OKNUM KADUS BUKET KARENG BERANI ANCAM WARTAWAN: “JANGAN SAMPAI PIHAK HUKUM DATANG KE RUMAHMU

- Editor

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH Timur | TribuneIndonesia.com – Perilaku arogan dan tindakan terang-terangan menghalangi tugas jurnalistik kembali tercatat di Aceh Timur. Kali ini datang dari oknum Kepala Dusun (Kadus) di Gampong Buket Kareng, Kecamatan Pante Bidari, berinisial M, yang berani melontarkan ancaman nyata dan kata-kata bernada intimidasi berat kepada wartawan bedikterkini.com.

Saat berhadapan dalam proses konfirmasi, bukannya memberikan penjelasan atau data sesuai kewajibannya sebagai pejabat publik, oknum M justru berbicara dengan nada mengancam menggunakan bahasa Aceh:

“BEK SAMPE ENTEUK TROK PIHAK-PIHAK HUKUM URUMOH KEUH”

Artinya secara tegas: “JANGAN SAMPAI NANTI ADA PIHAK BERWENANG ATAU APARAT HUKUM YANG DATANG KE RUMAHMU”.

Kalimat ini bukan lagi sekadar penolakan atau ketidaksukaan, melainkan ancaman langsung, tekanan psikologis, dan upaya menakut-nakuti agar wartawan menghentikan pemberitaan dan menutup fakta yang ada. Ucapan ini jelas bertujuan membungkam kebebasan pers dan mencegah publik mengetahui kebenaran.

Tindakan oknum Kadus ini adalah bukti nyata ketidaktahuan atau pembangkangan terhadap aturan hukum. Sikap ini sangat memalukan, karena justru datang dari perangkat desa yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat dan teladan kepatuhan hukum. Alih-alih transparan,

Baca Juga:  Pagar Roboh, Warga Mengadu ke Tiga Lembaga Negara

ia memilih jalur kekerasan verbal dan intimidasi — perbuatan yang secara tegas dilarang dan diancam pidana dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 18 Ayat 1, dengan hukuman penjara hingga 2 tahun atau denda Rp500 Juta.

Hingga berita ini diturunkan, oknum Kadus M dan pemerintah gampong belum memberikan klarifikasi apa pun. Diamnya mereka semakin menguatkan dugaan bahwa ucapan ancaman itu memang disengaja untuk menutupi sesuatu.

bedikterkini.com tidak akan diam dan tidak akan gentar. Ancaman seperti ini tidak akan kami biarkan berlalu begitu saja, dan kami akan terus mengawal setiap fakta hingga ke meja hijau jika perlu.

Laporan: Saipul Ismail SF Kordinator Liputan Provinsi Aceh

Berita Terkait

Bom Ikan Kembali Marak, Patroli KODAERAL XIV Sorong Dipertanyakan Masyarakat Raja Ampat
Kepsek SDN Padaherang 3 Akui Program Revitalisasi Dipangkas Oknum Aspirasi Dewan Gerindra
Darurat Bom Ikan di Raja Ampat, Tozie Saleo Tantang BLUD Libatkan 117 Kampung Jadi Mata dan Telinga Laut
Dulu Hanya Duduk Menyaksikan Pendeta Berkhotbah, kini Ia Berdiri Di Mimbar Yang Sama.”
Pengawasan Kawasan Konservasi Raja Ampat Disorot, Tokoh Pemuda Dorong Masyarakat Adat Dilibatkan
Sinergi Cegah TPPO: YKYU dan Pemkot Bitung Perketat Pengawasan Pelabuhan
Usai Dilaporkan ke Propam, Penyidik Polrestabes Medan Inisial E Hubungi Ketua GRPK: “Kok Bisa Sampai Begini, Bang?”
Polemik Pengadaan Jilbab Deli Serdang, LITPK Sumut Minta Pemeriksaan Fokus pada Proses Pengadaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 15:48

Diseminasi Hasil Penelitian, Bupati Bireuen Tekankan Pentingnya Riset dalam Kebijakan Pembangunan

Kamis, 17 September 2026 - 15:35

Bom Ikan Kembali Marak, Patroli KODAERAL XIV Sorong Dipertanyakan Masyarakat Raja Ampat

Kamis, 17 September 2026 - 15:27

Pemusnahan 104 & 54 Hasil Razia BB Knalpot Raccing (blong) Secara Simbolis Oleh Kapolres didampingi Bupati Aceh Tenggara

Kamis, 17 September 2026 - 15:01

Pertandingan Open Tournament Bola Basket Piala Panglima TNI 2026 di Hari Ke-5 

Kamis, 17 September 2026 - 14:55

PINTER Serahkan 1.000 PJU TS untuk Pegunungan Arfak, Buka Kolaborasi Investasi Daerah

Kamis, 17 September 2026 - 10:39

Darurat Bom Ikan di Raja Ampat, Tozie Saleo Tantang BLUD Libatkan 117 Kampung Jadi Mata dan Telinga Laut

Kamis, 17 September 2026 - 09:08

Dulu Hanya Duduk Menyaksikan Pendeta Berkhotbah, kini Ia Berdiri Di Mimbar Yang Sama.”

Kamis, 17 September 2026 - 08:20

Pengawasan Kawasan Konservasi Raja Ampat Disorot, Tokoh Pemuda Dorong Masyarakat Adat Dilibatkan

Berita Terbaru