tribuneindonesia com Takengon
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81, panitia penyelenggara lomba karya foto dan karya tulis jurnalistik tingkat Aceh Tengah dan Bener Meriah secara resmi menetapkan para pemenang berdasarkan hasil penilaian dewan juri.
Penetapan tersebut dilakukan setelah seluruh karya peserta melalui proses penilaian oleh dewan juri yang mengedepankan profesionalitas, kesesuaian dengan tema, kekuatan data dan sumber, serta kualitas karya jurnalistik yang dikirimkan oleh masing-masing peserta.
Panitia menilai bahwa kegiatan perlombaan ini bukan sekadar ajang mencari siapa yang menjadi pemenang. Lebih dari itu, lomba tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi para jurnalis untuk meningkatkan kualitas karya serta memahami bahwa jurnalistik memiliki standar, etika dan tanggung jawab terhadap publik.
Dalam dunia jurnalistik, sebuah tulisan tidak seharusnya dibuat hanya berdasarkan dugaan, opini pribadi atau informasi yang tidak memiliki sumber yang jelas. Setiap karya yang dihasilkan harus memiliki dasar informasi yang kuat, dapat dipertanggungjawabkan serta sesuai dengan tema yang telah ditentukan oleh panitia.
Hal yang sama berlaku terhadap karya fotografi. Foto jurnalistik bukan sekadar gambar yang menarik secara visual, tetapi harus mampu menyampaikan fakta, momentum dan realitas di lapangan. Karena itu, keaslian dan nilai jurnalistik sebuah foto menjadi bagian penting dalam proses penilaian.
Ketua Pro Jurnalis Media Siber Aceh Tengah yang juga salah satu penanggung jawab kegiatan, Dian Aksara, menegaskan bahwa perlombaan tersebut sengaja diarahkan untuk mendorong lahirnya karya jurnalistik yang benar-benar memiliki nilai ilmiah dan berdasarkan fakta.
“Yang kita utamakan dalam kegiatan ini adalah kualitas karya. Tulisan harus memiliki dasar dan sumber yang jelas. Begitu juga karya foto, harus menunjukkan fakta dan momentum yang sebenarnya, bukan sekadar mengandalkan hasil editan,” ujar Dian Aksara.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan berbagai aplikasi saat ini memang memberikan kemudahan bagi para pekerja media. Namun, kemudahan teknologi tidak boleh membuat seorang jurnalis meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak hanya berlangsung di Aceh Tengah dan Bener Meriah, tetapi juga dapat dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa dilakukan di setiap daerah. Tujuannya agar para jurnalis terus belajar dan benar-benar memiliki kemampuan dalam menulis maupun menghasilkan karya foto jurnalistik yang berkualitas,” katanya.
Dian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam perlombaan. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam sebuah kompetisi, karena proses belajar dan memperbaiki kualitas karya merupakan bagian terpenting bagi seorang jurnalis.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar ke depan semakin membiasakan diri melakukan verifikasi informasi, memperkuat sumber, memperhatikan kaidah penulisan jurnalistik serta menghasilkan foto yang benar-benar menggambarkan fakta di lapangan.
“Jangan membenarkan kebiasaan yang salah dalam menulis maupun mengambil gambar. Justru kebiasaan menulis dan menghasilkan karya yang benar harus terus dibangun. Seorang jurnalis harus terus belajar karena profesi ini bukan hanya tentang menulis, tetapi juga tentang tanggung jawab menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tegas Dian.
Panitia berharap momentum HUT RI ke-81 ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas insan pers dan karya jurnalistik di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Dengan adanya kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadikan pengalaman perlombaan sebagai motivasi untuk terus menghasilkan karya yang faktual, berimbang, berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. ( Dian aksara )























