Ternyata Oknum Pejabat Dinkes Aceh Diduga Jadi Pengatur Proyek Pokir

- Editor

Selasa, 26 Agustus 2025 - 05:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | TribuneIndonesia.com

Praktik curang diduga telah lama berlangsung di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh. Seorang oknum pejabat disebut-sebut kerap “membalap” aspirasi pokok pikiran (pokir) milik dua anggota DPR Aceh, dan bahkan diduga berperan sebagai pengatur proyek secara sepihak.

Dengan dalih menyalurkan aspirasi masyarakat melalui jalur legislatif, oknum pejabat itu justru disebut-sebut selalu mengarahkan proyek kepada rekanan pilihannya sendiri.

Dua anggota DPR Aceh, pemilik aspirasi pokir tersebut, mengungkapkan bahwa mereka mendapat informasi langsung dari internal dinas. “Oknum pejabat itu sudah lama memelihara kontraktor tertentu agar selalu mendapat jatah proyek. Kadis sendiri sempat menyebutkan hal itu,” ujar salah seorang legislator kepada wartawan, Selasa (26/8/2025).

Menurutnya, pola tersebut berjalan sangat rapi, seolah-olah sesuai prosedur. Padahal, kendali penuh tetap berada di tangan oknum pejabat terkait. “Permainan mereka sistematis. Dari luar tampak normal, tapi sebenarnya proyek sudah diatur sejak awal untuk rekanan tertentu,” tambahnya.

Fenomena ini dikenal dengan istilah “balap pokir”. Begitu usulan program masuk, dinas langsung bergerak mendahului dewan: mulai dari desain kegiatan hingga penentuan rekanan pelaksana. Posisi legislatif pun praktis tidak berdaya, sementara aspirasi masyarakat kehilangan makna.

Baca Juga:  Ajef Bachtiar: Maulid Nabi Jadi Momentum Kebersamaan PERPAM Angsana

Lebih parah lagi, kontraktor yang tidak masuk lingkaran “peliharaan” kerap dipersulit dengan berbagai alasan administratif. “Kadang alasannya diperiksa BPKP, kadang dibilang banyak aturan. Tapi rekanan binaan justru lancar terus, meskipun yang dapat itu-itu saja,” ungkap sumber lain.

Situasi ini menimbulkan dugaan adanya diskriminasi sekaligus monopoli proyek. Rekanan dari luar lingkaran hampir mustahil bersaing, sementara kelompok tertentu justru leluasa. Administrasi disusun sedemikian rupa agar tampak legal, padahal pemenang sudah ditentukan sejak awal.

Banyak kalangan menilai praktik semacam ini jelas merugikan masyarakat. Aspirasi rakyat yang disalurkan lewat wakilnya di parlemen gagal diwujudkan, sementara kualitas proyek pun dipertanyakan karena lebih mementingkan kepentingan kelompok tertentu daripada kebutuhan nyata di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Aceh belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi redaksi melalui telepon dan pesan singkat kepada pejabat terkait juga belum mendapat balasan.

Tim Investigasi Tribune Indonesia

Berita Terkait

13 Rumah Sakit Milik Pemkab dan Pemprov di Aceh Terancam Sanksi Kemenkes
Demi Keselamatan Penerbangan, Polresta Deli Serdang Tes Urine Awak Kabin Garuda di Kualanamu
Kesbangpol Langsa Perkuat Dialog Publik, Serap Aspirasi LSM dan Insan Pers
Diduga Tebar Konten Hoax, Akun Tiktok Diksipolitik.id Bisa Langsung dipidanakan
BPI KPNPA RI-Aceh Kecam Insiden Pengeroyokan Brutal di Polda Metro Jaya
Polisi Hadir, Arus Balik Kualanamu Aman Terkendali
Ridwan Hisjam: Menjaga Nurani di Tengah Godaan Politik Uang
Kasus Dugaan Pengeroyokan di Sukawangi Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi, Kuasa Hukum Desak Penangkapan Pelaku
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:51

Peta Tubuh di Telapak Kaki Antara Mitos, Terapi, dan Fakta Medis

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:00

“Wak Labu ! Raja Licik yang Paling Pintar… Mengelabui Rakyat Sendiri”

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:17

TTI Mendesak Kajari Aceh Besar Usut Kasus THR dan Gaji ke 13 Guru di Kabupaten Aceh Besar sejumlah Rp.17,44 Milyar.

Kamis, 12 Maret 2026 - 04:26

Program Makan Bergizi Gratis: Investasi Masa Depan atau Sekadar Proyek Populis?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:15

Bhayangkara di Garis Pengabdian: Menjaga Negeri tak kenal waktu

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:21

Agama Menguatkan Bhayangkara

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:28

Syariat Islam di Kota Langsa Kian Melemah: Ketika Dinas Syariat Hanya Menerima Laporan Tanpa Kewenangan Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:55

Kecebur Fantasi di Kolam! Udin Dipukul Mimpi, Amat Kena Tampar

Berita Terbaru

Peristiwa, kecelakaan dan bencana Alam

Puting Beliung Terjang Batang Kuis Tengah Malam, 121 Rumah Rusak dan Warga Terluka

Selasa, 31 Mar 2026 - 10:21

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x