Bitung | Tribuneindonesia.com – Gelaran tahunan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2026 siap menghentak Kota Bitung pada 3 hingga 11 Oktober 2026 mendatang, Sabtu 12/09/26).
Bertempat di Satuan Patroli Komando Daerah Angkatan Laut (Satrol Kodaeral) VIII Bitung, perhelatan ini hadir sebagai panggung utama untuk mempromosikan potensi pariwisata, keindahan alam, serta kreativitas lokal ke kancah internasional.
Lebih dari sekadar pesta rakyat, FPSL 2026 mengusung misi besar untuk memperkuat roda perekonomian daerah.
Pemerintah Kota Bitung merancang festival ini sebagai penggerak ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen kota, mulai dari pelaku usaha hingga komunitas lokal.
Model pembiayaan festival tahun ini menunjukkan transformasi signifikan menuju kemandirian perhelatan.
Pemerintah Daerah hanya mengalokasikan sekitar 20 persen dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sementara 80 persen sisanya berhasil dihimpun melalui dukungan sponsor dan kolaborasi dunia usaha.
Skema pendanaan independen ini membuktikan tingginya kepercayaan sektor swasta terhadap potensi pariwisata Bitung.
Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan perayaan yang tidak hanya megah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi warga lokal.
Mengusung tema “Together in Harmony”, FPSL 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun kota.
Harmoni antara pemangku kepentingan ini diyakini mampu mengubah sebuah perayaan musiman menjadi kekuatan ekonomi yang solid dan berjangka panjang.
Melalui rangkaian kegiatan seni, budaya, dan bahari selama sembilan hari penuh, FPSL 2026 optimistis mampu menyedot perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus mengukuhkan posisi Bitung sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia Timur. (kiti)




















