TribuneIndonesia.com I Medan-Optimalisasi tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana menjadi fokus utama dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (14/7/2026). Forum tersebut menitikberatkan pada efektivitas penggunaan anggaran agar mampu mempercepat pemulihan berbagai sektor yang terdampak bencana.
Lom Lom Suwondo SS menghadiri rapat koordinasi tersebut bersama para kepala daerah se-Sumatera Utara. Pertemuan dipimpin Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution serta dihadiri jajaran Kementerian Dalam Negeri dan unsur terkait yang melakukan monitoring terhadap penggunaan tambahan TKD Tahun Anggaran 2026.
dalam arahannya, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengharapkan alokasi TKD bagi daerah terdampak bencana pada tahun 2027 tetap dipertahankan sebagaimana tahun sebelumnya. menurutnya, dukungan anggaran masih diperlukan karena dampak bencana belum sepenuhnya pulih, terutama terhadap aktivitas perekonomian masyarakat.
“harapan 2027, TKD untuk daerah terkena bencana tetap sama seperti tahun 2026,” ujar Bobby.
Selain itu, Bobby meminta tambahan anggaran dimanfaatkan pada program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik melalui pembangunan fisik maupun nonfisik. Pelaksanaan penggunaan anggaran juga diharapkan berlangsung efektif dan terbuka terhadap proses monitoring.
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, menjelaskan tambahan Dana Transfer ke Daerah yang dialokasikan pemerintah mencapai Rp10,68 triliun. Dari jumlah tersebut, Sumatera Utara menerima Rp6,35 triliun, Aceh Rp1,65 triliun, dan Sumatera Barat Rp2,63 triliun.
Fatoni turut mengapresiasi daerah yang telah menyesuaikan APBD Tahun Anggaran 2026 melalui Peraturan Kepala Daerah guna mengakomodasi tambahan Dana Transfer ke Daerah sehingga pelaksanaan program dapat segera berjalan.
Sebelumnya, Deli Serdang menjadi daerah pertama yang dikunjungi tim Kementerian Dalam Negeri dalam agenda monitoring penggunaan TKD Tambahan Tahun Anggaran 2026. hasil pemantauan menunjukkan sejumlah program rehabilitasi dan pemulihan telah berjalan sesuai rencana.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media sekaligus Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Kemendagri Kastorius Sinaga, Kepala Posko Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Alam Sumatera Irjen Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap, serta para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara.(Ilham Gondrong)















