Respon Cepat Permintaan HRD, Menteri PU Kembali Turun ke Bireuen

- Editor

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen/Tribuneindonesia.com

Untuk mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pasca-bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen, Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Doddy Hanggodo, kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, Aceh, Selasa (24/2/2026).

Kunjungan kerja (kunker) tersebut dalam rangka menindaklanjuti permintaan H Ruslan Daud (HRD), Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) dalam pertemuan khusus HRD dengan Doddy Hanggodo, yang berlangsung penuh keakraban di bulan suci Ramadhan penuh berkah, di Kantor Kementerian PU, Jalan Pattimura, Jakarta, Jumat (20/2/2026) kemarin.

Dalam pertemuan khusus itu, HRD menyampaikan berbagai hal kepada Menteri PU. Ia juga apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Menteri PU beserta seluruh jajaran, mulai dari para Direktur Jenderal, Ibu Sekretaris Jenderal, para Direktur, Kepala Balai, Satker, PPK, hingga seluruh petugas lapangan yang bekerja siang dan malam mempercepat penanganan dampak banjir dan longsor di Aceh.

“Kerja cepat, responsif, dan penuh dedikasi Menteri PU yang selalu bolak balik Aceh, bersama seluruh jajaran benar-benar dirasakan masyarakat Aceh. Ini adalah kerja nyata negara hadir di tengah bencana. Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Menteri PU dan jajarannya,” tegas HRD.

Kepada wartawan, Selasa (24/2/2026) HRD mengatakan, permohonan masyarakat melalui dirinya kepada Menteri PU antara lain, normalisaai sungai jadi fokus utama penanganan banjir. “Akar persoalan banjir di Aceh salah satu penyebabnya adalah akibat alih fungsi hutan menjadi kebun sawit,” terangnya.

HRD juga menyoroti persoalan abrasi pantai dan pendangkalan muara yang kian meluas pasca banjir dan longsor di Aceh. HRD juga menaruh perhatian serius pada jalan-jalan dan jembatan-jembatan yang rusak, ambruk, bahkan roboh akibat banjir dan longsor.

Ia menegaskan bahwa jumlah jembatan terdampak sangat banyak, tidak hanya pada ruas jalan nasional, tetapi juga di jalan non-nasional yang justru menjadi urat nadi konektivitas masyarakat. Sebagai contoh, Jembatan Pante Lhong Kecamatan Peusangan, Jembatan Ulee Jalan Peusangan Selatan, Jembatan Alue Limeng Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen serta sejumlah jembatan lainnya yang ambruk belum ditangani sehingga masyarakat masih menggunakan rakit untuk melintas.

Selain itu, HRD juga turut memperjuangkan percepatan pemenuhan hunian yang layak atau huntara bagi warga terdampak banjir dan longsor. Ia menegaskan bahwa pemenuhan hunian yang layak merupakan kebutuhan mendesak dan kemanusiaan, serta berharap Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU dapat mempercepat realisasinya agar masyarakat segera bangkit dan kembali hidup bermartabat.

Baca Juga:  KPA–Partai Aceh Pidie Teguhkan Semangat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

“Hunian yang layak bukan semata persoalan fisik bangunan, melainkan menyangkut martabat, kemanusiaan, dan rasa keadilan sosial bagi warga terdampak bencana. Hunian memiliki fungsi fundamental sebagai ruang pemulihan psikologis, pusat kehidupan keluarga, basis aktivitas ekonomi, serta penopang keberlangsungan pendidikan dan kesehatan. Karena itu, menghadirkan hunian sementara yang layak bagi korban banjir dan longsor merupakan tanggung jawab krusial negara yang tidak bisa ditunda.

Sebagaimana ditegaskan oleh Ketua Satgas Galapana, Prof Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat koordinasi di Senayan DPR RI pada tanggal 17 Februari 2026 bahwa tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di tenda-tenda darurat sebelum lebaran. Negara harus hadir secara nyata untuk memastikan para penyintas tidak berlarut-larut hidup dalam kondisi darurat, tidak kehilangan harapan, dan dapat kembali bangkit menjalani kehidupan secara bermartabat,” tegas HRD.

HRD memperjuangkan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Pantai Lhong di Desa Beunyot Kecamatan Juli Bireuen, baik pembangunan dan revitalisasi bendung maupun perbaikan saluran irigasi yang rusak akibat banjir dan longsor, agar bisa segera mengairi air ke ribuan hektar sawah terdampak bencana.

Respon cepat Menteri PU, beliau meninjau langsung kondisi infrastruktur yang rusak pascabencana banjir yang melanda Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen. Menteri PU menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk melakukan langkah-langkah strategis, meliputi, pembangunan kembali jembatan yang rusak dengan konstruksi permanen.

Normalisasi sungai secara menyeluruh untuk meminimalisir risiko banjir di masa depan. Perbaikan akses jalan yang mengalami kerusakan parah akibat genangan dan longsor dan perbaikan bendung irigasi agar sawah dapat dialiri kembali.

“Kami akan mempercepat seluruh proses pembangunan infrastruktur yang rusak. Target kami adalah pemulihan secepat mungkin agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terhambat lebih lama,” ujar Menteri PU di sela-sela kunker ke Bireuen.

Bupati Bireuen menyampaikan apresiasi yang mendalam serta ucapan terima kasih atas kepedulian dan respon cepat Menteri PU terhadap musibah yang menimpa Kabupaten Bireuen.

Dalam kunker ini, Menteri PU kembali meninjau Bendungan DI Pante Lhong di Desa Beunyot Kecamatan Juli, Jembatan Pante Lhong Kecamatan Peusangan dan Tanggul Sungai Desa Babah Suwak dan Desa Cot Mee Kecamatan Kuta Blang yang putus untuk segera ditanangi secara permanen. (*)

Berita Terkait

P3-TGAI Dinilai Perkuat Irigasi dan Ketahanan Pangan di Aceh Tenggara
Aceh Tenggara Butuh Proyek Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi
Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Festival Kakao dan Pasar Tani, Dorong Penguatan Ekonomi Petani
Polsek Jagong Jeget Bersama Damkar dan Masyarakat Bahu Membahu Padamkan Kebakaran di Pasar Jagong Jeget
Anggaran Militer vs Gaji Guru: Di Mana Sebenarnya Letak Kekuatan Sebuah Bangsa
Babinsa Koramil 08/Gandapura Komsos Bersama Pedagang, Pantau Harga Ayam di Pasaran
Babinsa Posramil Jeumpa Bantu Warga Panen Jagung, Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas
Babinsa Posramil Peulimbang Pantau Harga dan Stok Ikan di Tengah Cuaca Ekstrem.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:41

Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:38

Sambut HUT RI ke-81, SMPN 1 Manyak Payed Gelar Kerja Bakti Wujudkan Semangat Gotong Royong dan Cinta Tanah Air

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:33

​Kinerja Buruk, Pemkot Bitung Siap Copot Kepala Lingkungan Sewaktu-waktu

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:22

Tanggal yang Tak Beres di Putusan Pengadilan Negri Lubuk Pakam

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:35

GELAR BIMTEK ANTI MALADMINISTRASI, PEMKAB SIMEULUE SIAP HADAPI PENILAIAN OMBUDSMAN RI 31 AGUSTUS – 4 SEPTEMBER 2026*

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:04

Aktivis Simeulue Minta Gubernur Aceh Rekomendasikan Panglima Age Pimpin PT PEMA

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:32

Soal 10 Tiang Listrik di Gresik Tumbang Hingga Lukai Warga dan Rusak Mobil, GM PLN UID Jatim Bungkam

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:27

Jejak Dugaan Makanan Busuk di Dapur MBG Sena, Surat GRPK Mengarah ke Badan Gizi Nasional

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Jejak Panjang Shri Mariamman.Tradisi Hindu yang Bangkit dari Puluhan Tahu

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:22