Kebakaran Hutan Samate Tak Kunjung Padam, Islawati Sabale Desak BNPB Segera Turun Tangan

- Editor

Senin, 21 September 2026 - 13:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAJA AMPAT – TribuneIndonesia.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di Kampung Samate, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Api disebut telah berlangsung kurang lebih dua minggu dan hingga kini masih menyisakan titik-titik asap yang berpotensi kembali membesar.

Informasi tersebut disampaikan warga yang juga merupakan anggota DPRK Raja Ampat, Islawati Sabale. Ia mengatakan, kobaran api diduga bermula dari bekas kayu yang sebelumnya terbakar, kemudian menjalar dan meluas ke kawasan hutan serta lahan perkebunan masyarakat.

Menurut Islawati, kondisi tersebut telah dilaporkan kepada pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk mendapatkan perhatian dan bantuan penanganan.

“Api ini sudah jalan kurang lebih dua minggu. Saya terus update ke bencana alam, meminta perhatian mereka untuk dapat membantu memadamkan api,” ujar Islawati.

Ia menjelaskan, upaya pemadaman sebelumnya telah dilakukan oleh masyarakat setempat dengan menggunakan peralatan dan bahan yang tersedia di kampung.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil menghentikan kebakaran. Sejumlah titik asap masih ditemukan sehingga ketika angin bertiup kencang pada siang hari, bara kembali menyala dan memicu kobaran baru.

Baca Juga:  Ratusan Warga Aceh Tamiang Protes Status TMK, Desak Audit Ulang Data Korban Banjir

“Pemadaman sudah dilakukan masyarakat, tetapi belum mampu memadamkan api secara utuh. Masih ada titik asap. Ketika siang hari angin kencang, titik asap itu kembali menyala,” jelasnya.

Islawati juga menyebutkan, kobaran api kembali terlihat pada Senin sore sekitar pukul 18.00 WIT.

Kondisi tersebut menjadi kekhawatiran karena api disebut telah merambah hingga sekitar 100 meter dan membakar lahan kebun masyarakat.
Warga pun terus berupaya melakukan pemadaman secara mandiri dengan peralatan seadanya untuk mencegah api semakin meluas.

Islawati menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dari pemerintah karena kebakaran yang telah berlangsung selama dua minggu berpotensi terus meluas apabila tidak segera ditangani secara serius.
Ia juga menyebut terdapat kendala teknis dalam upaya penurunan personel penanggulangan bencana ke lokasi.

“Kalau pemerintah, dalam hal ini pihak penanggulangan bencana, tidak segera tanggap, maka kebakaran ini akan terus meluas,” tegasnya.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan penanganan langsung di lokasi untuk memastikan titik api dan bara yang masih tersisa dapat dipadamkan sehingga tidak kembali membesar dan mengancam hutan maupun lahan perkebunan warga.

Berita Terkait

Jelang HUT Ke-19 PPWI di Bandar Lampung, Perwakilan Aceh Tamiang Siap Hadir
Keluarga Inaku-Moputi Gelar Ritual Bale lo Paesa Kenang 40 Hari Wafatnya Indrawati Arsyad
Puluhan Nakes RSUD Raja Ampat Refreshing di Pantai, Direktur Bangun Kekompakan dan Sinergitas
MN KAHMI Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Prabowo, Singgung Potensi Makar
Polres Jembrana Ajak Generasi Muda Bersatu Cegah Narkoba dan Balapan Liar
PEPABRI dan LSM KPK RI Serukan Jaga Perdamaian Aceh: Jangan Terprovokasi, Bijak Bermedia Sosial!
Ancam Tindak Pemagaran Sepihak, Pemkot Bitung Tegaskan Legalitas Lahan Dua Kantor Dinas
Kadis Kominfo Altin Tumengkol Bekali PMR SMPN 1 Bitung Ilmu Bermedsos Sehat
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 10:50

Jelang HUT Ke-19 PPWI di Bandar Lampung, Perwakilan Aceh Tamiang Siap Hadir

Minggu, 8 November 2026 - 09:09

Keluarga Inaku-Moputi Gelar Ritual Bale lo Paesa Kenang 40 Hari Wafatnya Indrawati Arsyad

Minggu, 8 November 2026 - 05:19

Puluhan Nakes RSUD Raja Ampat Refreshing di Pantai, Direktur Bangun Kekompakan dan Sinergitas

Minggu, 8 November 2026 - 03:45

Polres Jembrana Ajak Generasi Muda Bersatu Cegah Narkoba dan Balapan Liar

Minggu, 8 November 2026 - 03:29

PEPABRI dan LSM KPK RI Serukan Jaga Perdamaian Aceh: Jangan Terprovokasi, Bijak Bermedia Sosial!

Sabtu, 7 November 2026 - 13:20

Hengky Honandar Sabet Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Penggerak Ekspor di PWI Sulut Awards 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 12:43

Peringati 40 Hari Wafatnya Pendiri Komunitas Tasumaro, Keluarga Besar Manuel Gelar Doa Bersama di Wangurer Bitung

Sabtu, 7 November 2026 - 01:09

PENCURIAN PERANGKAT BTS XL SMART KEMBALI TERULANG! JARINGAN ACEH TAMIANG TERGANGGU, WARGA TERANCAM TERISOLASI KOMUNIKASI

Berita Terbaru

Peristiwa, kecelakaan dan bencana Alam

Tiga Hari Syawaludin Hilang Ditelan Sungai Sena, Pencarian Tim SAR Berpacu dengan Arus Deras

Minggu, 8 Nov 2026 - 06:29