Jakarta | TribuneIndonesia.com
Presiden Prabowo Subianto mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang menyusul insiden tewasnya seorang pengemudi bernama Affan Kurniawan, yang memicu aksi kericuhan di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Dalam pernyataan resminya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menangani kasus tersebut dengan serius serta mengingatkan publik agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi untuk menciptakan instabilitas.
“Saya juga mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada. Ada unsur-unsur yang selalu ingin huru-hara, yang ingin chaos. Saya sampaikan kepada seluruh rakyat bahwa hal tersebut tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, dan tidak menguntungkan bangsa kita,” ujar Prabowo.
Presiden menekankan bahwa saat ini Indonesia tengah berada dalam fase penting pembangunan nasional untuk menjadi bangsa yang kuat dan mandiri. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat menjaga suasana tetap kondusif.
“Bangsa kita sedang berbenah diri. Bangsa kita sedang mengumpulkan semua tenaga, kekuatan, kekayaan, untuk kita bangkit membangun negara yang kuat, sejahtera, serta berhasil mengatasi kemiskinan dan kelaparan. Kita akan menjadi bangsa yang maju, yang mandiri, yang berdiri di atas kaki sendiri,” tegas Prabowo.
Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa ruang demokrasi tetap terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Hanya saja, ia menekankan pentingnya penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan sesuai aturan hukum.
“Untuk itu, kita harus waspada, kita harus tenang, dan kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok yang ingin membuat huru-hara dan kerusuhan. Aspirasi yang sah, silakan untuk disampaikan. Kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki,” pungkasnya.
Pernyataan Presiden ini diharapkan dapat meredam ketegangan publik sekaligus mendorong masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kondusifitas di tengah dinamika yang terjadi.