Sentra ABK Pagar Merbau ! Janji Layanan, Data yang Belum Tuntas

- Editor

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Sebuah bangunan bekas puskesmas yang direhabilitasi sekitar dua setengah bulan kini diproyeksikan menjadi pusat layanan anak berkebutuhan khusus. Pada Jumat, 21 Agustus 2026, fasilitas itu diresmikan dr H Asri Ludin Tambunan dengan janji layanan pendidikan, terapi, konsultasi, pelatihan, sampai pekerjaan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.di balik peresmian itu terselip persoalan yang lebih besar.jumlah anak berkebutuhan khusus jauh lebih banyak ketimbang kapasitas layanan yang tersedia.

Data Dinas Pendidikan mencatat sekitar 1.613 anak berkebutuhan khusus tersebar di 22 kecamatan. namun layanan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat baru menjangkau sekitar 613 anak. artinya, masih ada sekitar seribu anak yang belum tercatat memperoleh layanan melalui jaringan PKBM yang disebutkan dinas tersebut. angka itu membuka celah yang tak bisa ditutup hanya dengan sebuah gedung baru.

apalagi tiga kecamatan Sibolangit, STM Hulu, dan Gunung Meriah belum memiliki PKBM khusus bagi anak berkebutuhan khusus. Sentra Pagar Merbau pun diposisikan bukan hanya untuk menerima anak, tetapi juga menjadi pusat konsultasi, rujukan dan pelatihan tutor.

Asri Ludin Tambunan”mengatakan fasilitas itu akan menyediakan pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C. terapi wicara, fisioterapi, terapi motorik, terapi perilaku, pelatihan kemandirian serta prasekolah juga direncanakan hadir secara bertahap.namun tenaga terapis belum lengkap.

Karena itu, sembari menunggu tenaga tersebut tersedia, Asri Ludin Tambunan meminta layanan sementara ditopang tenaga dari rumah sakit daerah pada waktu tertentu. keputusan itu menunjukkan bahwa bangunan sudah siap dipakai, tetapi sistem pelayanan belum sepenuhnya terbentuk.di sinilah ukuran keberhasilan sentra tersebut akan diuji.

bagi keluarga anak berkebutuhan khusus, gedung bukan tujuan akhir. mereka membutuhkan tenaga ahli, jadwal terapi yang pasti, akses pendidikan, pendamping yang terlatih dan layanan yang dapat berjalan terus-menerus.

Asri Ludin juga menawarkan gagasan yang lebih jauh. Sekitar 3.000 pasang seragam sekolah yang pengadaan atributnya akan dikerjakan di sentra itu disebut dapat melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus. mereka diharapkan memperoleh pengalaman kerja sekaligus kesempatan menghasilkan sesuatu.

Gagasan itu menarik, tetapi membutuhkan mekanisme yang jelas. siapa yang melatih, siapa yang mengawasi, berapa anak yang dilibatkan, berapa lama pelatihannya, dan bagaimana standar keselamatannya.

Baca Juga:  Jejak Kerikil di Balik Kaca Pecah

hal serupa berlaku untuk rencana usaha pertanian di lahan sentra. Ide tersebut dapat menjadi sarana latihan kemandirian. namun tanpa perencanaan tenaga pendamping, pembagian tugas dan ukuran hasil, rencana itu mudah berhenti sebagai daftar kegiatan.

Kepala Dinas Pendidikan Suparno menyebut sentra tersebut juga akan menjadi pusat pelatihan tutor. Fungsi ini penting karena persoalan layanan anak berkebutuhan khusus tidak berhenti pada jumlah bangunan atau jumlah PKBM. ada persoalan kualitas pendampingan, ada pula persoalan jangkauan.

Data 1.613 anak yang tersebar di 22 kecamatan menunjukkan kebutuhan pelayanan yang tidak kecil. jika 613 anak sudah memperoleh layanan melalui 21 PKBM, masih terdapat jarak pelayanan yang perlu dijelaskan secara lebih rinci.Siapa yang menangani anak yang belum terlayani, di mana mereka belajar, apakah seluruh keluarga mengetahui adanya layanan,berapa jumlah tutor yang tersedia.dan berapa anak yang dapat ditangani setiap bulan.

Pertanyaan-pertanyaan itu akan menentukan apakah Sentra ABK Pagar Merbau benar-benar menjadi pusat pelayanan atau hanya bertambah satu alamat fasilitas pendidikan.

Peresmian Jumat itu juga diwarnai penampilan anak-anak. Annur Sakinah dari PKBM Galang tampil menari. Azzahra Maira Putri membacakan puisi. hadir pula Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD, Jelita Asri Ludin Tambunan, aktivis ABK Syahrial Tambunan dan Tima Manggarita Dwi Rani Zahri, para tutor serta perwakilan anak berkebutuhan khusus.

Panggung telah tersedia. Program telah diumumkan. data juga sudah disebutkan. Kini ukuran sebenarnya berada pada pelayanan setelah pintu sentra dibuka.

jika terapi berjalan teratur,tutor bertambah, anak yang belum terlayani mulai terjangkau dan unit usaha benar-benar memberi pengalaman kerja, gedung bekas puskesmas itu dapat berubah menjadi fasilitas yang berarti bagi keluarga ABK. namun jika tenaga ahli tak kunjung lengkap dan cakupan layanan tetap terbatas, angka 1.613 akan terus menjadi catatan yang mengganggu.(Ilham Gondrong)

 

Berita Terkait

GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi
Wali Kota Jeffry Sentana Apresiasi Kesuksesan Langsa Expo 2026, Bergek Meriahkan Malam Puncak HUT ke-25 Kota Langsa
DPRK Raja Ampat dan TAPD Ikuti Bimtek APBD 2027, Ketua Taufik Sarasa Tekankan Pemahaman Regulasi
Di Balik Penghargaan TPAKD Deli Serdang, Menakar Manfaat Pembiayaan bagi Masyarakat
Dalam Gelaran Pertandingan Badminton HUT KORPRI ke-55 
Ketua MUI Deli Serdang. Pesantren Benteng Moral Bangsa, Deli Serdang Mengaji Harus Sukses
Pemko Langsa Akhiri Pembelajaran Daring, Kualitas Udara Membaik Sekolah Kembali Tatap Muka
GEGER! DPRK Raja Ampat Kompak Tolak Pemindahan dr. Laura, Bupati Diminta Batalkan Surat Tugas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:18

Anggaran Ada Tapi Gaji Ditahan? Misteri 6 Bulan Hak Pengurus Baitul Mal Aceh Tenggara yang Menguap

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:03

NSS Grong Grong: Pameran Pro Vaganza di Sigli, Banjir Hadiah untuk Pembeli Honda

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:13

GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:16

Kapolres Bireuen Subuh Keliling di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Ajak Masyarakat Bersatu Perangi Narkoba

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:06

​Wujudkan “Green Policing”, Polres Bitung Tanam Pohon Penghijauan di Pinokalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:22

Terbesar di Indonesia, Polri Bongkar Pabrik Sabu 1,2 Ton di Pidie yang Dikendalikan Ahli Kimia Asal China

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:21

SMAN 1 Indrajaya Bangun Semangat Juang, Gelar Yasinan‑Zikir Bersama Hadapi Tes Kemampuan Akademik 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:57

Perkuat Kamtibmas, Polsek Jangka Gelar Jumat Keliling di Masjid An Nur dan Ajak Warga Berantas Narkoba

Berita Terbaru