Aceh Tenggara Dorong Inovasi Daerah Lewat Sosialisasi dan Pembinaan

- Editor

Jumat, 8 Agustus 2025 - 02:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane | TribuneIndonesia.com

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Inovasi Daerah Tahun 2025 di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Tenggara, Kamis (7/8/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menumbuhkan budaya inovatif di lingkungan birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kegiatan tersebut diikuti Kepala Pelaksana BPBD, Kaban Keuangan Aceh Tenggara, Kepala Disdukcapil, Kadis Koperasi UKM dan Transmigrasi, Kadis Pariwisata, Kadis Sosial, Kadis Perpustakaan, para camat, serta perwakilan OPD.

Mewakili Bupati Aceh Tenggara, Sekretaris Daerah Yusrizal, dalam sambutan nya mengatakan bahwa inovasi daerah merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi yang berkelanjutan.

Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan data terakhir, partisipasi perangkat daerah dalam melaporkan inovasi masih tergolong rendah.

“Inovasi tidak hanya soal proyek besar, tapi bagaimana kita merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat, dan efisien. Oleh karena itu, saya minta semua OPD segera menginventarisasi dan melaporkan inovasi yang sudah maupun sedang berjalan,” ujarnya.

Narasumber kegiatan, Nanda Yuniza, Fungsional Perencana Ahli Madya Bappeda Aceh, mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak perlu ragu dalam mengusulkan inovasi, sekecil apa pun bentuknya. Menurutnya, pendekatan inovatif tidak selalu harus berbasis teknologi tinggi, tetapi bisa berupa perubahan pola kerja, tata kelola, maupun penyederhanaan proses layanan publik.

“Sering kali, inovasi yang paling berdampak justru berasal dari hal-hal yang sederhana. Yang terpenting adalah ada unsur kebaruan, manfaat langsung bagi masyarakat, dan potensi untuk direplikasi,” jelas Nanda.

Ia menambahkan, Bappeda Aceh siap memfasilitasi koordinasi dan pembinaan lanjutan untuk memperkuat ekosistem inovasi di Kabupaten/Kota, termasuk pendampingan penyusunan dokumen inovasi sesuai ketentuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kepala Bappeda Aceh Tenggara, Sahroel Desky, turut menyampaikan komitmen dalam mendorong ekosistem inovasi yang inklusif di seluruh sektor. Ia menegaskan bahwa Bappeda akan memperkuat kolaborasi lintas OPD serta menjalin kerja sama lebih luas untuk mendukung implementasi dan pelaporan inovasi daerah.

Baca Juga:  ​Hormati Jasa Pejuang, Kejaksaan Negeri Bitung Khusyuk Ikuti Renungan Suci di TMP

“Ke depan, kita akan bangun kerja sama dengan seluruh sektor agar inovasi tidak hanya berhenti di ide, tetapi bisa dikembangkan dan dilaporkan dengan baik,” ujar Sahroel.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bappeda Aceh yang telah menghadirkan narasumber dalam kegiatan ini, serta memberikan bimbingan teknis kepada para peserta.

“Kami berterima kasih kepada Bappeda Aceh yang telah mendukung kegiatan ini. Dengan kehadiran narasumber yang kompeten, kita jadi lebih paham bagaimana inovasi seharusnya dibangun dan dilaporkan,” tambahnya.

Sahroel menambahkan, secara faktual, inovasi di Aceh Tenggara cukup banyak dan beragam. Namun, menurutnya, tantangan terbesar selama ini adalah kurangnya dokumentasi dan pelaporan ke sistem Inovasi Daerah (IID).

“Padahal banyak inovasi yang sudah kita lakukan. Sayangnya belum semua dilaporkan ke IID, dan ini tentu memengaruhi penilaian pusat terhadap kinerja daerah,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan daerah dalam menghadapi penilaian IID oleh Kemendagri Republik Indonesia. Pemeringkatan ini digunakan sebagai salah satu indikator evaluasi kinerja pemerintah daerah secara nasional.

Aceh Tenggara pada tahun sebelumnya tercatat belum masuk dalam kategori “inovatif” berdasarkan IID, sehingga pada tahun ini pemerintah daerah menargetkan peningkatan capaian dengan memperbanyak jumlah inovasi yang dilaporkan dan meningkatkan kualitas pelaksanaannya.

Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara berharap agar budaya inovasi tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi tumbuh menjadi bagian dari nilai kerja ASN di semua jenjang.

Selain untuk memperkuat kualitas pelayanan publik, inovasi daerah juga dinilai sebagai sarana untuk mendorong efisiensi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah.

Tim Liputan Dinas Kominfo Aceh Tenggara.

Berita Terkait

Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.
Job Fair 2026. Lowongan Terbuka, Kompetensi Masih Jadi Soal
JALAN NASIONAL DESA KUNING I ACEH TENGGARA HANCUR LEBUR BAK KUBANGAN KERBAU, LSM KPK-RI SEMPROT TEGAS KINERJA BPJN
Selamat datang Peserta Pendidikan dan Pelatihan Laskar Gerindra Kabupaten Simeulue Tahun 2026.
Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan
BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal
Tiga Aplikasi, Ujian Baru Perizinan
Rp1,27 Triliun di APBD Perubahan 2026, Wabup Raja Ampat Ajak Semua Pihak Kawal Pembangunan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 14:55

Kodaeral VIII dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 6,75 Ton Sianida Ilegal di Tiga Wilayah

Selasa, 29 September 2026 - 13:57

Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.

Selasa, 29 September 2026 - 13:34

Target Pendapatan Naik, Saparuda IB Soroti Kemampuan Keuangan RSUD Datu Beru

Selasa, 29 September 2026 - 12:20

Job Fair 2026. Lowongan Terbuka, Kompetensi Masih Jadi Soal

Selasa, 29 September 2026 - 08:07

Pasca Bencana, Anggaran Setdakab Aceh Tengah Bertambah Rp4,3 Miliar, Abdan Sakura Soroti Sejumlah Pos Belanja

Selasa, 29 September 2026 - 07:25

GEGER! Kantor Desa Paya Metah Karang Baru Diduga Numpang di Rumah Pribadi Datok, Dana Sewa Kemana?

Selasa, 29 September 2026 - 05:22

Selamat datang Peserta Pendidikan dan Pelatihan Laskar Gerindra Kabupaten Simeulue Tahun 2026.

Selasa, 29 September 2026 - 04:42

APBK-P Aceh Tengah 2026 Naik Rp121 Miliar, Aktivis Gayo Pertanyakan Arah Kebijakan Pemulihan Pascabencana

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Job Fair 2026. Lowongan Terbuka, Kompetensi Masih Jadi Soal

Selasa, 29 Sep 2026 - 12:20

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x