TribuneIndonesia.com I Retakan pada kaca jendela rumah dinas itu sempat memantik beragam dugaan. Suara yang terdengar pada malam hari melahirkan cerita tentang kemungkinan tembakan. Isu menyebar cepat, sementara jawaban belum kunjung tiba. hampir sebulan berlalu, arah penyelidikan akhirnya mengubah seluruh dugaan itu.
hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara menutup ruang spekulasi. tidak ditemukan jejak proyektil, tidak ada residu mesiu, juga tidak terlihat karakter benturan yang lazim muncul akibat hantaman peluru. Retakan pada kaca justru mengarah pada penyebab yang jauh lebih sederhana, yakni kerikil yang terpental saat pekerjaan pembersihan taman menggunakan mesin pemotong rumput sehari sebelum peristiwa.
temuan tersebut menjadi penutup rangkaian penyelidikan yang dimulai sejak laporan diterima pada 16 Juni 2026. Aparat Polresta melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, lalu menyerahkan barang bukti kepada Laboratorium Forensik guna memperoleh kepastian melalui pengujian ilmiah.
Kasubbid Labfor Polda Sumatera Utara AKBP Roy Siburian menjelaskan, tim forensik memeriksa pola retakan kaca hingga kemungkinan adanya gesekan anak peluru melalui uji kimia. Seluruh hasil memperlihatkan kesimpulan serupa. tidak ada petunjuk yang mengarah pada penggunaan senjata api.
Kapolresta Kombes Pol. Hendria Lesmana menyebut rangkaian pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh agar setiap dugaan memperoleh jawaban berdasarkan bukti. kesimpulan laboratorium memperkuat hasil olah tempat kejadian perkara serta keterangan para saksi yang telah diperiksa sejak awal.
dr. H. Asri Ludin Tambunan menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian dan tim Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara atas penuntasan penyelidikan. menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut memberi kepastian sehingga berbagai dugaan yang sempat berkembang akhirnya memperoleh penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan melalui pembuktian ilmiah.
Lom Lom Suwondo juga menyampaikan penghargaan kepada aparat kepolisian yang dinilai bekerja cepat mengurai peristiwa tersebut. Kejelasan hasil pemeriksaan, menurutnya, menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan yang sempat muncul sejak insiden terjadi.
Peristiwa itu juga memunculkan rencana penambahan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis, terutama pada kawasan perkantoran yang letaknya terpisah dari permukiman warga. Langkah tersebut diharapkan memperkuat pengawasan serta membantu proses pembuktian apabila peristiwa serupa kembali terjadi.
akhir cerita itu memperlihatkan satu hal dugaan yang lahir dari suara keras dan kaca pecah belum tentu berujung pada kisah kriminal. Kadang, serpihan kerikil yang melesat dari putaran mesin justru mampu menciptakan teka-teki yang nyaris menyerupai adegan penembakan.(Ilham Gondrong)















