WAKIL RAKYAT ATAU WAKIL PARTAI? SAAT SUARA DPRK ACEH TENGGARA NYARIS TAK TERDENGAR

- Editor

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TRIMBUNEINDONESIA Pertengahan tahun telah berlalu. Masyarakat Aceh Tenggara masih menunggu geliat pembangunan yang dijanjikan. Jalan yang rusak masih rusak, berbagai program belum terlihat berjalan optimal, dan pertanyaan publik semakin keras menggema. Ironisnya, di tengah kondisi seperti ini, suara para anggota DPRK justru dinilai semakin sulit terdengar.

 

Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan, DPRK seharusnya menjadi garda terdepan mengawal jalannya pemerintahan. Ketika pembangunan berjalan lambat, rakyat berharap wakilnya berdiri paling depan mempertanyakan penyebabnya, meminta penjelasan kepada pemerintah, dan mendorong solusi. Namun yang dirasakan sebagian masyarakat justru sebaliknya: ruang publik lebih banyak diisi oleh keheningan daripada sikap kritis.

 

Rakyat tidak memilih anggota DPRK untuk menjadi penonton. Mereka dipilih untuk mengawasi penggunaan anggaran, memastikan setiap rupiah APBK memberi manfaat, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Jika hingga pertengahan tahun pembangunan belum menunjukkan kemajuan yang berarti, maka publik berhak mempertanyakan: di mana fungsi pengawasan itu dijalankan?

 

Diam bukanlah sikap netral. Dalam dunia politik, diam di tengah persoalan publik sering kali ditafsirkan sebagai kegagalan menjalankan amanah atau ketidakmampuan menyuarakan kepentingan rakyat. Kepercayaan masyarakat tidak dibangun dengan seremoni, spanduk, atau unggahan media sosial, melainkan dengan keberanian bersikap ketika kepentingan publik dipertaruhkan.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRK ;Pemkab Bireuen Jangan Zalimi Masyarakat Pascabencana Banjir dan Tanah Longsor

 

Sudah saatnya DPRK membuktikan bahwa mereka benar-benar menjadi wakil rakyat, bukan sekadar pemegang kursi kekuasaan selama lima tahun. Rakyat ingin melihat rapat yang menghasilkan solusi, pengawasan yang tegas, serta keberanian menyampaikan kritik kepada pemerintah ketika pembangunan tidak berjalan sesuai harapan.

 

Jabatan anggota DPRK bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah. Amanah itu akan dinilai bukan dari banyaknya janji saat kampanye, melainkan dari keberanian membela rakyat ketika keadaan menuntut.

 

Jika suara wakil rakyat terus tenggelam di tengah lambannya pembangunan, maka yang akan hilang bukan hanya kepercayaan publik, tetapi juga makna dari sebuah perwakilan. Sebab rakyat tidak membutuhkan wakil yang hanya hadir saat pemilu. Rakyat membutuhkan wakil yang hadir setiap kali kepentingan masyarakat terabaikan.(***)

Berita Terkait

TPP ASN Rp104,5 Miliar Tak Kunjung Cair, Ketua DPRK Raja Ampat Desak Pemda Buka-bukaan
Kodim 0111/Bireuen Laksanakan Upacara Bendera Mingguan
HRD Desak Pemerintah Pusat Pastikan Dana Otsus Aceh Berlanjut dalam APBN 2027
Polsek Makmur Gencarkan Patroli dan Sosialisasi Cegah Karhutla
Ketua Asrama Raja Ampat di Manado Desak Dinas Pendidikan Segera Bayar Kontrak Asrama
TPP ASN Rp104,5 Miliar Tak Kunjung Cair, Ketua DPRK Raja Ampat Desak Pemda Buka-bukaan
Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, M.T. Pimpin Upacara Peringatan Hardikda Aceh ke-67
SKPA di Aceh Diminta Publikasikan Setiap Kegiatan dan Proyek kepada Publik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 13:47

Ketua Asrama Raja Ampat di Manado Desak Dinas Pendidikan Segera Bayar Kontrak Asrama

Minggu, 6 September 2026 - 08:22

​Kasal Pimpin Gerakan “Aku Cinta Laut”, TNI AL Manado Bagikan Sembako untuk Nelayan Megamas

Minggu, 6 September 2026 - 04:03

Johan Jalla Desak Depo Pertamina dan Pemda Simeulue Responsif Atasi Kelangkaan BBM

Jumat, 4 September 2026 - 16:23

Samsul Pengusaha SPBU Klarifikasi Tentang Pemberitaan Kelangkaan BBM Solar Di Simeulue

Jumat, 4 September 2026 - 15:10

Yan Irawansyah Mantan ketua BPC gapensi simeulue dan wakil sekretaris BPD Gapensi Aceh. Minta Pemda dan BUMN Prioritaskan Kontraktor Lokal​

Jumat, 4 September 2026 - 08:32

Pilkades Gunung Bakti Bersengketa, Pemerintah Didesak Tegakkan Ketentuan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Kamis, 3 September 2026 - 14:02

Pemegang Saham Pengendali pimpin RUPSLB Bank Aceh

Kamis, 3 September 2026 - 13:57

Saparuda Kecam Dugaan Pengeroyokan Nasabah oleh Debt Collector FIF Group

Berita Terbaru