART KEMBALI TERULANG! JARINGAN ACEH TAMIANG TERGANGGU, WARGA TERANCAM TERISOLASI KOMUNIKASI

Berita Terbaru

Peristiwa, kecelakaan dan bencana Alam

Tiga Hari Syawaludin Hilang Ditelan Sungai Sena, Pencarian Tim SAR Berpacu dengan Arus Deras

Minggu, 8 Nov 2026 - 06:29