Jakarta | TribuneIndonesia.com
Pusat Pendidikan Bela Negara di Rumpin, Bogor, menjadi saksi hangatnya pertemuan antara Polri dan insan pers, Selasa (03/02/26).
Dalam balutan kegiatan Retret Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara yang diinisiasi PWI dan Kemhan RI, Sabtu (31/01), Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir hadir untuk memperkuat jalinan kemitraan strategis.
Momen ini dimanfaatkan oleh lulusan terbaik Akpol 1996 tersebut untuk menyapa sekaligus memperkenalkan diri secara resmi sebagai Kadiv Humas Polri yang baru.
Kehadiran peraih Adhimakayasa ini membawa suasana diskusi yang inklusif, di mana ia menyelami langsung dinamika kerja para pemimpin media massa dan wartawan yang hadir sebagai peserta retret.
Dalam orasinya, Irjen Johnny menyampaikan apresiasi mendalam terhadap dedikasi para jurnalis dalam mengedukasi masyarakat melalui narasi publik yang sehat.
Ia memandang bahwa kerja jurnalistik bukan sekadar profesi, melainkan instrumen vital dalam merawat nilai-nilai kebangsaan serta menjaga kokohnya pilar demokrasi di tanah air.
Eks ajudan Presiden Joko Widodo ini menegaskan bahwa Polri berkomitmen penuh melindungi kebebasan pers sebagai amanat konstitusi.
Baginya, dalam sebuah negara hukum yang demokratis, pers berdiri sebagai pilar utama yang harus dijaga independensinya agar checks and balances dalam kehidupan bernegara tetap berjalan optimal.
Namun, Johnny juga memberikan catatan kritis bahwa kemerdekaan berekspresi di ruang publik tidak bersifat absolut tanpa batas.
Ia mengingatkan bahwa setiap produk jurnalistik harus senantiasa berpijak pada landasan profesionalisme yang kuat serta kepatuhan yang ketat terhadap kode etik jurnalistik yang berlaku.
”Kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab dan penghormatan terhadap hukum,”
Ujar Kadiv Humas Polri tersebut. Pesan ini menjadi pengingat penting bagi para awak media agar tetap mengedepankan akurasi dan integritas di tengah derasnya arus informasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
Sebagai penutup, silaturahmi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi baru yang lebih solid antara Korps Bhayangkara dan pers nasional.
Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang informatif dan sehat, sekaligus menjadi benteng pertahanan dalam mendukung penguatan nilai-nilai demokrasi di Indonesia. (*-Talia)











