Bitung | Tribuneindonesia.com – Langkah preventif guna mengantisipasi lonjakan harga dan kelangkaan barang menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah langsung diambil oleh Pemerintah Kota Bitung, Jumat (22/05/26).
Bersama unsur Forkopimda dan instansi vertikal, pemerintah daerah menggelar inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran di sejumlah pasar tradisional, Jumat (22/05/2026).
Pusat perekonomian yang menjadi sasaran utama pemantauan kali ini adalah Pasar Winenet dan Pasar Girian. Kedua pasar tersebut sengaja dipilih karena menjadi barometer perputaran ekonomi dan pemenuhan kebutuhan pangan bagi mayoritas masyarakat Kota Bitung.
Operasi gabungan di lapangan ini melibatkan eselon lintas sektoral yang bergerak bersama-sama. Mulai dari jajaran Kodim 1310/Bitung, Polres Bitung, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dikerahkan untuk menyisir area pasar.
Petugas tidak hanya sekadar lewat, melainkan meninjau langsung ke tiap lapak dagangan secara detail.
Fokus utama pemantauan tertuju pada komoditas krusial yang kerap memicu inflasi, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai, bawang, ikan, hingga daging segar.
Guna mendapatkan data yang valid mengenai dinamika pasar, rombongan tim gabungan meluangkan waktu untuk berdialog langsung dengan para pedagang kaki lima maupun distributor.
Keluhan serta aspirasi dari warga yang sedang berbelanja pun turut didengarkan secara saksama.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, pasokan bahan pokok di Pasar Winenet dan Pasar Girian tercatat masih berada dalam kategori aman.
Alur distribusi barang terpantau normal dan aktivitas jual beli masyarakat berjalan dengan sangat lancar.
Pihak otoritas daerah pun optimis bahwa tren positif ini dapat terus dipertahankan. Pemerintah Kota Bitung berkomitmen penuh untuk menjaga ritme stabilitas pasokan dan harga ini hingga hari H perayaan Idul Adha mendatang.
Di tempat terpisah, Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ, menegaskan bahwa keterlibatan institusinya merupakan wujud nyata sinergitas TNI dalam mendukung program pemerintah. Fokus utamanya adalah penguatan ketahanan pangan serta pengendalian inflasi di tingkat daerah.
Menurut Letkol Inf Dewa Made DJ, aksi turun ke lapangan ini merupakan tindak lanjut konkret dari agenda krusial sebelumnya.
Pemerintah Kota Bitung dan Forkopimda diketahui telah mematangkan strategi melalui rapat koordinasi lintas sektoral terkait pengamanan serta pola distribusi logistik.
Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa pengawasan ketat ini bertujuan untuk menutup celah bagi oknum-oknum yang berniat mencari keuntungan sepihak.
Pemerintah tidak akan menoleransi adanya praktik penimbunan barang maupun lonjakan harga yang tidak rasional di luar batas kewajaran.
”Melalui sidak ini, kami bersama pemerintah daerah dan instansi terkait ingin memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan, penimbunan bahan pokok, maupun peredaran bahan pangan yang sudah kedaluwarsa yang dapat merugikan dan membahayakan masyarakat,”
tegas Letkol Inf Dewa Made DJ.
Tampak hadir mengawal kegiatan tersebut di antaranya Pasi Intel Dim 1310/Bitung Kapten Inf Lucas Lahama, Kasat Intelkam Polres Bitung AKP Slamet, Jaksa Fungsional Sukmajati F., Asisten II Sekda Michael Sondakh, Kadis Pertanian Steven JD Prok, Kadis Perdagangan Robert R. Wongkar, Kabag Ekonomi Vera Manoppo, Kepala BPS Carlos E. Siburian, serta perwakilan Inspektorat Voni Lazarus. (kiti)
















