Jalan Terusan Bandar Setia dan Tembung Akhirnya Digarap, Jejak Keterlambatan Mengarah ke Proses Lelang

- Editor

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Jalan terusan yang menghubungkan Desa Bandar Setia dengan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, akhirnya diperbaiki. Jalan yang lama mengalami kerusakan hampir di seluruh bagian itu kini ditangani dengan metode hotmix.

Perbaikan tersebut datang setelah kondisi jalan lama kian memburuk. Permukaan yang rusak membuat akses warga terganggu, sementara jalur tersebut menjadi salah satu penghubung aktivitas masyarakat di kawasan Bandar Setia dan Tembung.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) Deli Serdang, Janso Sipahutar, mengatakan pekerjaan telah dimulai. menurut dia, keterlambatan penanganan tidak berkaitan dengan pengabaian pemerintah terhadap ruas jalan tersebut, melainkan proses pengadaan yang harus dilalui sebelum pekerjaan dapat dilaksanakan.

“Iya sudah kita kerjakan itu (jalan terusan). Sedikit terlambat karena ada mekanisme proses lelang yang prosesnya di Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setdakab Deli Serdang,” kata Janso kepada wartawan pada Minggu 23 Agustus 2026

di balik pengaspalan itu terdapat rangkaian pekerjaan teknis. Persiapan lahan dilakukan lebih dahulu, disusul pembuatan lapisan pondasi, pemberian lapisan perekat, penghamparan aspal panas, kemudian pemadatan dan perataan. tahapan tersebut menentukan apakah lapisan baru mampu bertahan menghadapi beban kendaraan dan perubahan kondisi jalan.

Janso mengatakan ruas tersebut sebelumnya pernah mendapat lapisan hotmix. namun usia pekerjaan dan beban lalu lintas membuat kerusakan kembali meluas.

Sebelumnya jalan tersebut sudah lama pernah di-hotmix. namun belakangan jalan itu sudah mengalami kerusakan hampir semua. Sehingga kita rencanakan proses tender agar dapat mengakomodir perbaikan jalan baik dengan kebutuhan panjang yang rusak,” ujarnya.

Persoalan jalan ini kemudian memperlihatkan satu mata rantai yang kerap luput dari perhatian pengguna jalan: pekerjaan fisik pemerintah tidak serta-merta dimulai ketika kerusakan terlihat. ada proses perencanaan, penganggaran, pelelangan, penetapan pemenang hingga kontrak sebelum alat berat masuk ke lapangan.

Janso menjelaskan, ULP terlebih dahulu menjalankan tahapan pelelangan untuk menentukan perusahaan pelaksana. Setelah pemenang ditetapkan, barulah kontrak dilakukan dengan Dinas SDABMBK untuk mengerjakan proyek sesuai perencanaan.

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten Pidie Melaksanakan Acara Upacara Taptu dan Pawai Obor dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia

jadi proses lelang itu ada tahapan-tahapan. Siapa pemenang yang ditentukan Bagian ULP baru lah berkontrak dengan kita Dinas SDABMBK Deli Serdang untuk melaksanakan pekerjaan sesuai perencanaan yang sudah kita tetapkan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kini menaruh harapan pada ruas yang telah diperbaiki itu. Jalan yang lebih baik diperkirakan memperlancar mobilitas warga dan distribusi barang, yang pada akhirnya dapat memberi pengaruh terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.

namun pekerjaan jalan tidak berhenti ketika aspal selesai dipadatkan. Janso meminta masyarakat ikut menjaga umur layanan jalan tersebut. Salah satu persoalan yang disorot adalah kendaraan dengan muatan berlebih.

kami juga berharap agar jalan yang baru diperbaiki tersebut dapat dijaga dan dirawat masyarakat. Rasa memiliki jalan tersebut harus ada pada masyarakat. bila ada truk dengan over tonase melintas supaya dilarang karena jalan tersebut merupakan kelas 3, bukan untuk over tonase,” tuturnya.

Pernyataan itu menunjukkan persoalan lain setelah proyek selesai. daya tahan jalan sangat dipengaruhi oleh beban kendaraan yang melintas. Jalan kelas III memiliki batas kemampuan tertentu. jika kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas terus melintas, kerusakan dapat kembali terjadi meski konstruksi baru saja dikerjakan.

Janso juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas keterlambatan penanganan ruas tersebut. Ia menegaskan keterlambatan terjadi karena pemerintah harus mengikuti prosedur pengadaan barang dan jasa.

di sisi lain, ia membantah anggapan bahwa jalan terusan Bandar Setia Tembung di anak tirikan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

tidak ada istilah anak tiri. Penanganan jalan di Deli Serdang berdasarkan skala prioritas sesuai dengan kemampuan Pemkab Deli Serdang,” tegasnya.

Kini perhatian bergeser dari alasan keterlambatan menuju hasil pekerjaan. Pemerintah dituntut memastikan kualitas konstruksi sesuai perencanaan, sementara masyarakat dapat mengawasi penggunaan jalan setelah pekerjaan selesai.

Sebab, persoalan jalan tidak berhenti pada pertanyaan kapan di perbaiki. ukurannya justru berada pada berapa lama jalan itu mampu bertahan dan apakah akses yang telah dibangun dengan anggaran pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi warga Bandar Setia dan Tembung.(Ilham Gondrong)

Berita Terkait

Empat Kelas dan Seribu Bibit
Netralitas Dipertaruhkan! Pengawas Akui Pelanggaran Sekdes Lae Mbersih, Sanksi Belum Diputuskan
Jalan Darsono Tak Kunjung Tuntas ! Proyek Rp1,23 Miliar Terhenti, Dinas Sebut Kontrak Belum Berakhir
Skandal Pokir PKB di Aceh Tenggara: LSM KPK RI Tuding TPM, Kades, dan Kelompok Tani Main Mata Keruk Uang Negara
Di Balik Data Desa Menuju Percontohan
Sentra ABK Pagar Merbau ! Janji Layanan, Data yang Belum Tuntas
Waduk Bangun Mulia Dikejar, Banjir Sunggal Belum Usai
Sensus Ekonomi dan Data yang Belum Terjaring
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:08

​Hengky Honandar Hadiri Pisah Sambut Ketua BPMJ GMIM Eden Danowudu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:51

Jaga Keamanan dan Ketertiban, Rutan Kelas I Cipinang Laksanakan Sidak Bersama APH

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:36

Netralitas Dipertaruhkan! Pengawas Akui Pelanggaran Sekdes Lae Mbersih, Sanksi Belum Diputuskan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:33

opini publik Ke Mana Rp500 Juta Itu Pergi? UMKM Jangan Jadi Korban Ganda    

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:04

Skandal Pokir PKB di Aceh Tenggara: LSM KPK RI Tuding TPM, Kades, dan Kelompok Tani Main Mata Keruk Uang Negara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:10

Belum Kami Musyawarahkan, Kok Sudah Beredar?” Anggota P2K Bongkar Polemik Sanggahan 35 Warga Lae Ikan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:10

PANITIA DUSUN SUKA DAMAI SUKSES GELAR RESEPSI HUT RI KE-81 DESA SINABANG

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:25

Bupati Bireuen lepas peserta Jaya Sakti Trail Adventure 2026

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Empat Kelas dan Seribu Bibit

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:46