Longsor di KM 62 Tenge Besi Tutup Jalan Bireuen–Takengon, Polres Bener Meriah Turun Tangan Atur Lalu Lintas

- Editor

Rabu, 30 April 2025 - 18:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Arus lalu lintas sampai dengan malam pukul 08:00 WIB masih terlihat macet, alternatif buka tutup dilalukan agar arus lalu lintas menjadi normal

Bireuen | TribuneIndonesia.com

Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya longsor di Jalan Nasional lintas Bireuen–Takengon, tepatnya di KM 62 kawasan Tenge Besi, pada Rabu (30/4/2025). Material longsor menutup badan jalan di dua titik yang saling berdekatan, menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah terhenti untuk sementara.

Pantauan TribuneIndonesia.com di lokasi menunjukkan bahwa longsoran tanah bercampur batu menimbun seluruh badan jalan, membuat kendaraan tidak bisa melintas baik dari arah Bireuen maupun dari arah Bener Meriah. Kejadian ini berdampak langsung terhadap mobilitas warga dan distribusi barang antarwilayah.

Merespons situasi tersebut, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas terkait, serta Polres Bener Meriah segera dikerahkan ke lokasi. Satu unit truck pemadam kebakaran diturunkan untuk membersihkan timbunan material dengan cara disemprotan, sementara personel Polres Bener Meriah mengambil langkah cepat dengan mengatur lalu lintas di sekitar lokasi kejadian guna mencegah kemacetan berkepanjangan dan memastikan keselamatan pengendara.

Personel Polres Bener Meriah dengan sigap langsung diterjunkan ke lapangan begitu laporan diterima. Mereka fokus pada pengamanan lokasi dan pengaturan arus kendaraan, agar tidak terjadi penumpukan dan kecelakaan. Pengemudi juga di imbau untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas agar tidak ada kendaraan yang saling mendahului yang dikhawatirkan menimbulkan kemacetan.

Baca Juga:  Waspada !! Ini 10 Penyakit yang Paling Banyak Diderita Warga Simeulue Tahun 2025"

Longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil dipicu oleh intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Tim reaksi cepat terus memantau kondisi di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, mengingat kawasan tersebut memang rawan bencana tanah longsor.

Sekitar beberapa jam setelah kejadian, satu jalur berhasil dibuka kembali. Meski arus lalu lintas belum sepenuhnya normal, kendaraan roda dua dan roda empat kecil mulai bisa melintas dengan sistem buka tutup. Pembersihan total masih terus dilakukan agar jalan kembali dapat dilalui secara dua arah.

Dengan kondisi cuaca alam yang tidak menentu dihimbau pengguna jalan yang melintasi jalur Bireuen–Takengon, terutama di wilayah perbukitan Tenge Besi, untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat cuaca buruk.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana, khususnya di jalur penghubung utama antar kabupaten yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi regional. (Ct)

Berita Terkait

Diduga Catut Nama Anak Sebagai Anak Didik TK Swasta Telege Ceret di Aceh Tengah Disorot
RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Kajari Simeulue Terima Tahap II, 5 Tersangka Korupsi Jalan Simpang Air Dingin-Labuhan Bajau Rp7,6 Miliar Resmi Ditahan
Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali
Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
PENCURIAN TOWER XL DI TUALANG BARO TERULANG! WARGA RESAH, DIDUGA KOMPlotan PENCURI BERKELIARAN DI TENGAH MALAM
Cak Imin Sentil Kader PKB: Jangan Terlena Kekuasaan, Kuasai Media Sosial dan Hadir untuk Rakyat
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 00:43

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut

Selasa, 3 November 2026 - 12:44

Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 12:32

Sembilan Keluarga di Tanjung Morawa Terima Rumah Layak Huni, Bupati Serahkan Kunci

Selasa, 3 November 2026 - 11:47

Tutup Latsar CPNS 2026, Hengky Honandar Tegaskan ASN Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 05:08

Erosi Sungai Ular Meluas, Relokasi Warga Jadi Pilihan Terakhir

Senin, 2 November 2026 - 13:09

Tiga Kompor Gas Meledak di Kantin RSUD Langsa, Api Berhasil Dipadamkan Tanpa Korban Jiwa, Pelayanan tetap Normal

Senin, 2 November 2026 - 10:44

Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang

Senin, 2 November 2026 - 10:13

Tragedi Senin Pagi di Gayo Lues: 22 Rumah, Mushala, dan Balai Adat Ludes Terbakar

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Berpolitik Serius, Ikutan atau Sekadar Latah?

Rabu, 4 Nov 2026 - 00:31

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x