
TRIBUNEINDONESIA. KUTA CANE – Dalam rangka memperkuat sinergitas serta mengasah kemahiran dalam menggunakan senjata api, Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K., menggelar latihan menembak bersama jajaran Forkopimda dan elemen masyarakat di Lapangan Tembak Batalyon Brimob, Aceh Tenggara (Rabu, 15 April 2026)
Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga bentuk pemantapan disiplin dan teknik bagi personel Polri dalam menjalankan tugas pelayanan keamanan.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya penguasaan teknik dasar menembak yang dirangkum dalam akronim TABIAT, yaitu:
• TA: Tahan Nafas
• BI: Bidik
• A: Atur
• T: Tembak
“Menembak bukan sekadar menarik pelatuk, namun memerlukan ketenangan dan penerapan teknik yang presisi agar setiap butir peluru tepat sasaran,” ujar AKBP Yulhendri.

Dalam sesi latihan tersebut, Kapolres menunjukkan kemahiran yang luar biasa dalam dua kategori:
• Menembak Jarak Jauh: Menggunakan senapan laras panjang jenis SS1 dengan jarak 250 meter. Hasilnya sangat akurat, di mana 9 dari 10 peluru berhasil mengenai sasaran dengan telak.
• Menembak Jarak Dekat: Menggunakan senjata genggam jenis Revolver dengan jarak 15 meter. Pada sesi ini, Kapolres tampil sempurna dengan menembak jatuh seluruh sasaran balon, yakni 10 dari 10 tembakan tepat sasaran.
Kemampuan tingkat tinggi yang ditunjukkan oleh Kapolres menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus berlatih guna meningkatkan profesionalisme di lapangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi antara Polri, Forkopimda, dan masyarakat semakin solid demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Aceh Tenggara. (Edy)















