KUTACANE | Tribuneindonesia.com
Berbagai kalangan di Aceh Tenggara mendesak pihak Pemkab, agar segera membersihkan puing Jembatan rangka baja Mbarung.
Pasalnya, kendati hampir 6 bulan paska ambruk dihantam banjir akibat meluapnya sungai Alas, puing Jembatan yang menghubungkan kecamatan Babussalam – kecamatan Lawe Alas, belum juga dibersihkan pihak Pemkab Aceh Tenggara
Sopian Desky, salah seorang tokoh masyarakat dan aktivis, di Agara mengaku, resah dan was-was melihat masih terdamparnya besi Jembatan rangka baja Mbarung-Lawe Alas yang berada di tengah aliran sungai Alas tersebut.
Selain mubazir karena tak kunjung dipindahkan, puing Jembatan rangka baja itu yang berada ditengah aliran sungai Alas itu juga, sangat membahayakan pemukiman warga kute Mbarung dan desa, sekitarnya.
Masalahnya, bila debit sungai Alas bertambah disusul dengan tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir, akan membuat pemukiman penduduk kute Mbarung terancam disapu banjir sungai.
, “Membiarkan puing Jembatan di tengah aliran sungai itu, sama saja dengan mengundang banjir menyapu pemukiman warga Mbarung, karena beberapa batang kayu yang dibawa banjir, akan tertahan di puing Jembatan, dampaknya aliran sungai tertahan dan dipastukan, air akan melimpah dan menggenangi pemukiman warga., ” Ujar Sopian.
Sebelum banjir dan bencana alam baru terjadibyang mengakibatkan kerusakan lebih parah lagi, sambung M Latif, warga Agara lainnya, pihak Pemkab Agara sebaiknya segera membongkar dan membersihkan puing Jembatan yang sampai saat ini masih terdampar tengah aliran sungai Alas.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Agara, Mohd. Awbibli ST kepada Waspada. id, Jumat (22/5) mengatakan, untuk pemindahan puing Jembatan rangka baja Mbarung yang telah ambruk dan masih terdampar di aliran sungai Alas tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan PUPR Agara, karena jembatan tersebut merupakan aset daerah.
Press~abdulgani Gasekk
















