RAJA AMPAT — Tribuneindonesia. com, Kepedulian kembali mendapat perhatian setelah Ketua DPW PAN PBD, Syafruddin Riantoby, menepati janjinya membantu seorang anak yatim piatu penderita penyakit kulit parah yang ditemuinya saat melakukan perjalanan ke Pulau Batanta, Raja Ampat.
Pertemuan tersebut berlangsung secara tidak sengaja ketika Syafruddin bertemu dengan warga Dimara. Di tengah keluarga tersebut, ia melihat seorang anak berusia sekitar 11 tahun yang mengalami penyakit kulit cukup parah hingga memengaruhi kondisi fisiknya.
Kondisi itu bahkan membuat sang anak memilih tidak melanjutkan aktivitas sekolah karena merasa malu dengan perubahan pada tubuhnya.
Syafruddin yang saat itu hanya bertemu dalam waktu singkat tidak sekadar menyapa. Ia memberikan perhatian dan menyampaikan janji kepada keluarga agar anak tersebut mendapatkan akses pengobatan ketika tiba di Sorong.
Janji tersebut kemudian direalisasikan.
Dalam keterangannya, Syafruddin menceritakan kembali pertemuan tersebut.
“Saat ke Pulau Batanta Raja Ampat beberapa minggu kemarin, kami bertemu seorang anak yatim piatu yang menderita sakit kulit parah yang membuat perubahan bentuk fisik tubuhnya, sehingga anak tersebut malu bersekolah lagi,” ujarnya.
Saat itu, Syafruddin meminta keluarga tersebut menghubunginya apabila sudah berada di Sorong agar anak tersebut dapat diarahkan untuk mendapatkan penanganan medis.
“Kami pesankan kalau sempat, ke Sorong, nanti ke HBM, cari Rumah Singgah atau Ketua Karang Taruna, Kaka Rido Dimara,” pesannya.
Beberapa waktu kemudian, keluarga tersebut benar-benar tiba di Sorong. Anak tersebut kemudian diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan awal di fasilitas kesehatan.
“Syukurlah kemarin mereka tiba, lalu diantar ke Puskesmas, ambil sampel darah untuk penanganan lanjut,” pungkasnya.
Hal ini mendapatkan perhatian khusus ,dari Warga Raja Ampat tentang kepedulian dari tokoh inspirasi tersebut.
Bagi mereka ini adalah sebuah contoh dan teladan yang diteladani. Ucap warga.
Kisah tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah warga karena dinilai menunjukkan bentuk kepedulian yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Bagi warga, perhatian seperti itu menjadi penting karena pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berbicara mengenai tugas formal tetapi juga bagaimana seorang merespons persoalan kemanusiaan yang ditemuinya secara langsung.
Dalam kasus anak tersebut, perhatian yang diberikan Syafruddin tidak berhenti pada pertemuan dan janji, tetapi dilanjutkan dengan membantu membuka akses agar sang anak mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.


















