Langkah Cepat Ungkap Kasus Meninggalnya Dua Pelajar, HRD Apresiasi Kapolres Bireuen dan Jajarannya

- Editor

Sabtu, 25 April 2026 - 08:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen/Tribuneindonesia.com

Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan Daud (HRD) sangat mengapresiasi kinerja Kapolres Bireuen dan jajarannya, yang dengan langkah cepat berhasil mengungkap kasus meninggalnya dua pelajar asal Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.

“Sebelumnya kasus meninggalnya dua pelajar itu diduga akibat kecelakaan lalulintas, setelah diungkap oleh Tim Satreskrim Polres Bireuen, ternyata disebabkan oleh tindakan kriminal yang dilakukan oleh tiga orang pelaku yang kini telah ditangkap dan diamankan di Mapolres Bireuen,” kata HRD kepada wartawan disela-sela kunjungan kerjanya ke Dayah Darul Munawwarah, Kuta Krueng, Pidie Jaya, Sabtu (25/4/2026).

Dikatakan anggota DPR RI dua periode ini, keberhasilan tim Satreskrim Polres Bireuen, mengungkap misteri meninggalnya dua pelajar itu, patut mendapat pujian dan apresiasi yang setinggi-tingginya. “Kita sangat bangga kepada aparat kepolisian khususnya Tim Satreskrim Polres Bireuen, karena mereka tidak butuh lama untuk mengungkap kasus tersebut,” ujar HRD.

Diterangkan HRD, peristiwa tragis yang menyebabkan meninggalnya Masjidil Aqsa (17) dan Amirul Mukminin, asal Kecamatan Simpang Mamplam, jangan sampai terulang lagi di Aceh khususnya di Kabupaten Bireuen.

Pengungkapan kasus yang menjadi perhatian publik ini dan menjadi peringatan terhadap maraknya aksi kekerasan melibatkan remaja. Sehingga, sangat dibutuhkan sinergi diantara aparat penegak hukum, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif, khususnya di Kabupaten Bireuen.

HRD mengajak masyarakat terutama para orang tua, untuk selalu mengawasi anak-anak dan seluruh anggota keluarganya agar tidak terjerumus dalam kriminalitas, karena dapat merugikan dirinya sendiri, keluarga dan orang lain.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa penyebab meninggalnya Masjidil Aqsa (17) warga Ulee Kareung dan Amirul Mukminin (17) santri asal Cureh Baroh, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, ternyata diakibatkan ulah tiga remaja yang memburu mereka menggunakan senjata tajam. Kasus ini terungkap, setelah keluarga korban melapor ke polisi. Lalu, petugas yang menyelidiki kejadian ini berhasil menguak motif dan modus pembunuhan itu.

Baca Juga:  Operasi Cipta Kondisi Bitung, Polisi Amankan Akhir Pekan, Fokus Pembinaan Remaja dan Pengawasan Area Rekreasi

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani SIK MMed.Kom melalui Kasatreskrim AKP Dedi Miswar S.Sos MH kepada wartawan membenarkan hal itu. Pihaknya sudah mengamankan tiga remaja yang diduga sebagai pelaku.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Bireuen pasca menerima informasi meninggalnya dua korban ini, semula dikira hanya kecelakaan biasa, namun belakangan setelah dilakukan olah TKP, telah ditemukan petunjuk yang merujuk kepada upaya penganiayaan. Termasuk, keterangan dari sejumlah saksi mata.

Seiring pengungkapan kasus itu, Polres Bireuen juga telah menerima laporan dari keluarga korban Amirul Mukminin. “Setelah kami melakukan penyelidikan diketahui ada tindak pidana yang mengakibatkan sepeda motor ditumpanggi korban mengalami kecelakaan tunggal jatuh ke dalam parit,” jelas Dedi Miswar.

Saat ini sebutnya, tiga pelaku diamankan ke Polres Bireuen yaitu berinisial ML berusia (18) alamat Kecamatan Jangka, YF (18) alamat Kecamatan Peusangan. Keduanya diduga pelaku utama dan satu lagi hanya ikut bernisial ZR (17) alamat Kecamatan Jeumpa, mereka diciduk dari rumah masing-masing, pada Selasa (21/4/2026).

“Akibat perbuatan pelaku kenakalan remaja itu, dijerat Pasal 459 Jo Pasal 458, subsider Pasal 262 Jo Pasal 48 dan Pasal 307 Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 yaitu KUHP ancaman pidana 15 tahun s.d 20 tahun,” kata Dedi. (*)

Berita Terkait

HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat
HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh
Peringati 21 Tahun MoU Helsinki, Kecamatan Jangka Gelar Zikir dan Doa Bersama
Arief Martha Rahadyan dan Harapan Generasi Muda: Dukungan Ujang Supriatin untuk Indonesia yang Lebih Produktif
GMNI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget
Camat dan Forum Reje Lut Tawar Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Jagong Jeget
Dikira Embun, Ternyata Debu Selimuti Jalan Lintas Kutacane-Medan ‎
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:14

Perkuat Sinergi Syariah, Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp400 Juta Melalui Baitul Mal Simeulue

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:38

Dari Pinang Tak Produktif Menjadi Kebun Manfaat, SMA Negeri 1 Badar Sulap Halaman Sekolah Jadi Aset Pendidikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:41

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Simeulue Hebat, Indonesia Kuat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:27

​Tekan Angka TBC, Pemkot Bitung Gencarkan Gerakan Terintegrasi “Ketuk Pintu” Hingga ke Rumah Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:09

Desa Kute Buluh Juara Evaluasi Desa Cantik Aceh Tenggara, Pengelolaan Data Jadi Fondasi Pembangunan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:37

KINERJA PEMKAB SIMEULUE DAPAT PENGAKUAN NASIONAL TAHUN 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:59

Selamat Jalan Kak, Semoga Husnul Khatimah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:00

Satuan Lantas Polres Simeulue Semarakkan HUT RI ke 81 Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih di Jalan Raya

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

45 Paskibraka dan Amanah Merah Putih

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:35

Feature dan Opini

Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:18