Bitung | Tribuneindonesia.com – Pemerintah Kota Bitung terus memperkuat komitmennya dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi kreatif dan penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui kehadiran langsung Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., dalam agenda penting bertajuk Strategic Dialogue.
Pertemuan strategis yang berlangsung dinamis tersebut menghadirkan Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N. Karbala, sebagai pembicara utama. Kehadiran representasi istana ini menjadi sinyal positif bagi dukungan pengembangan potensi daerah di tingkat nasional.
Inisiasi ruang diskusi yang progresif ini lahir dari kolaborasi erat dengan HiveEdu (Kolaborasi Edukasi Indonesia). Lembaga tersebut berperan aktif dalam menjembatani kebutuhan taktis para pelaku usaha di daerah dengan arah kebijakan digitalisasi nasional.
Melalui dialog interaktif ini, Pemkot Bitung berupaya menyatukan visi guna melahirkan solusi konkret atas tantangan yang dihadapi sektor ekonomi kreatif.
Sinergi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem usaha yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di Kota Bitung.
Upaya tersebut diakselerasi dengan mengawinkan regulasi strategis pemerintah bersama pendekatan edukasi berbasis inovasi yang dibawa oleh HiveEdu.
Formula kolaboratif ini diyakini mampu membuka keran peluang pasar baru sekaligus menaikkan kelas produk-produk unggulan daerah.
Suasana forum terasa semakin hidup berkat kehadiran para pelaku UMKM lokal yang antusias membawa produk mereka agar siap bersaing di kancah yang lebih luas.
Selain itu, energi akademis turut memperkuat forum dengan hadirnya perwakilan mahasiswa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Angkatan 148 Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, kalangan akademisi, dan para pelaku usaha kreatif ini diharapkan menjadi kunci utama dalam membangun fondasi ekonomi kota yang kokoh.
Dengan sinergi yang terjalin erat, produk-produk lokal Bitung kini bersiap melangkah mantap dari pasar domestik menuju panggung global. (kiti)















