15 Tahun Terabaikan, Jalan Warga Batang Kuis Masih Jadi Kubangan

- Editor

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG KUIS | TribuneIndonesia.comJalan Muspika Gang Cemara 3, Dusun 8, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, hingga kini belum juga tersentuh aspal meski telah hampir 15 tahun menjadi satu-satunya akses keluar masuk warga.Kondisi jalan tersebut rusak parah.

Saat hujan turun, permukaannya berubah menjadi kubangan licin yang menyerupai lumpur kandang ternak. Warga yang melintas kerap terpeleset dan nyaris terjatuh, terutama anak-anak dan lansia.

Ironisnya, sekitar 90 persen wilayah Kecamatan Batang Kuis telah menikmati jalan beraspal. Namun Gang Cemara 3 justru seolah luput dari peta pembangunan dan perhatian pemerintah.

Warga mengaku telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Namun semua upaya itu tak pernah membuahkan hasil. Tidak ada tanggapan resmi, apalagi realisasi di lapangan.

Baca Juga:  Wabup Syaiful Hadiri Musda VI PKS Lampung Selatan, Tekankan Sinergi Politik dan Pemerintah

Adi (50), salah satu warga Dusun 8, saat dikonfirmasi Jumat (7/1/2025), mengungkapkan kekecewaan mendalam warga terhadap pemerintah setempat.

“Warga sudah lelah menunggu janji. Selama belasan tahun, tidak ada kepedulian nyata dari pemerintah,” ujarnya dengan nada kecewa.

Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur berskala besar di Kabupaten Deli Serdang, persoalan mendasar seperti pengaspalan jalan lingkungan justru terabaikan. Padahal, jalan tersebut menyangkut keselamatan, mobilitas, dan hak dasar warga.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah pembangunan hanya berpihak pada proyek-proyek besar, sementara jeritan warga di gang sempit dibiarkan tenggelam dalam lumpur.

Ilham Gondrong

 

Berita Terkait

Sekjend (GBNN )Aceh Tenggara Minta Evaluasi Program MBG DiDesa Biak Muli Kecamatan Bambel
Mahasiswa Ilmu Politik Dorong Pemahaman Mitigasi dan Pascabencana yang Komprehensif
GMNI Minta Pemerintah Tolak Permintaan AS Terkait Akses Mineral Kritis dalam Kesepakatan ART
Pulau Sumba, Kekayaan Alam dan Budaya Nusantara yang Tak Terlupakan
Rp200 Ribu–Rp420 Ribu per KPM, Dugaan Pungli Bansos di Pasirsedang Kian Menguat
Beberapa Desa Dalam Kecamatan Pante Bidari Kembali Terendam Akibat Derasnya Hujan Semalam
Ramai Dugaan Pungli Bansos di Pasirsedang, Camat Picung Dinilai Normatif dan Minim Transparansi
Hutama Karya Catat 2,49 Juta Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatera Selama Nataru 2025/2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 02:24

​Aksi Cepat Personel Gabungan Bersihkan MIN 8 Bener Meriah Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 - 01:32

Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas Soroti Krisis Tata Kelola: Kerusakan Lingkungan dan Korupsi Picu Penderitaan Rakyat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 01:19

Tinjau Aceh Utara, HRD Terima Aspirasi Pembangunan Huntara dan Pembersihan Lumpur

Jumat, 9 Januari 2026 - 04:02

Menteri KKP RI Sakti Wahyu Trenggono Tinjau dampak bencana Pascabanjir di Jangka, Bireuen

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:00

​Wakapolda Sulut dan Wali Kota Bitung Gelar Panen Jagung Serentak di Matuari

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:09

Pergub Disabilitas Aceh Disusun, Dinsos Dorong Kebijakan Inklusif dan Implementatif

Kamis, 8 Januari 2026 - 02:34

Bireuen Becomes the First District in Aceh to Begin Permanent Housing Construction After Disaster

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:39

Angin Kencang Terjang Bitung, Kapolsek Matuari Pimpin Evakuasi Pohon Tumbang di Dua Kelurahan

Berita Terbaru