Desa Binaan, Layanan Imigrasi, dan Janji yang Harus Dibuktikan

- Editor

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com I Medan-Sebanyak 17 desa menerima sertifikat Desa Binaan Imigrasi. Angka itu terlihat sederhana, tetapi menyimpan pekerjaan besar.memastikan pengetahuan soal dokumen perjalanan, migrasi aman, dan risiko pemberangkatan pekerja migran secara nonprosedural benar-benar sampai ke masyarakat.

Pada Kamis, 20 Agustus 2026, penyerahan sertifikat itu berlangsung di JW Marriott Hotel Medan. Wakil Bupati Lom Lom Suwondo hadir bersama sejumlah pejabat daerah. acara tersebut juga diisi pengukuhan pengurus Perhimpunan Imigrasi Sumatera Utara (PIMPASA) dan peresmian Immigration Lounge.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyebut desa binaan sebagai salah satu instrumen untuk mendekatkan edukasi keimigrasian kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya pemahaman soal dokumen perjalanan yang sah, prosedur keimigrasian, serta bahaya pemberangkatan pekerja migran secara nonprosedural.

Pernyataan itu membawa persoalan ke titik yang lebih konkret. Migrasi ilegal tidak selalu bermula dari perjalanan lintas negara. Ia dapat berawal dari informasi yang keliru, dokumen yang tidak lengkap, atau tawaran pekerjaan yang terlihat menguntungkan.

di situlah 17 Desa Binaan Imigrasi memperoleh beban tugas. Sertifikat saja tidak cukup. Program tersebut baru memiliki arti bila perangkat desa mampu mengenali pola perekrutan mencurigakan, memberi informasi yang benar kepada calon pekerja migran, serta mengarahkan warga kepada prosedur resmi.

Risikonya tidak kecil. Pekerja migran yang berangkat melalui jalur nonprosedural lebih rentan menghadapi persoalan dokumen, eksploitasi, hingga tindak pidana perdagangan orang. Karena itu, edukasi keimigrasian tidak dapat berhenti pada pemasangan papan nama atau penyerahan sertifikat.

Agus menyebut desa binaan diharapkan menjadi ujung tombak edukasi. Pernyataan tersebut sekaligus memberi ukuran bagi keberhasilan program: seberapa jauh informasi sampai kepada warga yang hendak bekerja ke luar negeri dan seberapa cepat potensi keberangkatan ilegal dapat dikenali.

Baca Juga:  Peringatan Hari Lahir Pancasila di Deli Serdang: Momentum Memperkokoh Persatuan Bangsa"

ada pula pengukuhan PIMPASA. organisasi itu diharapkan menjadi wadah komunikasi bagi pihak-pihak yang berkaitan dengan urusan keimigrasian Sumatera Utara. namun, efektivitasnya akan ditentukan oleh kerja yang dapat diukur, bukan oleh acara pengukuhan.

Immigration Lounge yang diresmikan pada kesempatan serupa menawarkan sisi lain pelayanan. Fasilitas tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan informasi dan layanan keimigrasian. Tantangannya terletak pada akses dan manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan semata pada fasilitas yang tampak setelah peresmian.

Lom Lom Suwondo menyatakan dukungan terhadap penguatan hubungan kerja dengan jajaran Imigrasi. Ia hadir bersama Kepala Bagian Hukum Setdakab Muslih Siregar, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Syahdin Setia Budi Pane, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Danang Purnama Yuda, serta Camat Pancur Batu Feri Sepnanda Ginting.

Daftar pejabat yang hadir menunjukkan bahwa persoalan migrasi menyentuh lebih dari satu urusan administrasi. Dokumen kependudukan, ketenagakerjaan, perlindungan pekerja migran, dan keimigrasian saling berkelindan.

tetapi ukuran keberhasilannya tetap sederhana. apakah warga mengetahui jalur resmi sebelum berangkat, apakah aparat desa mampu memberi peringatan ketika menemukan perekrutan mencurigakan, dan apakah layanan keimigrasian mudah dijangkau ketika warga membutuhkan bantuan.

Tujuh belas desa kini memiliki indetitas sebagai Desa Binaan Imigrasi. Setelah sertifikat diserahkan, pekerjaan yang lebih sulit justru dimulai. Sebab indetitas tidak mencegah perdagangan orang. Informasi yang benar, pengawasan, serta layanan yang mudah di jangkau yang dapat melakukannya.(Ilham Gondrong)

Berita Terkait

Kelurahan Wangurer dan Kecamatan Girian Apresiasi Langkah Ditjen AHU Tuntaskan Status Kewarganegaraan
Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak
Satgas PRR Kemendagri dan Pemko Langsa Perkuat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Bantuan Rp987 Juta Lebih Revitalisasi SD Negeri Maha Singkil di Aceh Tenggara Disorot, Transparansi P2SP Dipertanyakan
Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian
Dukung Swasembada Pangan Nasional, Wali Kota Hengky Honandar Hadiri Panen Raya Jagung di Kalawat
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemko Langsa Teguhkan Semangat Patriotisme Generasi Muda
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:23

Apresiasi Kedisiplinan Warga, Satlantas Polres Bireuen Bagikan Paket bagi Pengendara Tertib

Minggu, 1 November 2026 - 06:39

Lewat Minggu Kasih, Polres Bireuen Ajak Jemaat Gereja Methodist Sinergi Jaga Kamtibmas dan Perangi Narkoba

Minggu, 1 November 2026 - 06:17

Tebing Krueng Peusangan Kritis: Ratusan Rumah Warga Menggantung di Bibir Jurang Erosi

Minggu, 1 November 2026 - 06:07

Babinsa Koramil 02/Samalanga Kawal Perkembangan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Meuliek.

Minggu, 1 November 2026 - 04:08

Diduga Dipicu Dendam Pribadi dan Oknum PPPK, Aksi GPM di CV Menara Biru Bakal Dihadang Massa BPPKB Banten

Minggu, 1 November 2026 - 03:03

Polsek Peusangan Intensifkan Patroli dan Sosialisasi Maklumat Kapolda Aceh Mencegah Karhutla

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:34

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:36

Subuh Keliling di Masjid Ridha Jeumpa, Kapolres Bireuen Ajak Jamaah Sinergi Bersama Polisi Berantas Narkotika

Berita Terbaru