Skandal Tumpang Tindih Sewa Eks Pasar Aksara, TKN Kompas Nusantara Ancam Tempuh Jalur Hukum

- Editor

Minggu, 27 Juli 2025 - 12:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Adi Warman Aset Pemko Medan Bukan Milik Pribadi, Jangan Korbankan Rakyat Demi Kepentingan Segelintir Oknum

Medan | TribuneIndonesia.com — Dugaan praktik sewa menyewa tanah eks Pasar Aksara yang tumpang tindih di Kota Medan memicu kemarahan publik dan menjadi sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara. Ketua Umum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, mendesak Wali Kota Medan saat itu, Bobby Nasution, dan Direktur Utama PUD Pasar ketika itu, Suwarno, untuk bertanggung jawab dan menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Menurut Adi Warman, meski pihaknya tidak memiliki dokumen resmi terkait proses sewa menyewa tersebut, namun informasi dari sejumlah media dan masyarakat menunjukkan adanya indikasi kuat praktik sewa ganda yang tidak tertib administrasi.

“Kami tidak akan tinggal diam. Tanah eks Pasar Aksara adalah aset milik publik, bukan milik perorangan. Masyarakat Medan sudah lelah dengan pengelolaan aset yang sarat dengan dugaan permainan. Mulai dari Lapangan Merdeka, Stadion Teladan, Lampu Pocong, hingga proyek-proyek besar lainnya. Jangan lagi rakyat dikorbankan untuk kepentingan segelintir elite,” tegas Adi Warman saat diwawancarai, Minggu (27/7/2025) di Medan.

Ia juga menegaskan bahwa TKN Kompas Nusantara tengah menyiapkan langkah hukum untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut. Adi menilai bahwa tata kelola aset oleh PUD Pasar Kota Medan selama ini dinilai mengabaikan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme.

Dalam pernyataannya, Adi juga menyoroti lemahnya pengawasan dari Pemerintah Kota Medan, yang seharusnya menjamin agar aset-aset strategis milik daerah dikelola secara terbuka dan bebas dari konflik kepentingan.

Baca Juga:  Marwah UUPA Terancam, SAPA Minta Pemerintah Aceh dan DPRA Bersikap Tegas

“Pemko Medan saat ini dipimpin oleh Wali Kota Rico Waas. Kami mendesak beliau untuk segera turun tangan! Jangan biarkan oknum-oknum tertentu mempermainkan aset daerah seenaknya. Ini soal marwah pemerintahan dan kepercayaan rakyat terhadap institusi negara,” ujarnya tegas.

Adi Warman mengingatkan bahwa pengelolaan aset negara sudah diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, khususnya Pasal 45, yang menyebutkan bahwa pengelolaan barang milik negara/daerah harus dilakukan secara tertib, efisien, dan bertanggung jawab.

Selain itu, PP Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah juga menjelaskan bahwa penyewaan aset harus melalui prosedur hukum yang sah, transparan, serta tidak menimbulkan konflik kepentingan. Pasal 30 hingga 34 dalam peraturan tersebut bahkan mengatur detail proses penyewaan hingga pencabutan dan penghapusan hak guna pihak ketiga.

“Dugaan tumpang tindih sewa tanpa pencabutan hak sebelumnya adalah pelanggaran nyata terhadap prinsip good governance. Ini bisa dan harus diaudit oleh BPK. Kami juga minta aparat penegak hukum (APH) tidak tinggal diam. Jangan biarkan masyarakat berasumsi bahwa hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” tandasnya.

Adi menyatakan pihaknya siap mengajukan laporan resmi kepada BPK dan instansi penegak hukum lainnya demi membongkar tuntas dugaan penyimpangan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Medan maupun PUD Pasar terkait dugaan tumpang tindih izin sewa tanah eks Pasar Aksara tersebut.

Ilham TribuneIndonesia.com

Berita Terkait

Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang
Dr. Padriadi Wiharjokusumo, Advokat Medan yang Dicari Investor Asing dari Asia, Amerika hingga Eropa
Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak
Setahun Kasus Kecelakaan Laut Tewaskan Dua Orang di Muna Tak Jelas, Kuasa Hukum Soroti Kinerja Penyidik Polres
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian
Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai
FKPPI Temui Asri Ludin, Dukungan Organisasi Diuji Program
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:44

Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang

Senin, 2 November 2026 - 10:13

Tragedi Senin Pagi di Gayo Lues: 22 Rumah, Mushala, dan Balai Adat Ludes Terbakar

Senin, 2 November 2026 - 07:18

Dukung Kebutuhan Daerah, PT PEMA Salurkan Dua Unit Becak Motor untuk Pemko Langsa

Minggu, 1 November 2026 - 17:00

Cegah Kebocoran Pajak Daerah, BPKK Aceh Tengah Hadirkan Aksi Perubahan Aplikasi GEO-ATLAS

Minggu, 1 November 2026 - 12:15

Destinasi Wisata Kota Batu Kecamatan Simtim Kabupaten Simeulue Dipadati Wisatawan Lokal Saat Hari Reha

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:04

Kelurahan Wangurer dan Kecamatan Girian Apresiasi Langkah Ditjen AHU Tuntaskan Status Kewarganegaraan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:06

Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:33

Satgas PRR Kemendagri dan Pemko Langsa Perkuat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Dukung Kebutuhan Daerah, PT PEMA Salurkan Dua Unit Becak Motor untuk Pemko Langsa

Senin, 2 Nov 2026 - 07:18

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x