TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Derap langkah ratusan peserta memenuhi ruas jalan sejak pagi. Barisan bergerak rapi meninggalkan lapangan utama menuju sejumlah ruas kota. Pemandangan itu bukan hanya menandai peringatan hari kemerdekaan, melainkan memperlihatkan bagaimana agenda tahunan kembali digelar melalui mobilisasi aparatur, pelajar, organisasi, dan warga.
Pelepasan peserta dipimpin Lom Lom Suwondo. dari garis awal, ia mengingatkan agar seluruh regu menjaga disiplin, sportivitas, keselamatan, serta persaudaraan sepanjang perjalanan. ajakan itu menempatkan gerak jalan bukan hanya ajang adu kecepatan, melainkan memperkuat kekompakan antar peserta.
namun, ada sisi lain yang layak dicermati. Gerak jalan telah lama menjadi agenda rutin setiap Agustus. Polanya hampir tidak berubah. Rute disiapkan, peserta dihimpun, pejabat hadir, lalu rombongan bergerak melewati jalan-jalan utama sebelum kembali ke titik akhir. Rutinitas seperti ini kerap berlangsung tanpa banyak evaluasi mengenai dampaknya terhadap warga maupun efektivitas penyelenggaraannya.
Rute tahun ini melintasi Alun-Alun Lubuk Pakam, Jalan Karya Utama, Jalan Karya Usaha, Jalan Anggrek, Jalan Tirta Deli, Jalan Sibolangit, Jalan Labuhan Deli, Jalan Keramat, Jalan Medan Lubuk Pakam, Jalan Tanjung Garbus, lalu kembali menuju lokasi finis. Jalur tersebut merupakan kawasan dengan arus kendaraan yang relatif padat pada jam-jam tertentu sehingga pengaturan lalu lintas menjadi faktor penting agar aktivitas warga tidak terganggu.
agenda itu juga diramaikan perlombaan lain, antara lain tarik tambang, senam sehat, balap sarung, serta balap karung. Ragam kegiatan tersebut memperlihatkan upaya mempertahankan tradisi peringatan kemerdekaan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Sejumlah unsur turut hadir, mulai Asniar Lom Lom Suwondo, perwakilan Kodim 0204 melalui Pasi Ops Kapten Kav. Guntur Sinaga, perwakilan Polresta melalui Kasat Binmas Kompol Syafrizal, Dedi Maswardy, para asisten, staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah, kepala bagian, hingga para camat.
Perayaan tahunan seperti ini selalu menghadirkan dua sisi. di satu pihak, kegiatan mampu menghidupkan suasana Agustus. di pihak lain, agenda serupa layak terus dievaluasi agar manfaatnya tidak berhenti pada kemeriahan, melainkan memberi dampak yang benar-benar dirasakan warga melalui penyelenggaraan yang tertib, efisien, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.(Ilham Gondrong)



















