Hutama Karya Melalui Anak Usaha Hutama Marga Waskita Raih Rekor MURI sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya

- Editor

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) melalui anak usahanya PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) sebagai pengelola jalan tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat) kembali menorehkan prestasi dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan dengan berhasil meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya di Gedung Jaya Suprana, Jakarta, pada Kamis (13/08).

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Hutama Karya melalui anak usahanya Hamawas dalam mengahadirkan inovasi pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada kenyamanan dan kebutuhan pengguna jalan, namun turut mendukung pelestarian budaya di Sumatera Utara.

Plt. _Executive Vice President_ (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi atas hasil kerja keras dan komitmen Hutama Karya melalui anak usahanya Hamawas, dalam menghadirkan inovasi Galeri Budaya di Rest Area KM 99.

“Kami sangat berterima kasih kepada Muri yang telah memberikan penghargaan ini sehingga Hutama Karya mendapatkan pengakuan atas hasil kinerja selama ini. Kami yakin pencapaian ini terjadi karena adanya sinergi dan kerjasama antar semua pihak,”ujar Hamdani

Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, mengatakan bahwa Sumatera memiliki kekayaan budaya yang begitu beragam dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, Hamawas menghadirkan Galeri Budaya di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 99 sebagai ruang yang tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenal dan mengapresiasi kekayaan budaya Sumatera.

“Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Dari situlah Galeri Budaya ini kami hadirkan. Kami ingin Tempat Istirahat dan Pelayanan di KM 99 tidak hanya menjadi ruang bagi pengguna jalan untuk berhenti dan beristirahat, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal, menikmati, dan membawa pulang cerita tentang kekayaan suku dan budaya Sumatera,” ujar Dindin.

Dalam menghadirkan Galeri Budaya tersebut, Hamawas berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas, tokoh masyarakat, budayawan, hingga pegiat sosial di Sumatera Utara. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Hamawas untuk menghadirkan konsep pelayanan yang lebih bermakna, dengan mengintegrasikan unsur budaya dan kearifan lokal ke dalam pengalaman perjalanan pengguna jalan tol.

“Kami berharap melalui kolaborasi ini, pengguna jalan yang singgah tidak hanya mendapatkan waktu untuk beristirahat, tetapi juga dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya yang ada di Sumatera, menikmati berbagai cerita di dalamnya, dan membawa pengalaman tersebut sebagai bagian dari perjalanan mereka,” tambah Dindin.

Baca Juga:  Ringankan Beban Warga Langsa, PTPN IV Regional 6 Salurkan 1 Ton Beras Murah

Galeri Budaya yang berada di Rest Area KM 99 dirancang sebagai ruang interaksi yang memperkenalkan beragam unsur kebudayaan lokal. Tidak hanya pada aspek pelestarian budaya, keberadaan galeri tersebut juga menjadi bagian dari upaya Hamawas dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dukungan dari Badan Pengatur Jalan Tol

Dalam kegiatan penganugerahan Rekor MURI tersebut, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Masyarakat, Tulus Abadi, mengatakan bahwa keberadaan Galeri Budaya di Rest Area KM 99 dapat menjadi contoh bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya untuk terus menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam memberikan kenyamanan serta pengalaman yang lebih bermakna bagi pengguna jalan.

“Kami sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Hutama Karya melalui anak usahanya, Hamawas, yang terus berinovasi dalam menghadirkan layanan bagi pengguna jalan. Sentuhan budaya yang dihadirkan melalui Galeri Budaya ini menjadi sebuah ciri khas yang kreatif dan memberikan nilai tambah bagi Rest Area KM 99. Inovasi seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi BUJT lainnya untuk menghadirkan konsep serupa yang mengangkat potensi dan kearifan lokal di masing-masing daerah,” ujar Tulus.

Pada Galeri Budaya tersebut, pengunjung dapat mengenal lebih dekat keberagaman suku dan budaya yang terdapat di Sumatera Utara melalui Galeri Singgah Daya. Area panel infografis menyajikan berbagai informasi mengenai suku budaya, artefak, alat musik tradisional, serta rumah adat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Sumatera Utara.

Selain itu, terdapat area Main Exhibition yang menghadirkan cerita rakyat dari Kabupaten Batu Bara, sehingga pengunjung dapat mengenal lebih dekat kisah dan nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat. Galeri ini juga dilengkapi dengan zona Media Interaktif yang memungkinkan pengunjung untuk berinteraksi dan bermain melalui berbagai permainan edukatif, seperti permainan memanah dan Magnifier Finding Kamaruddin.

Melalui konsep tersebut, Galeri Budaya diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan mengapresiasi keberagaman budaya Sumatera Utara. Sekaligus, keberadaannya menjadi bentuk nyata dalam menjaga dan memperkenalkan kearifan lokal agar tetap relevan serta dapat dinikmati oleh masyarakat lintas generasi. Kehadiran Galeri Budaya tentu menjadi ikon dan brand image di Rest Area KM 99 serta memberikan identitas yang kuat dan menjadikan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) paling berkarakter di seluruh Sumatera.

Berita Terkait

Hutama Karya Paparkan Rencana Trase Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin, Bupati Padang Pariaman Tekankan Manfaat bagi Masyarakat
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Hutama Karya Perkuat Upaya Pencegahan Kecelakaan di Seluruh Ruas Tol, Ajak Pengguna Jalan Utamakan Keselamatan Berkendara
Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai
GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi
DPRK Raja Ampat dan TAPD Ikuti Bimtek APBD 2027, Ketua Taufik Sarasa Tekankan Pemahaman Regulasi
GEGER! DPRK Raja Ampat Kompak Tolak Pemindahan dr. Laura, Bupati Diminta Batalkan Surat Tugas
Kapolres Raja Ampat Perkuat Sinergi dengan Anggota DPR Papua Barat Daya Jamalia Tafalas dan Frangky Umpain
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:24

KAL Patola VIII-27 Dikerahkan dalam Operasi SAR Kapal MT Mika Zain Terbakar di Perairan Bitung

Minggu, 1 November 2026 - 12:15

Destinasi Wisata Kota Batu Kecamatan Simtim Kabupaten Simeulue Dipadati Wisatawan Lokal Saat Hari Reha

Minggu, 1 November 2026 - 10:24

PAJAK KAMI DITAGIH SAMPAI KE LIANG LAHAT, TAPI HAK KORBAN BANJIR DIABAIKAN?” PEPABRI, PENA PUJAKESUMA DAN TAMPERAK SOROT BANTUAN REHAB RUMAH ACEH TAMIANG

Minggu, 1 November 2026 - 06:56

Terpusat di Jakarta Secara Hibrida: Menkum RI Pimpin Penyerahan SK Kewarganegaraan Nasional yang Hubungkan Daerah dan Luar Negeri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:59

Selesaikan Persoalan Tanpa Dokumen, Ratusan Warga Keturunan Filipina di Bitung Jalani Verifikasi Faktual Terakhir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:57

Antisipasi Kemacetan Nataru 2027, IWO Bali Minta Komisi III DPRD Bali Perjuangkan Perbaikan Jalur Gilimanuk

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:40

Rumah Hampir Rampung, PBG di Percut Sei Tuan Dipertanyakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:49

Tragedi Kebakaran Melanda Rumah Makan Rusni di Jantung Kota Bitung

Berita Terbaru