Warga Puri Gading Jimbaran Lakukan Aksi Protes Minta PT MSC Percepat Perbaikan Jembatan

- Editor

Rabu, 12 Maret 2025 - 15:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jimbaran | Tribuneindonesia.com

Puluhan warga perumahan Puri Gading Jimbaran Bali menggelar aksi protes terhadap PT MSC selaku Developer perumahan Puri Gading Jimbaran, rabu (12/3/2025).

Aksi protes warga tersebut, akibat jembatan penghubung perumahan dengan jalan utama Uluwatu tak kunjung selesai dikerjakan dan pihak Developer tak pernah memberikan kepastian kapan proyek yang kini mangkrak tersebut selesai.

Kejadian ini berdampak pada aktivitas warga setempat yang merasa terganggu. Terlebih jalan tersebut merupakan jalan utama menuju jalan raya Uluwatu dan akses menuju lokasi wisata.

” Sangat berdampak pada warga sekitar dan warga asing yang melalui jalan tersebut, karena jalan Puri Gading merupakan akses menuju beberapa tujuan wisata yaitu Balangan dan sudah dijadikan jalan shortcut. Jadi dengan putusnya ini (jembatan) semua terganggu, “jelas I Wayan Mana, Kelian Dinas Banjar Bhuana Gubug Jimbaran, yang ikut dalam aksi protes tersebut.

“Tuntutan dari warga sangat sederhana perbaiki sesegera mungkin jembatan ini. Jembatan ini prosesnya sudah sejak lama semenjak januari kemarin. Cuma penyelesainnya sampai detik ini belum selesai, ” Keluhnya.

Sebelumnya Kepala Lingkungan (kaling) maupun warga setempat telah melakukan pertemuan secara perorangan, namun pihak developer mengaku tidak memiliki biaya lagi untuk menyelesaikan jembatan tersebut.

Dengan mangkraknya pengerjaan jembatan ini, mengakibatkan hampir setiap hari terjadi kemacetan di area jebolnya jembatan tersebut.

Salah satu warga setempat yang bernama Andianto Nahak, membenarkan jika hampir setiap hari lokasi jebolnya jembatan tersebut macet dan krodit pada pagi dan sore hari.

“kami sebagai wakil warga berharap dengan kerendahan hati pihak developer bertanggung jawab atas masalah ini jangan membebankan kepada warga Puri Gading karena ini sangat mengganggu, “kata andi.

Baca Juga:  Ratusan Warga Kepet Adat, Akan Datangi Gedung DPRD Bali

Ia mengaku jika warga setempat juga memberikan bantuan untuk penyelesaian jembatan ini seperti sumbangan besi sebanyak 100 batang, beton cor dan dari sekolah Gandi (Taman Rama) senilai 100 juta.

” Kemana semua sumbangan ini, kenapa tidak bisa dilanjutkan oleh pihak developer, kami tidak ada tuntutan lain, kami hanya berharap dengan kerendahan hati pihak developer punya niat baik untuk memperbaikinya hanya itu harapan kami, “pintanya.

Ia mengaku khawatir, jika perbaikan jembatan ini tak kunjung selesai warga akan melakukan tindakan diluar kendali.

” Karena namanya masyarakat kami tidak tau kalau terus begini bisa terjadi hal hal yang lebih besar pastinya kami berharap supaya hal ini tidak terjadi ini yang kami antisipasi, “imbuhnya.

Sementara pihak Developer, Kusmara Wangsa Dijaya yang dihubungi lewat telepon mengaku akan segera menindak lanjuti protes warga tersebut setelah dirinya pulang dari luar kota.

Disinggung soal sumbangan dari sekolah Gandi senilai 100 juta dan sumbangan material berupa 100 barang besi dan beton cor dari beberapa warga, Ia membantah jika itu bukan berupa sumbangan melainkan inisiatif dari pihak sekolah dan warga.

“Kami tidak pernah meminta sumbangan kepada pihak sekolah Gandi senilai 100 juta. Pihak sekolah memang berinisiatif karena perusahaan kami belum memiliki uang untuk menyelesaikan jembatan tersebut, “bantah Kusmara selaku Kepala Pengembangan Proyek Puri Gading.

Ia mengaku dana tersebut telah dipakai untuk penguatan struktur jembatan yang belum selesai. Dan RAB nya telah dipertanggung jawabkan ke yayasan sekolah.

Lebih lanjut Ia mengatakan akan segera melakukan pertemuan dengan warga terkait penyelesaian jembatan tersebut. (Tik)

Berita Terkait

Kepala SMA Negeri 2 Lawe Sigala-Gala Membangkang Sidang KIA, Terancam Sanksi Administratif hingga Pidana UU KIP
Korupsi Proyek Waterfront City Danau Toba Meledak, GM BUMN Ikut Ditahan, Negara Rugi Rp13 Miliar
Pelajaran Hukum dari Aceh Tengah: Saat “Mengamankan” Pelaku Kejahatan Berujung Tersangka
Sekolah Rakyat Berdiri di Tanah Sengketa, Pemko Medan Diduga Abaikan Proses Hukum
Kejari Aceh Tenggara Lantik Tiga Pejabat Eselon IV, Kajari Tegaskan Komitmen Kejaksaan Modern dan Profesional
Tahanan kabur di Pengadilan Negri Lubuk Pakam, Cipayung Plus desak pencopotan pejabat
Dua Kali Jadi Korban Pencurian, Mansyur Tarigan Malah Duduk di Kursi Terdakwa
Kebakaran Tewaskan Dua Pegawai Lapas Labuhan Bilik, Keluarga Soroti Dugaan Kekerasan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:30

Seruan Aksi Menguat, Mahasiswa Kepung DLH Deli Serdang, Gaungkan #ReformasiPolri

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:14

Menjaga Marwah Profesi: Jurnalis Harus Tepat Memahami Istilah dan Fungsi Kerja

Kamis, 29 Januari 2026 - 04:41

Memahami Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler: Pilar Penting Pendidikan di Sekolah

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:49

Polri di bawah Presiden menguatkan hati, pikiran, dan kerja

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:22

Pengaruh Inflasi dan Biaya Logistik Pada Kenaikan Tarif TOL

Senin, 19 Januari 2026 - 00:00

Hati-Hati pada Senyum yang Terlalu Manis

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:20

Pengawasan yang Disalahpahami: Antara Gudang BNPB dan Marwah Wakil Rakyat di Bireuen

Minggu, 11 Januari 2026 - 05:45

SOMASI: Gerakan yang Terlupakan dalam Riwayat Politik Lokal

Berita Terbaru

Oplus_131072

Pemerintahan dan Berita Daerah

Dana Fantastis Diduga Mengalir ke Rekening Pribadi, PPK RSUD Djoelham Binjai Disorot

Rabu, 4 Feb 2026 - 09:58

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x