Aceh Tamiang | Tribuneindonesia.com – Bupati Aceh Tamiang Irjenpol (purn) Drs Armia Pahmi,M.H melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Tamiang resmi menggelar pelatihan kompetensi program Skills Development Center(SDC). Yang mana Program tersebut bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan. Bertempat di ruang aula Sekdakab. Jumat 22/05/2026.
Adapun program Pelatihan Skill Development Center (SDC) merupakan langkah nyata pemkab untuk membentuk generasi muda Aceh Tamiang yang terampil, unggul, tangguh dalam menghadapi persaingan didunia kerja dewasa ini.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menargetkan dengan adanya kegiatan pelatihan program tersebut,akan dapat menekan angka pengangguran. Serta dapat membekali para kawula generasi muda dengan kompetensi kerja yang bersertifikat. Sehingga mereka tenaga yang siap menghadapi persaingan global maupun menjadi wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
“Dunia sudah berubah, kehidupan kita kedepannya semakin menantang dan kompetitif. Gali potensi diri dan harus ada kemampuan sendiri,jangan hanya berharap kepada orang lain serta manfaatkan teknologi,” ungkap Armia Pahmi, saat memberikan kata sambutannya.
Pemerintah Kabupaten Daerah Aceh Tamiang, berkomitmen untuk terus mendorong dan ingin merubah polapikir (mindset) masyarakat kita, khususnya generasi muda/Gen Z Aceh Tamiang. Agar sejati nya tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja,namun generasi yang memiliki motivasi,dan keahlian. Kedepan nantinya diharapkan peserta yang tergabung dalam pelatihan kompetensi program SDC ini, dapat menciptakan lapangan kerja mandiri.
“Ingat, Hidup itu pilihan. Tujuan hidup kita mencari kebahagiaan, kesuksesan lahir batin. Namun setiap langkah yang diambil harus dipikirkan baik dan buruknya,” amanat Mantan Wakapolda Aceh di hadapan para peserta latihan.
Hasil laporan Kepala Disnakertrans, Rafe’i, ada 32 peserta yang mengikuti pelatihan bakerja. Yang terdiri dari 16 peserta mengikuti pelatihan menjahit, selebihnya 16 peserta akan mengikuti pelatihan operator drone. Yang mana pelatihannya di
mulai pada awal bulan Juni 2026 di BBPVP Medan, selama 26 hari. Ucap Rife’i.
Masih Rafe’i “Para peserta nantinya akan tinggal di Balai Pelatihan, juga mendapatkan konsumsi, uang saku, pakaian praktek, biaya laundry dan sertifikat BNSP,” ucap Rafe’i.
Pemkab Aceh Tamiang selalu hadir untuk menjembatani kebutuhan masyarakat. Baik didunia pendidikan, maupun dunia usaha untuk masyarakat Tamiang umumnya.
Lebih lanjut Rafe’i menyebutkan, kegiatan ini tidak hanya berhenti sebatas pelatihan saja. Para peserta akan memiliki sertifikasi serta penempatan kerja maupun pemberian modal usaha. Ungkapnya.
Program ini terbuka bagi semua kalangan, baik itu kelompok rentan. Seperti penyandang disabilitas, agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan taraf kehidupan. Harap Rafe’i mengakhiri. (AR)















