Bitung | Tribuneindonesia.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing di pasar kerja yang kian kompetitif, Kamis (23/07/26).
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., mendampingi Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, S.E., menghadiri agenda penting sektor ketenagakerjaan di Balai Latihan Kerja (BLK).
Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut menandai momen transisi penting dalam program pengembangan keterampilan masyarakat. Pemprov Sulut secara resmi menutup agenda Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 sekaligus membuka pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Provinsi Sulawesi Utara memprakarsai program pelatihan terpadu ini. Langkah strategis tersebut bertujuan menciptakan tenaga kerja yang terampil, adaptif, serta siap pakai di berbagai sektor industri maupun jasa.
Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 ini membuka 12 program keahlian yang sangat dibutuhkan oleh dunia usaha modern. Program tersebut meliputi Practical Office, Pengelolaan Administrasi Perkantoran, Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Sederhana, hingga Pemasangan Instalasi Otomasi Listrik Industri.
Selain bidang administrasi dan kelistrikan, panitia juga membuka kelas teknis manufaktur dan jasa. Program ini memfasilitasi keahlian Plate Welder SMAW 3G-UP/PF, Pembuatan Roti dan Kue, Teknisi AC, Pemeliharaan Kendaraan Ringan Sistem Injeksi, Bahasa Jepang, Penjahitan Pakaian dengan Mesin, Penata Rambut Junior, serta Operator Cabinet Making.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, mengapresiasi tinggi jajaran Disnakertrans yang memfasilitasi pelatihan ini hingga berjalan lancar. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para alumni Batch 2 dan memotivasi para peserta Batch 3 yang baru memulai masa pelatihan.
”Tenaga kerja terampil dan kompeten sangat dibutuhkan dalam mendukung program prioritas Pemerintah, karena itu Pemerintah dan Pemerintah Daerah terus berupaya menyiapkan tenaga kerja lokal untuk bersaing menghadapi peluang kesempatan kerja yang ada,”
ujar Gubernur Yulius Selvanus.
Langkah konkret ini menjadi jawaban Pemprov Sulut terhadap meningkatnya standar kualifikasi di dunia kerja. Program ini memfokuskan peningkatan kemampuan teknis (hard skill), keahlian interpersonal (soft skill), serta efektivitas komunikasi peserta.
Peningkatan kapasitas SDM ini diproyeksikan mampu menekan angka pengangguran secara signifikan di wilayah Sulawesi Utara. Pemprov meyakini bahwa berkurangnya tingkat pengangguran akan berbanding lurus dengan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat daerah.
Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per Februari 2026 mencatat jumlah angkatan kerja di Sulawesi Utara mencapai 1,34 juta orang. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 35,22 ribu orang jika dibandingkan dengan periode Februari 2025, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) berada di posisi 63,03 persen.
Meskipun demikian, sektor formal justru menunjukkan tren positif dengan menyerap 562,65 ribu pekerja atau 44,46 persen, naik 0,34 persen dari tahun sebelumnya. Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil menekan angka hingga berada di level 5,75 persen, turun 0,28 persen dibanding Februari 2025.
Melihat dinamika ketenagakerjaan tersebut, Gubernur menekankan pentingnya peran aktif seluruh instrumen masyarakat, termasuk para narasumber pelatihan.
Yulius menginstruksikan para instruktur agar menyajikan materi secara optimal, aplikatif, dan interaktif agar peserta mudah menyerap ilmu.
“Kepada para Peserta, Saya harapkan memberikan fokus dan perhatian lebih terhadap setiap materi yang akan disampaikan oleh para Narasumber, serta proaktif dan jangan malu bertanya jika sekiranya terdapat substansi penyampaian yang kurang dipahami,”
tegas Gubernur Yulius.
Di akhir penyampaiannya, Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi lintas sektor demi mencapai visi pembangunan daerah.
Ia secara resmi menutup Batch 2 dan membuka Batch 3 seraya mendoakan kelancaran bagi seluruh pihak yang berkontribusi untuk kemajuan Sulawesi Utara.
“Ke depannya, mari kita terus bersinergi, bekerja bersama, saling topang, mewujudkan pencapaian visi pembangunan di daerah ini, menuju Sulawesi Utara maju, sejahtera, dan berkelanjutan,”
pungkas Yulius Selvanus saat meresmikan acara tersebut. (kiti)















