Narasi “Kriminalisasi” Dipertanyakan, PTPN IV Regional VI Buka Fakta Kasus Brondolan Kebun Baru

- Editor

Minggu, 19 April 2026 - 08:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa | TribuneIndonesia.com 19 April 2026 — Narasi yang menyebut adanya kriminalisasi terhadap masyarakat kecil dalam kasus pengambilan brondolan sawit di Kebun Baru mulai dipertanyakan. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional VI akhirnya angkat bicara, membuka sejumlah fakta yang dinilai selama ini luput dari pemberitaan.

Perusahaan menilai, opini yang terbangun di ruang publik cenderung menggiring persepsi seolah-olah kasus ini merupakan tindakan sepihak terhadap warga. Padahal, berdasarkan catatan internal, peristiwa tersebut bukan kejadian pertama.

“Ini bukan peristiwa spontan. Sudah berulang dan sebelumnya telah melalui pembinaan serta proses hukum,” demikian disampaikan humas PTPN IV Regional VI dalam keterangan yang disampaikan kepada tribuneindonesia.com

Fakta ini sekaligus mematahkan asumsi bahwa kasus tersebut berdiri sendiri. Perusahaan menegaskan, pendekatan persuasif telah dilakukan lebih dulu sebelum langkah hukum ditempuh.

Di sisi lain, PTPN IV Regional VI menegaskan bahwa proses hukum sepenuhnya berada di tangan aparat penegak hukum dan lembaga peradilan. Artinya, tudingan kriminalisasi oleh perusahaan dinilai tidak berdasar.

“Perusahaan tidak memiliki kewenangan dalam penahanan maupun pemutusan perkara,” tegas manajemen.

Sebagai pengelola aset negara, PTPN IV Regional VI menyatakan tidak bisa menutup mata terhadap pelanggaran yang terjadi berulang. Penegakan aturan disebut bukan pilihan, melainkan kewajiban.

Baca Juga:  Pemda Simeulue: Melalui Dinsos Pentingnya Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Dalam Menangani Masalah Sosial Di Simeulue

“Jika pelanggaran terus berulang, maka penegakan hukum menjadi konsekuensi yang tidak dapat dihindari,” lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa isu yang berkembang bukan semata soal kemanusiaan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab menjaga aset negara.

Namun demikian, perusahaan tetap mengakui pentingnya pendekatan sosial. PTPN IV Regional VI menyatakan menghormati langkah mediasi yang dilakukan Pemerintah Kota Langsa sebagai upaya meredam konflik dan menjaga hubungan dengan masyarakat.

Di tengah polemik ini, perusahaan juga menyoroti peran media. Pemberitaan yang dinilai tidak utuh disebut berpotensi menyesatkan opini publik dan memperkeruh suasana.

Kasus ini pun menjadi cermin bagaimana sebuah peristiwa dapat berubah arah ketika informasi disajikan secara parsial. Di satu sisi, publik tersentuh oleh narasi ketidakadilan. Di sisi lain, fakta hukum dan riwayat kejadian justru berbicara berbeda.

PTPN IV Regional VI menegaskan, mereka tidak anti kritik. Namun perusahaan mengingatkan bahwa keadilan tidak bisa dibangun di atas informasi yang setengah-setengah.

Di akhir pernyataannya, perusahaan mengajak semua pihak untuk melihat persoalan ini secara jernih dan proporsional antara empati sosial dan kepatuhan terhadap hukum.
Di tengah derasnya opini, satu pertanyaan kini mengemuka: apakah publik sedang melihat fakta, atau sekadar mengikuti narasi? (##)

Berita Terkait

GRPK Apresiasi Paminal Polresta Deli Serdang, Mantan Camat Batang Kuis Segera Dipanggil
Dorong Pemerataan PAUD, Asisten I Setda Bitung Beberkan Strategi dan Indikator Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
ALHAMDULILLAH, IKHTIAR KESEMBUHAN SITI MUNAWAROH BERLANJUT, DARI DESA LUMAHAN MENUJU RSUD KH. DAUD ARIF KUALA TUNGKAL
PKB Langsa Bidik “Pecah Telur” di DPRK, Perempuan Bangsa Perkuat Barisan
KETUA TP-PKK TANJAB BARAT DORONG INOVASI DAN PENGUATAN 10 PROGRAM POKOK PKK, SIAPKAN LANGKAH STRATEGIS MENUJU 2027
RESES MASA SIDANG I 2026–2027, JAMAL DARMAWAN SIE SERAP ASPIRASI WARGA TUNGKAL I, SINERGI LEGISLATIF DAN PEMERINTAH JADI SOROTAN
Indra BN didaulat Pimpin SMSI Kabupaten Simeulue Periode 2026 – 2029.
Diduga Catut Nama Anak Sebagai Anak Didik TK Swasta Telege Cerek di Aceh Tengah Disorot
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 00:43

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut

Selasa, 3 November 2026 - 19:03

Selasa, 3 November 2026 - 12:44

Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:15

Hutama Karya Paparkan Rencana Trase Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin, Bupati Padang Pariaman Tekankan Manfaat bagi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:59

Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:51

Hutama Karya Perkuat Upaya Pencegahan Kecelakaan di Seluruh Ruas Tol, Ajak Pengguna Jalan Utamakan Keselamatan Berkendara

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:43

Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:13

GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi

Berita Terbaru