Aceh Tamiang | TribuneIndonesia.com
Gelombang mundurnya tiga pejabat strategis di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang memunculkan tanda tanya besar. Publik mulai menyoroti kondisi internal birokrasi kesehatan yang disebut-sebut sedang tidak baik-baik saja.
Informasi yang beredar di lingkungan pemerintahan menyebutkan, mundurnya para pejabat tersebut diduga berkaitan dengan hubungan kerja yang tidak harmonis dengan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr. Mustakim, M.Kes, Sp.DLP.
Tiga pejabat yang disebut memilih meninggalkan posisi strategis itu masing-masing Dr. Deky yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), kini bertugas di Puskesmas Kota Kuala Simpang. Kemudian drg. Irma yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), kini dipindahkan ke Puskesmas Tualang Cut. Sementara Reinal yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang SDM, kini hanya menjadi staf di Dinas Kesehatan.
Perpindahan tiga pejabat tersebut dalam waktu yang relatif berdekatan memunculkan spekulasi adanya persoalan serius di internal dinas.
“Kalau satu orang mundur mungkin biasa. Tapi kalau sampai tiga pejabat penting memilih meninggalkan jabatan strategis, tentu publik berhak bertanya ada apa sebenarnya di Dinas Kesehatan Aceh Tamiang,” ujar salah seorang sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena Dinas Kesehatan merupakan instansi vital yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat. Ketidakstabilan internal dikhawatirkan berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
Sejumlah kalangan juga menilai Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang perlu turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola kepemimpinan di tubuh Dinas Kesehatan. Apalagi isu ketidakharmonisan antara pimpinan dan pejabat struktural mulai menjadi pembicaraan terbuka di kalangan ASN.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang terkait alasan mundurnya tiga pejabat tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Publik kini menunggu jawaban, apakah mundurnya para pejabat itu murni rotasi biasa dalam birokrasi, atau justru sinyal adanya badai besar di tubuh Dinas Kesehatan Aceh Tamiang. (ct075)

















