Bitung | Tribuneindonesia.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bitung menggelar momentum bersejarah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 yang dibingkai dalam suasana khidmat serta penuh kebersamaan, Jumat (06/11/26).
Perayaan tahunan ini menjadi panggung apresiasi penting bagi jajaran penyelenggara pemilu terhadap insan pers yang berada di wilayah Kota Bitung.
Dalam rangkaian acara puncak tersebut, Ketua KPU Kota Bitung, Deslie D. Sumampouw, menyerahkan piagam penghargaan secara langsung kepada Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bitung, Muaz Taizar Basalama.
Penyerahan penghargaan ini menandai pengakuan resmi lembaga atas dedikasi dan kolaborasi erat pers dalam mengawal transparansi kinerja penyelenggara pemilu selama ini.
Peringatan usia ke-73 KPU kali ini mengusung tema besar “Mengawal Suara Rakyat, Menjaga Demokrasi” yang menjadi pedoman utama seluruh jajaran KPU.
Tema tersebut menekankan bahwa peran pers dan penyelenggara pemilu saling melengkapi dalam mengawal seluruh proses pemilihan agar berjalan adil serta akuntabel.
Ketua KPU Kota Bitung, Deslie D. Sumampouw, memaparkan kilas balik perjalanan panjang kelembagaan yang bermula sejak pembentukan Panitia Pemilihan Indonesia di tingkat nasional.
Ia menegaskan bahwa pendirian lembaga penyelenggara pemilu beriringan dengan semangat daerah dalam memperbarui kelembagaan perwakilan rakyat.
Deslie menggarisbawahi bahwa pertumbuhan demokrasi Indonesia memerlukan perataan komitmen di semua lini, baik pusat maupun daerah. Menurutnya, rekam jejak sejarah pergerakan demokrasi merupakan bagian berharga yang wajib dipelihara bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

”Tema perayaan tahun ini mengandung makna dan tanggung jawab besar bagi seluruh jajaran penyelenggara pemilu. Suara rakyat bukan sekadar angka dalam proses penghitungan, melainkan wujud kedaulatan rakyat yang wajib kita hormati, lindungi, dan pertanggungjawabkan,”
ujar Ketua KPU Kota Bitung saat menyampaikan pidatounya.
Ia menegaskan kembali bahwa esensi utama dari tugas KPU adalah menjaga kemurnian aspirasi publik melalui pelaksanaan setiap tahapan pemilu secara profesional.
Prinsip integritas, transparansi, independensi, serta akuntabilitas menjadi fondasi dasar yang tidak boleh tawar-menawar.
”Hari Lahir KPU hendaknya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial belaka. Ini harus menjadi momentum refleksi bagi kita semua untuk memperkuat komitmen, meningkatkan kualitas pengabdian, serta menjaga kehormatan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi KPU,”
tutur Deslie menambahkan.
Selain seremoni penghargaan dan pidato kelembagaan, KPU Kota Bitung juga mengisi perayaan HUT ke-73 ini dengan agenda sosial. Jajaran KPU membagikan santunan serta menggelar doa bersama anak-anak yatim di lokasi acara.
Aksi kepedulian sosial tersebut dirancang sebagai wujud kepedulian nyata KPU terhadap masa depan generasi muda bangsa. Langkah ini sekaligus bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta memupuk rasa solidaritas kemanusiaan antarsesama.
Melalui kegiatan sosial ini, Deslie mengingatkan seluruh jajarannya agar senantiasa membawa nilai-nilai empati dalam mengemban tugas negara. Ia berharap spirit kebersamaan selalu mewarnai setiap pengabdian yang dijalankan oleh para personel KPU Kota Bitung.
Di lokasi yang sama, Ketua PWI Kota Bitung, Muaz Taizar Basalama, menyampaikan apresiasi mendalam atas pengakuan yang diberikan oleh KPU Kota Bitung.
Pihaknya menyambut hangat penganugerahan piagam penghargaan yang bertepatan dengan momentum ulang tahun kelembagaan KPU tersebut.
”Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua KPU Bitung yang telah memberikan penilaian positif terhadap kinerja PWI melalui sebuah piagam penghargaan di Hari Ulang Tahun KPU ini,”
ungkap Muaz Taizar Basalama saat menerima penghargaan.
Muaz menilai penghargaan ini menjadi dorongan moral bagi para insan pers di Kota Bitung untuk terus menyajikan karya jurnalistik yang independen, edukatif, dan berimbang.
Kemitraan strategis dengan KPU diyakini mampu menjaga iklim demokrasi lokal tetap sehat.
”Kedepannya, PWI Kota Bitung akan bekerja lebih baik lagi dan semakin profesional, terutama bagi rekan-rekan jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia di Kota Bitung,”
pungkas Muaz optimis dengan senyumnya yang khas. (kiti)













