Polres Aceh Tengah Periksa Dugaan Pungli Bantuan Kemensos

- Editor

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Penyidik Polres Aceh Tengah Periksa Dugaan Pungli Bantuan Kementrian Sosial (Foto Ist)
Tim Penyidik Polres Aceh Tengah Periksa Dugaan Pungli Bantuan Kementrian Sosial (Foto Ist)

Takengon – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tengah memeriksa sejumlah aparatur kampung yang diduga terlibat dalam praktik pungutan liar (pungli) terhadap bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang diperuntukkan bagi korban bencana alam hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah tersebut.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufiq, S.I.K., M.H., dan Kasat Reskrim AKP Deno Wahyudi, S.E., M.Si. melalui Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Kanit Tipikor) Polres Aceh Tengah, Aipda Hendri Faisal,, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dugaan pungli terhadap masyarakat penerima bantuan.

“Hari ini sejumlah aparatur kampung telah kita periksa. Selanjutnya kita menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik,” kata Hendrik Paisal kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga:  Tak Mau Lagi Dilukai Opini, Abdul Hadi Seret Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Pengadilan ‘Buktikan atau Itu Fitnah!’

Ia menjelaskan, proses pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari langkah kepolisian untuk mengumpulkan keterangan dan bukti terkait dugaan pungutan terhadap bantuan sosial yang semestinya diterima utuh oleh masyarakat terdampak bencana.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah aparatur kampung diduga melakukan pungutan terhadap masyarakat penerima bantuan Kemensos yang masing-masing berjumlah Rp.8.000.000. Dugaan pungutan tersebut menimbulkan keluhan dari warga penerima bantuan.

Polres Aceh Tengah saat ini masih mendalami kasus tersebut guna memastikan ada tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat korban bencana. Apabila ditemukan unsur tindak pidana, pihak kepolisian menyatakan akan menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Berita Terkait

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang
Dr. Padriadi Wiharjokusumo, Advokat Medan yang Dicari Investor Asing dari Asia, Amerika hingga Eropa
Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak
Setahun Kasus Kecelakaan Laut Tewaskan Dua Orang di Muna Tak Jelas, Kuasa Hukum Soroti Kinerja Penyidik Polres
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:03

​Polres Bitung Gelar Dialog di Wangurer, Ajak Masyarakat Peduli Pengangguran dan Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 05:18

Penerangan Hukum Kejari Bireuen di Kota Juang: Ingatkan Keuchik Kelola Anggaran Desa Secara Transparan dan Akuntabel

Kamis, 5 November 2026 - 03:18

Bagi-bagi Brosur Imbauan, Satlantas Polres Bireuen Tingkatkan Ketertiban Masyarakat dalam Berlalu Lintas

Kamis, 5 November 2026 - 03:07

Tragedi Penembakan di Tiro, Mantan Tokoh GAM Eropa Desak Presiden Prabowo Turun Tangan Selamatkan Perdamaian Aceh

Kamis, 5 November 2026 - 01:18

Kopi Kamtibmas: Cara Polsek Jangka Rangkul Para Keuchik Jaga Kondusifitas Gampong

Rabu, 4 November 2026 - 14:53

Evaluasi Eselon II, Pemkab Aceh Tenggara Gelar Uji Kompetensi 19 Jabatan JPT Pratama di Medan

Rabu, 4 November 2026 - 13:37

Revolusi Garam Bireuen: KKP Pasok 50 Dapur Modern, Produksi Melejit hingga 300 Persen!

Rabu, 4 November 2026 - 12:06

PT Jasa Raharja (Persero ) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta bersama Satlantas Jakarta Utara Perkuat Kampanye Keselamatan di Dua Titik Rawan Kecelakaan

Berita Terbaru