Mata Air Danowudu Keruh Pasca Gempa, Manajer Perumda Duasudara Sampaikan Permohonan Maaf kepada Warga Bitung

- Editor

Jumat, 3 April 2026 - 00:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Bitung | Tribuneindonesia.com –Jajaran manajemen Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung melakukan inspeksi mendadak ke lokasi Mata Air Danowudu pada pagi, Rabu (03/04/26).

Langkah cepat ini diambil sebagai respons atas gangguan kualitas air pasca gempa bumi (02/04) yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Peninjauan tersebut difokuskan untuk memantau langsung kondisi teknis sumber air yang menjadi tumpuan utama masyarakat Bitung.

Delegasi peninjauan dipimpin langsung  Manajer Utama Perumda Duasudara, Alfred Salindeho. didampingi jajaran strategis lainnya, termasuk Manajer Umum, Dewan Pengawas (Dewas), serta Manajer Teknik beserta staf ahli terkait.

Kehadiran seluruh lini pimpinan ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menangani krisis air bersih yang terjadi secara mendadak.

​Berdasarkan pengamatan di lokasi Mata Air Danowudu, kondisi air terpantau mengalami perubahan fisik yang signifikan.

Air yang biasanya jernih kini berubah menjadi keruh akibat dampak guncangan seismik yang kuat. Fenomena alam ini menyebabkan sedimentasi di dasar sumber air terangkat, sehingga menurunkan standar kualitas air yang akan didistribusikan kepada pelanggan.


Dalam keterangan resminya dari lokasi peninjauan, Alfred Salindeho menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh warga Kota Bitung.


Ia mengakui bahwa gangguan ini telah menghambat aktivitas harian para pelanggan yang sangat bergantung pada pasokan air dari Perumda Duasudara.

​”Mohon maaf kepada warga Kota Bitung, sehubungan dengan bencana alam yang terjadi, hal ini sangat berdampak pada kondisi sumber mata air kita. Sebagaimana yang kita saksikan bersama, air saat ini menjadi keruh,”

ujar Salindeho saat memberikan keterangan di pinggiran Mata Air Danowudu.

Baca Juga:  Abu Mudi Lantik Pengurus Tastafi Se-Aceh dan Perwakilan Luar Negeri

Lebih lanjut, pihak manajemen menegaskan bahwa kondisi air saat ini berada pada level yang tidak layak untuk dikonsumsi secara langsung.

Hal ini dilakukan demi menjaga aspek kesehatan dan keamanan para pelanggan, sehingga distribusi perlu mendapatkan penanganan khusus sebelum kembali dialirkan secara normal ke jaringan perpipaan.

​Salindeho juga mengklarifikasi bahwa penurunan kualitas layanan ini murni disebabkan oleh faktor alam yang tidak terhindarkan.

Ia menekankan bahwa situasi ini merupakan dampak langsung dari bencana gempa bumi, bukan diakibatkan oleh kelalaian teknis maupun operasional dari pihak internal Perumda Air Minum Duasudara.

​”Sekali lagi kami memohon pengertian masyarakat karena ini bukan merupakan kelalaian kami selaku pimpinan pengelola air minum. Kami berharap bantuan doa serta dukungan dari semua pihak agar keadaan alam ini bisa segera stabil,”

tambah Salindeho sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.

​Menutup keterangannya, pihak Perumda Duasudara berkomitmen untuk terus bersiaga di lapangan hingga kondisi air kembali jernih dan normal.

Upaya pemulihan akan terus dilakukan secara intensif dengan memprioritaskan kepentingan masyarakat luas, sembari berharap cuaca dan kondisi geologis di sekitar mata air kembali kondusif. (Kiti)

Berita Terkait

BREAKING NEWS! Api Lahap Tebing Lonobi, BPBD–Polres Raja Ampat Turun Langsung, Medan Ekstrem Jadi Kendala
Dua Jalan Jembatan Darurat Mbarung Dan Natam Putus Dua Kecamatan Terisolir
BERJUANG SENDIRI, TAPI TIDAK HARUS MENUTUP DIRI
Polsek Gandapura Gencarkan Patroli KRYD Cegah Karhutla, Imbau Warga Tak Bakar Lahan
Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi
Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran
FKLL Jakarta Selatan Perkuat Sinergi Tangani Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Ciputat Raya Kebayoran Lama
Kapolres Aceh Timur Silaturahmi ke Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Polri dan Ulama
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 12:50

BREAKING NEWS! Api Lahap Tebing Lonobi, BPBD–Polres Raja Ampat Turun Langsung, Medan Ekstrem Jadi Kendala

Minggu, 27 September 2026 - 12:21

Piagam Rabies dan Target Bebas 2030

Minggu, 27 September 2026 - 04:48

Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi

Minggu, 27 September 2026 - 01:29

Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!

Sabtu, 26 September 2026 - 16:34

Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran

Sabtu, 26 September 2026 - 15:56

Pengawasan APIP Ungkap Temuan Rp2,17 Miliar pada 8 Desa Dalam Kabupaten Simeulue

Sabtu, 26 September 2026 - 10:50

KUA-PPAS Perubahan 2026: Fraksi Demokrat Raja Ampat Beri Catatan Keras untuk Pemerintah Daerah

Sabtu, 26 September 2026 - 10:41

Fraksi Demokrat Bongkar 10 Catatan APBD-P 2026, Desak Bupati Nonaktifkan Kepala Kampung yang Terkena LHP

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Piagam Rabies dan Target Bebas 2030

Minggu, 27 Sep 2026 - 12:21