Langsa | Tribuneindonesia.com — forum Solidaritas Masyarakat Sipil Kota Langsa (SOMASI) melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Pemerintah Kota Langsa yang dinilai minim kehadiran di tengah situasi krisis. Baik saat bencana banjir melanda, aksi demonstrasi masyarakat berlangsung, hingga proses penanganan darurat, sosok Wali Kota dan Wakil Wali Kota disebut tidak terlihat di lapangan.
SOMASI dalam pernyataannya menyebut, ketidakhadiran pimpinan daerah di momen-momen krusial menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. “Dalam kondisi darurat seperti banjir, publik membutuhkan kehadiran langsung pemimpin sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepemimpinan. Namun yang terlihat justru Sekretaris Daerah yang terus tampil di depan,” ujar Zulfadli didampingi dua rekan somasi yang lain M.Amrizal (Tgk Maop) dan Chaidir Toweren.
Fenomena ini, menurut SOMASI, bukan hanya terjadi sekali. Saat gelombang demonstrasi masyarakat Kota Langsa mencuat beberapa waktu lalu, kondisi serupa juga terjadi. Wali Kota dan Wakil Wali Kota dinilai tidak hadir untuk memberikan penjelasan langsung kepada publik maupun meredam ketegangan sosial.
“Ini bukan sekadar soal kehadiran fisik, tetapi menyangkut komitmen dan keberpihakan kepada masyarakat. Ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan, pemimpin seharusnya berada di garis depan, bukan justru menghilang,” tegasnya.
Di tengah situasi tersebut, muncul pula sindiran bernuansa guyonan dari warga yang dengan cepat menyebar di tengah masyarakat. Seorang warga menyebut kondisi ini dengan istilah, “BL 6 F rasa BL 1 F,” yang secara implisit menggambarkan ketimpangan antara harapan dan realitas pelayanan yang dirasakan.
Meski terdengar ringan, pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan publik yang semakin meluas. SOMASI menilai, pemerintah kota perlu segera memberikan klarifikasi terbuka agar tidak memunculkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
“Pertanyaannya sederhana, apakah ini bagian dari strategi komunikasi, bentuk pengalihan isu, atau justru indikasi sengaja menghindar dari tanggung jawab?” lanjut pernyataan tersebut.
SOMASI mendesak agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Langsa segera tampil ke publik, memberikan penjelasan yang transparan, serta memastikan bahwa penanganan bencana dan aspirasi masyarakat ditangani secara serius dan terkoordinasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Wali Kota maupun Wakil Wali Kota terkait kritik yang disampaikan oleh SOMASI tersebut. Sementara itu, masyarakat masih menanti kejelasan di tengah situasi yang membutuhkan kepemimpinan yang tegas, responsif, dan hadir secara nyata. (An)


















