Gerbang Tani Nilai Pemkab Bireuen Lambat Tangani Sektor Pertanian dan Perikanan

- Editor

Rabu, 25 Maret 2026 - 13:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bireuen/Tribuneindonesia.com

Ketua Gerakan Kebangkitan Petani (Gerbang Tani) Kabupaten Bireuen, Sunazardi yang akrab disapa Tengku Dan, menilai Pemerintah Kabupaten Bireuen, Aceh, berjalan lambat dalam menangani dampak bencana, khususnya pada sektor pertanian dan perikanan.

Dalam siaran pers yang diterima media ini, Rabu (25/3/2026), Tengku Dan menyampaikan bahwa kondisi di lapangan saat ini sangat memprihatinkan. Para petani sawah dan pelaku perikanan darat menjadi kelompok yang paling terdampak akibat belum maksimalnya penanganan pascabencana.

“Hampir di seluruh wilayah yang terdampak, masyarakat sudah tidak bisa lagi turun ke sawah maupun ke tambak. Kondisinya sangat sulit,” ujar Tengku Dan.

Ia menjelaskan bahwa banyak lahan pertanian dan tambak masyarakat kini tertimbun lumpur tebal akibat bencana, sehingga tidak dapat digunakan untuk aktivitas produksi. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan penanganan cepat dan terukur dari pemerintah daerah.

“Lahan sawah dan tambak saat ini tertutup lumpur padat. Pemerintah harus segera melakukan normalisasi dan pengerukan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tengku Dan memperingatkan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, maka dampaknya akan semakin luas. Tidak hanya kehilangan mata pencaharian, masyarakat juga terancam menghadapi krisis ekonomi bahkan kelaparan.

Baca Juga:  Jasa Raharja Hadirkan Bantuan Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan di NTB, Perkuat Komitmen TJSL Berkelanjutan

“Kalau ini terus dibiarkan, masyarakat akan kehilangan pekerjaan. Ancaman kelaparan sudah di depan mata,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah daerah untuk lebih proaktif dalam merespons kondisi darurat yang dialami masyarakat. Menurutnya, situasi saat ini membutuhkan langkah cepat, bukan sekadar menunggu tanpa aksi nyata.

“Masyarakat sudah sangat menderita. Pemerintah harus turun langsung dan bergerak cepat, jangan banyak berpangku tangan. Keresahan masyarakat sudah semakin meningkat,” ujar Tengku Dan.

Gerbang Tani berharap adanya langkah konkret dan segera dari Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk memulihkan sektor pertanian dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Bupati Bireuen juga jangan mencari ke salahan orang lain, disaat masyarakat korban banjir dan tanah longsor menuntut haknya dari bupati sampai sekarang belum ada kepastian yang nyata untuk korban peungusi yang tinggal di tenda.

Diakhir rilisnya Tengku Dan menambahkan, dengan keras Bupati jangan menyalahkan pihak lain ketika masyarakat korban banjir menuntut haknya, karena sebagai pemimpin di tingkat kabupaten beliau harus bertanggung jawab sepenuhnya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan masyarakat korban bencana. (*)

Berita Terkait

Lanal Malang Gelar Latihan Gabungan SAR (SEARCH AND RESCUE) Dan Renang Laut Bertajuk “SIAGA 26”
Polsek Lawe Sigala-gala Kawal Pembagian Makan Malam bagi Korban Banjir Bandang di Desa Lawe Tua Persatuan
Matangkan Persiapan Sensus Ekonomi 2026, BPS Kota Bitung Perkuat Koordinasi dengan Kepolisian
APH Bongkar Dugaan Mafia Material Ilegal Proyek Bronjong Subkontrak PT Hutama Karya Di Agara
Wakil Ketua DPRK Bireuen: “MoU Jangan Berakhir di Meja Penandatanganan, Petani Harus Jadi Penerima Manfaat Utama”
Adnen Nurdin : Pembangunan Bireuen Harus Terukur dan Tepat Sasaran, Jangan Monopoli Proyek Infrastruktur
​Polri Perketat Ruang Gerak Sindikat Judi Online Internasional
Ketua K3S Babussalam Berikan Klarifikasi, Lamsin SKD Serukan Saling Memaafkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 13:56

Lanal Malang Gelar Latihan Gabungan SAR (SEARCH AND RESCUE) Dan Renang Laut Bertajuk “SIAGA 26”

Senin, 11 Mei 2026 - 12:25

Polsek Lawe Sigala-gala Kawal Pembagian Makan Malam bagi Korban Banjir Bandang di Desa Lawe Tua Persatuan

Senin, 11 Mei 2026 - 09:45

Matangkan Persiapan Sensus Ekonomi 2026, BPS Kota Bitung Perkuat Koordinasi dengan Kepolisian

Senin, 11 Mei 2026 - 07:00

Wakil Ketua DPRK Bireuen: “MoU Jangan Berakhir di Meja Penandatanganan, Petani Harus Jadi Penerima Manfaat Utama”

Senin, 11 Mei 2026 - 06:57

Adnen Nurdin : Pembangunan Bireuen Harus Terukur dan Tepat Sasaran, Jangan Monopoli Proyek Infrastruktur

Senin, 11 Mei 2026 - 02:36

​Polri Perketat Ruang Gerak Sindikat Judi Online Internasional

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:57

Ketua K3S Babussalam Berikan Klarifikasi, Lamsin SKD Serukan Saling Memaafkan

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:53

Mobil Dibakar Saat Subuh, Pengusaha Karet di Simalungun Diteror: “Kami Hampir Mati Terpanggang

Berita Terbaru