Tembus Rantai Pasok Nasional, Kolaborasi Muhammadiyah dan Kementerian UMKM Cetak Potensi Transaksi Rp2,2 Miliar

- Editor

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA| 30 Juni 2026 – Langkah nyata mendorong pengusaha usaha mikro naik kelas terus digelorakan. Lembaga Pengembangan UMKM (LP UMKM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Republik Indonesia menggelar Business Matching Program Penguatan Rantai Pasok (Supply Chain) UMKM pada Selasa (30/6/2026).

Bertempat di Kampus Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakart, kegiatan tersebut dihadiri antara lain perwakilan PP Aisyiyah, Majelis Pengembangan Masyarakat PP Muhammadiyah dan Rektor Unisa.

Poin pentingnya sukses mempertemukan produk-produk lokal terbaik dengan raksasa ritel dan agregator nasional, serta diproyeksikan mampu mencetak potensi nilai transaksi hingga Rp 2,2 miliar.

Kegiatan ini merupakan puncak dari program pendampingan intensif yang diinisiasi sejak 15 Juni 2026. Dari total 60 UMKM binaan LP UMKM Muhammadiyah asal wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta yang mendaftar, sebanyak 48 UMKM berhasil lolos kurasi menuju tahap

pitching, dan 25 UMKM terpilih melaju ke tahap negosiasi langsung, one-on-one business matching dengan para buyer utama.

Tidak tanggung-tanggung, para pelaku UMKM langsung berhadapan dengan agregator pasar dan korporasi jaringan nasional, antara lain Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Krisna Oleh-Oleh Bali, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), dan PT Indomarco Primatama (Indomaret).

Ketua LP UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pengembang dan Pelatihan, Bambang Sutrisno menegaskan bahwa Business Matching ini menjadi jembatan konkret (concrete bridge) untuk memecah tantangan akses pasar yang sering dihadapi pelaku usaha mikro.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 05/Juli Perkuat Sinergi dengan Bhabinkamtibmas dan Keuchik Bahas Kamtibmas Desa

“Keberhasilan pembinaan UMKM tidak boleh berhenti pada seremonial pelatihan, melainkan harus bermuara pada akses pasar yang berkelanjutan. Potensi

transaksi sebesar Rp 2,2 miliar ini membuktikan produk UMKM binaan Muhammadiyah memiliki daya saing tinggi. Kami akan mengawal proses lanjutan dari Letter of Intent (LoI) hingga terwujudnya sales contract sehingga terciptanya kemitraan jangka panjang yang inklusif,” ujarnya.

Di sisi lain Kementerian UMKM di wakili Asdep Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro- Deputi Bidang Usaha Mikro, Pristiyanto menyampaikan bahwa

agenda ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Pemerintah dalam

mengorkestrasi ekosistem kemitraan usaha mikro agar masuk ke dalam rantai pasok industri nasional.

“Penguatan rantai pasok adalah kunci agar UMKM kita tidak berjalan sendiri-sendiri. Lewat sinergi bersama LP UMKM Muhammadiyah, kita membangun

agregasi produk yang berkualitas, konsisten, dan berkelanjutan. Korporasi mendapatkan kepastian pasokan bahan baku lokal bermutu, sementara UMKM mendapatkan kepastian pasar (offtaker). Ini adalah model ideal dari gotong royong ekonomi nasional,” ungkapnya.

Melalui skema kemitraan ini, nilai transaksi Rp 2,2 miliar tersebut diharapkan

dapat segera terealisasi secara bertahap. Dampak jangka panjang dari program

kolaboratif ini tidak hanya memperluas skala usaha dan kapasitas produksi pelaku

mikro, namun juga menciptakan lapangan kerja baru serta memperkokoh ketahanan

ekonomi nasional berbasis umat dan kerakyatan.

Tentang LP UMKM PP Muhammadiyah: Lembaga Pengembangan UMKM (LP UMKM) PP Muhammadiyah adalah struktur persyarikatan yang bergerak dalam pemberdayaan, pendampingan, dan akselerasi ekonomi warga serta masyarakat luas guna mewujudkan

kemandirian ekonomi bangsa yang berkeadilan.

Berita Terkait

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Gebrakan Ceulangiek: Kembali Pimpin Yayasan Almuslim, Sukses Hadirkan Fakultas Kedokteran dan Gedung Miliaran Rupiah
Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
Gebrakan Mubes X Yayasan Al-Muslim Peusangan: Rusyidi Mukhtar Pimpin Pembina, Edi Obama Calon Kuat Penggerak Transparansi Wakaf
Wabup Razuardi: RDTR Perkotaan Bireuen Harus Jadi Pijakan Nyata, Bukan Dokumen di Atas Kertas
Lompatan Kemandirian: 219 Penerima Bansos Bireuen Siap Dobrak Pasar Digital Lewat Jalur Wirausaha
Polsek Samalanga Gelar Patroli dan Sosialisasi Maklumat Kapolda Aceh untuk Cegah Karhutla
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 00:43

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut

Selasa, 3 November 2026 - 19:03

Selasa, 3 November 2026 - 12:44

Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 09:59

Gebrakan Mubes X Yayasan Al-Muslim Peusangan: Rusyidi Mukhtar Pimpin Pembina, Edi Obama Calon Kuat Penggerak Transparansi Wakaf

Selasa, 3 November 2026 - 08:58

Wabup Razuardi: RDTR Perkotaan Bireuen Harus Jadi Pijakan Nyata, Bukan Dokumen di Atas Kertas

Selasa, 3 November 2026 - 07:31

Lompatan Kemandirian: 219 Penerima Bansos Bireuen Siap Dobrak Pasar Digital Lewat Jalur Wirausaha

Selasa, 3 November 2026 - 02:53

Polsek Samalanga Gelar Patroli dan Sosialisasi Maklumat Kapolda Aceh untuk Cegah Karhutla

Selasa, 3 November 2026 - 02:50

Satlantas Polres Bireuen Imbau Pengendara Patuhi Peraturan Sebagai Upaya Jaga Keselamatan

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Berpolitik Serius, Ikutan atau Sekadar Latah?

Rabu, 4 Nov 2026 - 00:31

Pemerintahan dan Berita Daerah

Dinas Sosial Langsa Turun Langsung, Berikan Perhatian dan Bantuan kepada Ibu Nur Asiah

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:10

Agama

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:03