Bitung | Tribuneindonesia.com –Atmosfer spiritual yang kental menyelimuti Kota Bitung saat ribuan umat Kristiani melangsungkan ibadah Jumat Agung pada Jumat (3/4/2026).
Di balik kekhusyukan doa-doa yang dipanjatkan, terlihat kesiagaan penuh dari aparat keamanan yang berjaga di setiap sudut rumah ibadah demi menjamin kelancaran peringatan wafatnya Yesus Kristus tersebut.
Sebanyak 172 personel dari Kepolisian Resor (Polres) Bitung dikerahkan untuk mengawal jalannya rangkaian ibadah. Tidak bergerak sendirian, Polri turut menggandeng jajaran TNI serta berbagai unsur mitra keamanan lainnya guna memastikan setiap jemaat dapat beribadah tanpa rasa was-was di ratusan gereja yang tersebar di wilayah hukum setempat.
Operasi pengamanan berskala besar ini dimulai serentak sejak pukul 08.00 WITA.
Kepemimpinan langsung diambil alih Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., yang turun ke lapangan bersama Wakapolres Kompol J.H. Daniel Korompis, S.E., serta Kabag Ops AKP Novrianto Sadia untuk memantau situasi secara real-time.
Delapan kecamatan di Kota Bitung, mulai dari Maesa hingga Lembeh Utara, menjadi titik fokus konsentrasi personel.
Kehadiran aparat ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan manifestasi nyata dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan prima bagi masyarakat yang tengah menjalankan kewajiban religiusnya.
Menariknya, pengamanan ini mencerminkan potret toleransi yang kuat di Kota Cakalang. Di lapangan, personel Kodim 1310/Bitung bersinergi dengan Satpol PP, Senkom, hingga organisasi kemasyarakatan lintas agama seperti Banser Ansor, Panji Yosua, Legium Cristum, serta para pemuda setempat yang turut menjaga gerbang-gerbang gereja.
Strategi yang diterapkan tim gabungan mencakup pengawasan menyeluruh, mulai dari manajemen arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan hingga patroli dialogis di sekitar area gereja.
Pendekatan humanis ini sengaja dikedepankan guna menjaga harmoni dan kedamaian antarumat beragama yang selama ini terjaga dengan baik.
Mewakili Kapolres Bitung, Kabag Ops AKP Novrianto Sadia menegaskan bahwa tugas ini merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin kebebasan beribadah.
Ia menekankan bahwa prioritas utama kepolisian adalah terciptanya rasa aman bagi warga yang sedang memperingati hari suci tersebut.
”Kehadiran kami bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Jumat Agung berlangsung aman, lancar, dan penuh khusyuk. Kami berupaya memberikan kenyamanan maksimal sehingga jemaat bisa beribadah dengan tenang,”
jelas AKP Novrianto Sadia dalam keterangannya di sela-sela pemantauan.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa kunci suksesnya stabilitas keamanan di Kota Bitung terletak pada kolaborasi yang solid antarinstansi.
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi modal penting dalam memelihara situasi Kamtibmas yang kondusif di tengah momentum hari besar keagamaan.
Ibadah peringatan kematian Yesus Kristus itu sendiri berlangsung dengan khidmat, diisi dengan pembacaan firman, puji-pujian, serta doa syafaat yang mendalam.
Jemaat di berbagai denominasi gereja mengikuti prosesi dengan tertib hingga seluruh rangkaian ibadah mencapai puncaknya pada tengah hari.
Tepat pukul 12.30 WITA, rangkaian ibadah di seluruh wilayah dilaporkan berakhir dengan situasi yang tetap aman dan terkendali.
Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti nyata peran Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat yang hadir secara humanis di tengah momen-momen penting warga. (Kiti)



















