TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Empat ruang kelas baru, seribu bibit pohon, dan gerakan pendidikan bertemu pada satu agenda di Sampali Pada Minggu, 23 Agustus 2026. di balik rangkaian kegiatan itu terselip dua ukuran yang layak diperiksa sejauh mana kebutuhan sekolah di topang dunia usaha, dan mengapa program Adiwiyata baru menjangkau sebagian kecil sekolah yang ditetapkan sebagai sasaran.
jalan santai dan senam bersama membuka rangkaian kegiatan. Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan (GMPP) PGRI Kecamatan Percut Sei Tuan ikut digelar. Setelah itu, peletakan batu pertama pembangunan empat Ruang Kelas Baru SD Negeri 106810 Sampali dilakukan melalui dukungan CSR Citraland.
dukungan perusahaan untuk fasilitas pendidikan memperlihatkan satu hal.kebutuhan sekolah tidak selalu berhenti pada anggaran pemerintah. tetapi pola seperti ini juga menyisakan pekerjaan rumah. Siapa yang menentukan sekolah penerima bantuan, apa ukuran kebutuhannya, serta bagaimana hasil pembangunan dipantau setelah fasilitas digunakan.
dr Asri Ludin Tambunan meminta GMPP diperluas ke seluruh kecamatan. Camat didorong mengajak orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan unsur lain ikut menopang pendidikan.
tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan sekolah, pendidikan juga membutuhkan peran aktif orang tua, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Asri Ludin
Ia menilai pembangunan empat kelas melalui CSR Citraland dapat menjadi contoh dukungan perusahaan terhadap kebutuhan sekolah. namun ukuran keberhasilan bantuan tidak berhenti pada berdirinya bangunan. Kualitas konstruksi, kapasitas ruang, kelayakan fasilitas, serta keberlanjutan pemanfaatannya tetap membutuhkan pengawasan.
ada angka lain yang lebih mencolok. dari 155 sekolah yang masuk sasaran program Adiwiyata tingkat daerah, baru enam sekolah yang mengikuti program tersebut. artinya, 149 sekolah masih berada di luar capaian itu.
Asri Ludin menargetkan 149 sekolah tersebut mengikuti program Adiwiyata pada 2027. target itu terdengar ambisius jika dibandingkan dengan capaian saat ini. Pemerintah daerah juga menyebut jumlah sekolah mencapai lebih dari 600 unit.
di sini persoalan tidak berhenti pada jumlah sekolah yang memperoleh predikat Adiwiyata. Program tersebut menuntut perubahan tata kelola lingkungan sekolah.pengelolaan sampah, penghijauan, kebersihan, penggunaan sumber daya, serta keterlibatan warga sekolah. Mengejar angka peserta tanpa memastikan perubahan perilaku berisiko menjadikan program berhenti pada administrasi penilaian.
Citraland dan Ciputra turut menyerahkan sekitar 1.000 bibit pohon. Dinas Lingkungan Hidup akan mengarahkan penanaman bibit tersebut ke sejumlah wilayah.
Seribu bibit terdengar banyak. namun tanpa daftar lokasi, jadwal penanaman, mekanisme perawatan, dan data pohon yang bertahan setelah ditanam, angka itu belum banyak bercerita. Pohon membutuhkan tanah, air, perawatan, dan pengawasan bukan hanya kegiatan penyerahan saja.
Rangkaian kegiatan berlanjut ke Masjid Al Huda, Desa Sampali, melalui Gerakan Deli Serdang Mengaji (GDSM). Program ini diarahkan untuk membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, akhlak, dan karakter.
Asri Ludin menyebut GDSM tidak berhenti pada kemampuan membaca Al-Qur’an. nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan hadir melalui perilaku sehari-hari.
Tiga agenda itu pendidikan, lingkungan, dan pembinaan keagamaan memiliki benang merah yang sama.hasilnya baru bisa diukur setelah program berjalan. Empat kelas harus benar-benar dipakai dan terawat. Seribu bibit harus tumbuh. Program Adiwiyata harus menghasilkan perubahan lingkungan sekolah. GDSM harus terlihat melalui perilaku generasi muda.
Karena itu, ukuran keberhasilan tidak cukup berhenti pada jumlah kegiatan yang digelar. data penerima manfaat, hasil pembangunan, perkembangan sekolah, tingkat keberlangsungan program, serta evaluasi berkala justru menjadi catatan penting.
di Sampali, agenda sehari itu menyodorkan banyak angka. empat ruang kelas, 155 sekolah sasaran, enam peserta Adiwiyata, 149 sekolah yang ditargetkan, lebih dari 600 sekolah, dan sekitar 1.000 bibit pohon.
itu kelak akan menentukan apakah rangkaian program tersebut menghasilkan perubahan atau hanya meninggalkan catatan kegiatan saja.(Ilham Gondrong)

























