Jejak Dugaan Makanan Busuk di Dapur MBG Sena, Surat GRPK Mengarah ke Badan Gizi Nasional

- Editor

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

TribuneIndonesia.com I Batang Kuis-Persoalan tak lagi berhenti di ruang kelas SD Negeri 101868 Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis. Dugaan makanan tak layak konsumsi pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini bergeser ke meja Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Pejuang Keadilan (DPP LSM GRPK) melayangkan laporan resmi, meminta investigasi menyeluruh terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sena. Organisasi itu menilai dugaan tersebut menyangkut keselamatan anak-anak penerima manfaat program nasional.

Surat bernomor 008/DPP-GRPK/PENG/VIII/2026 itu berangkat dari hasil penelusuran tim investigasi GRPK pada Senin 3 Agustus 2026. Laporan mengacu pada keterangan seorang siswi berinisial YS yang mengaku menerima telur diduga telah busuk dan makanan yang diduga terdapat belatung. GRPK menyebut keterangan itu di dokumentasikan melalui rekaman video serta dilampirkan sebagai bagian dari pengaduan resmi. Organisasi tersebut juga menyatakan memperoleh informasi serupa dari sejumlah siswa lain yang mengaku telah menyampaikan temuan itu kepada guru sebelum diteruskan kepada pengelola SPPG.

Penelusuran berlanjut ke lingkungan sekolah. menurut GRPK, pihak kepala sekolah membenarkan pernah menerima laporan dari peserta didik mengenai dugaan makanan tidak layak konsumsi. Persoalan tersebut, menurut hasil klarifikasi GRPK, telah diteruskan kepada pengelola SPPG agar memperoleh penanganan. Tim investigasi kemudian mendatangi SPPG Desa Sena guna meminta penjelasan dari kepala SPPG, asisten lapangan, serta ahli gizi.

Baca Juga:  Calo kuasai Pelayanan Samsat Medan, Warga Resah dan Minta Kapolda Sumut Turun Tangan

Berdasarkan keterangan GRPK, pengelola SPPG menilai bukti yang diajukan belum cukup kuat, namun menyatakan siap apabila persoalan diproses sesuai ketentuan hukum.

Bagi GRPK, persoalan ini bukan hanya soal kualitas makanan, melainkan efektivitas pengawasan rantai penyediaan pangan. Organisasi tersebut mendesak BGN memeriksa proses pengadaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pendistribusian, serta pengawasan mutu pangan. apabila investigasi menemukan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan maupun ketentuan hukum, GRPK meminta pemberian sanksi tegas, termasuk penghentian sementara sampai pencabutan operasional SPPG apabila terbukti melakukan pelanggaran berat.

Salinan laporan juga dikirim kepada Gubernur Sumatera Utara, Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara, Bupati Deli Serdang, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan, Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang, Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Deli Serdang, Camat Batang Kuis, dan Kepala Desa Sena. Langkah itu dimaksudkan agar pengawasan berlangsung melalui kewenangan masing-masing instansi.

Laporan GRPK merupakan pengaduan resmi yang meminta pemeriksaan atas dugaan penyajian makanan tidak layak konsumsi. Dugaan tersebut masih menunggu verifikasi serta hasil investigasi dari Badan Gizi Nasional dan instansi berwenang. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi penentu apakah persoalan ini hanya berakhir sebagai laporan masyarakat atau berkembang menjadi temuan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.(Ilham Gondrong)

 

 

Berita Terkait

Dokter Spesialis Anak Bukan Menolak Tugas, Persoalkan Kesesuaian Penempatan dan Kompetensi
Polemik Penugasan Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat, Regulasi dan Kebutuhan Pelayanan RSUD Waisai Jadi Sorotan
Delapan Tahun Mengabdi di Raja Ampat, Perjalanan dr. Laura Christanty Tak Selalu Berjalan Mulus
Hengky Honandar Sabet Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Penggerak Ekspor di PWI Sulut Awards 2026
Peringati 40 Hari Wafatnya Pendiri Komunitas Tasumaro, Keluarga Besar Manuel Gelar Doa Bersama di Wangurer Bitung
PENCURIAN PERANGKAT BTS XL SMART KEMBALI TERULANG! JARINGAN ACEH TAMIANG TERGANGGU, WARGA TERANCAM TERISOLASI KOMUNIKASI
LMND SIMEULUE MINTA COPOT KOMANDAN, ADILI OKNUM.
SERUAN KEMANUSIAAN SITI MUNAWAROH MEMBUTUHKAN 2 KANTONG DARAH O POSITIF, KELUARGA BERHARAP PEMERINTAH, BUMN, BUMS, TNI, POLRI DAN RELAWAN BERGERAK
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 17:17

Polemik Penugasan Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat, Regulasi dan Kebutuhan Pelayanan RSUD Waisai Jadi Sorotan

Sabtu, 7 November 2026 - 17:00

Delapan Tahun Mengabdi di Raja Ampat, Perjalanan dr. Laura Christanty Tak Selalu Berjalan Mulus

Sabtu, 7 November 2026 - 13:02

Danrem Bhaskara Jaya Ajak Prajurit Teladani Semangat Pahlawan melalui Doa Syukur Hari Pahlawan 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 12:47

Antisipasi Bencana, Polres Bireuen Gelar Latihan Penyelamatan Korban Tenggelam di Laut Jangka

Sabtu, 7 November 2026 - 11:44

Sinergi Cegah Narkoba, Razia Gabungan di Lapas Bireuen Pastikan Kamar Hunian Steril

Sabtu, 7 November 2026 - 11:39

FPI Bireuen Salurkan Santunan untuk Anak Yatim Korban Banjir Bandang di Samalanga

Jumat, 6 November 2026 - 15:15

Jasa Raharja Raih Dua Penghargaan IDTI Awards 2026 atas Transformasi Digital Berorientasi Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 15:14

Pastikan Kesiapan Pelayanan Nataru, Jasa Raharja, Polri dan Kemenhub Gelar Survei Jalur Bakauheni-Merak

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung Altin Abraham Tumengkol SIP, M.Si  saat memberikan Materi Pinter Bermedsos kepada Anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMP Negeri 1 Bitung. (ft. Dinas Kominfo Bitung)

Pemerintahan dan Berita Daerah

Kadis Kominfo Altin Tumengkol Bekali PMR SMPN 1 Bitung Ilmu Bermedsos Sehat

Sabtu, 7 Nov 2026 - 13:57