Tribuneindonesia.com – – Tidak terasa, perjalanan pertemanan yang telah terjalin selama sembilan tahun kini meninggalkan kenangan yang begitu mendalam. Kepergianmu menjadi duka bagi kami yang pernah mengenal sosokmu, terutama bagi mereka yang merasakan ketulusan dan kebaikan hatimu.
Kakak adalah sosok yang pertama kali mengenalkan saya kepada AKSIRA. Dari situlah banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan, bukan hanya tentang organisasi, tetapi juga tentang bagaimana membangun sebuah hubungan pertemanan yang baik dan tulus, meskipun dalam perjalanan hidup kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita harapkan.
Kakak selalu membimbing dan meyakinkan saya bahwa setiap perjalanan pasti memiliki akhir. Bahwa setiap perjuangan akan menemukan titik penyelesaiannya, selama kita tetap menjaga niat baik dan ketulusan dalam melangkah.
Dirimu adalah sosok yang luar biasa. Mampu menjalankan peran besar sebagai ibu sekaligus ayah bagi anak-anakmu. Ketegaran dan perjuanganmu menjadi bukti bahwa cinta dan tanggung jawab mampu membuat seseorang menjadi lebih kuat menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Kenangan terakhir masih begitu jelas teringat. Pada 5 Oktober 2024, dalam acara rapat konsolidasi AKSIRA, guyonan dan canda tawamu masih terdengar. Tidak ada yang menyangka bahwa momen tersebut akan menjadi salah satu kenangan berharga yang akan selalu kami ingat.
Hari ini, kami hanya mampu mengiringi kepergianmu dengan doa. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal kebaikanmu, mengampuni segala kesalahanmu, serta menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.
Selamat jalan kak. Semoga Husnul Khatimah.
Saya bersaksi bahwa engkau adalah orang yang baik. Kebaikan, ketulusan, dan perjuanganmu akan selalu dikenang oleh orang-orang yang pernah mengenalmu.
Al-Fatihah.
Dari sahabatmu Chaidir Toweren


















