Presentasikan Aplikasi Digital Wastewise Siswa Cendekia Harapan Jimbaran Bantu atasi Persoalan Sampah

- Editor

Jumat, 15 Agustus 2025 - 13:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badung | TribuneIndonesia.com

Di era teknologi Digitalisasi, para generasi muda harus mengikuti perkembangan jaman. Dalam rangka menyambut HUT RI ke-80, murid-murid di sekolah Cendekia Harapan (CH) Jimbaran mengikuti Hackathon (kompetisi) untuk membuat proposal sistem pengelolaan sampah untuk Provinsi Bali, juga prototype sistem digital (aplikasi/website) untuk pemantauan progress pengolahan sampah masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada jumat (15/8/2025) di sekolah CH ini dihadiri langsung oleh Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DHLK Kabupaten Badung, Anak Agung Dalem dan Ni Made Pertiwi Jaya, sebagai juri.

Sebanyak dua kelompok yang terdiri dari kelas 7 dan 8 masing beranggotakan 6 siswa didepan dewan juri melakukan presentasi ide dan demo produknya bagaimana cara memilah dan mengelola sampah dengan menggunakan produk aplikasi yang mereka buat.

Dua siswa kelas 7, Alviera Hazelle Baskara, dan kelas 8, Genevieve Ilinca Phan, sama-sama mengaku tertarik mengikuti kompetisi ini lantaran sering mendapati sampah berserakan di area sekolahnya.

“Saya melihat sampah dimana-mana dan di sekolah biarpun sudah ada tempat sampah tapi masih saja sampah berserakan. Entah di lantai atau di meja, kita sudah dididik untuk memungut dan membuang sampah pada tempatnya, ” ujar Genevieve.

Genevieve mendesain sebuah produk aplikasi bernama wastewise. Meski Aplikasi desainnya terbilang cukup bagus, namun aplikasi ini masih butuh penyempurnaan.

” Aplikasi ini masih belum sempurna, seperti tadi ada masukan untuk menambahkan sampah residu, jadi nanti kita akan tambahkan untuk sampah residu. Karena sebelumnya belum kita pikirkan sebelumnya untuk sampah residu. Aplikasi dibuat oleh anggota kelas 7 tapi saya yang membuat desainnya offering the idea, “imbuhnya.

Hal senada disampaikan Alviera Hazelle Baskara. Ia mengaku aplikasi wastewise masih butuh penyempurnaan.

” Saya juga harus menyempurnakan aplikasinya terlebih dulu, harus diimprove supaya nanti bisa berfungsi maksimal. Kan tadi sudah dipresentasikan dan sudah dapat feedback dari judges nya. Kami membagi tugas kepada setiap anggota, saya sendiri bertugas membuat desain dan membantu coding biar aplikasinya bisa jalan bagus. “ungkap Alviera.

Sebagai Dewan Juri, Anak Agung Dalem, mengatakan bahwa permasalahan sampah harus bisa dimasukan dalam kurikulum sebab selama ini sosialiasi terhadap pengelolaan sampah kurang masif.

“Sekarang harus dimulai pengembangan kurikulum berbasis pengelolaan sampah. Kita selama ini sepertinya kurang spesifik menjelaskan di sekolah karena sekolah memang ada kandungan budaya tapi budaya itu diajarkan secara umum, “jelas Agung Dalem.

Baca Juga:  Kakan Kemenag Bitung Beserta Jajarannya Ucapkan Selamat kepada Ulyas Taha atas Gelar Doktor

ia menambahkan, materi pembelajaran di sekolah harus ada pengolahan sampah. selain itu juga harus disiapkan tempat pemilahan dan pengolahan sampah, termasuk, gudang untuk menitipkan anorganik karena masih bisa disalurkan ke bank sampah.

“Nah dalam faktanya, budaya menjaga kebersihan dari sampah masih kurang, dimana2 selalu ada sampah yang belum ditangani secara benar. Sampah daur ulang bisa diintegrasikan ke bank sampah. Ketika para siswa sudah mengerti apa itu sampah dan harus diapakan ini akan sangat membantu pemerintah mengelola sampah secara final, “imbuhnya.

Ia mengakui presentasi siswa menunjukkan pengetahuan tentang sampah belum terlalu detail. Sampah hanya dibagi menjadi 2 jenis, organik dan anorganik. Padahal masih ada sampah lain yang disebut sampah residu.

“Kenyataannya kita selalu pakai tisu, pembalut, puntung rokok dan benda2 lain yang tidak bisa diolah lagi. Residu memang anorganik tapi itu tidak bisa diolah dan harus masuk landfill TPA yang volumenya hanya 10% dari total sampah yang ada. Kalau organik karena memang natural kalau kita rajin membuat kompos sepeti sumur kompos, bag kompos, tong kompos sehingga sampah organik bisa dikurangi keluar dari rumah kita, “tegasnya.

Sementara, Rifki Pratama guru komputer yang mendampingi siswa berkompetisi menjelaskan alasan memilih kompetisi pengelolaan sampah, bahwa Kompetisi Hackathon sebuah kompetisi yang mempertandingkan kreatifitas dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar terutama di Bali.

“Saat ini sampah jadi isu yang lagi diperbincangkan di masyarakat. Melihat masalah itu kami dari sekolah mengangkat masalah ini sebagai pemantik agar mampu menyelesaikan persoalan sampah di Bali, “kata Rifki.

“Sebagai cerminan alumni kami mengadakan lomba ini Sesuai visi misi sekolah empowering scholars to build better communities, Siswa dididik agar mampu membangun komunitas yang lebih baik,”imbuhnya.

Para siswa Cendekia Harapan (CH) beradu membuat aplikasi soal penanganan sampah secara tepat dan berguna. Sesuai dengan profil lulusan mereka berpikir kritis, pandai berteknologi, dan bertindak berdasarkan data yang ada.

Aplikasi pengelolaan sampah yang diciptakan siswa diharapkan terus berkembang dan bisa dirasakan masyarakat Bali dan dalam lingkup luas bisa bermanfaat untuk masyarakat indonesia. (Rls)

Berita Terkait

Mahasiswa Doktoral UPI Y.A.I Perkuat Mental Keluarga Anak Berkebutuhan Khusus melalui Program The Power of Mind
​Sudarto Katijo Dampingi Kakan Kemenag Bitung Pantau Kreativitas Siswa di Area Perkemahan MTsN 1
Batasi Kuota Pendaftaran Demi Aturan Dapodik, MTsN Prioritaskan Mutasi Jalur Formal Ber-NISN
​Maksimalkan Link and Match, SMK Negeri di Bitung Bebaskan Biaya PKL-UKK hingga Dorong Guru Magang di Industri
Papan Proyek Padat Karya Kemnaker di Aceh Tenggara Disorot, Data Tenaga Kerja Tak Dicantumkan
Membanggakan! 9 Siswa SMA Negeri Unggul Aceh Timur Lulus Program Bina Talenta Indonesia 2026, 4 Siswi Tempah Diri di Politeknik Manufaktur Bandung
PIB College Sambut Mahasiswa dari Berbagai Negara di Summer Course 2026
Baitul Mall Simeulue Dan STAIN Meulaboh Jalin Kerja Sama Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Bagi Siswa Asal Simeulue
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:00

Demo Desa Mengarah ke Perusahaan?

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:38

Membanggakan! Tiga Putra Terbaik Aceh Singkil Lolos Akademi Militer 2026, Jadi Inspirasi Generasi Muda

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:11

Gelar Perkara Uji Bukti Sengketa Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 - 03:27

Anwar Fuadi A.Md Resmi Menjabat Geuchik Gampong Tualang Teungoh Periode 2026-2032

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:16

Kasus Dugaan JADUP Siperkas Kian Memanas! Warga Tuntut Transparansi, Ketua BPG Sampaikan Keterangan Soal Penyaluran Bantuan

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:02

Penemuan Kapal Asing di Perairan Simeulue Cut 13 ABK Diamankan, Penyelidikan Masih Berlanjut

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:22

Pemkot Bitung Keluarkan Imbauan Pemasangan Merah Putih Satu Bulan Penuh

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:33

Habibullah, S.Pd., Guru MAN 1 Bener Meriah Raih PGM Award Nasional 2026

Berita Terbaru

Alm. Pnt. Amos Ghama Kakomba, S.Sos. (Ft. Ist)

Pemerintahan dan Berita Daerah

​Pnt. Amos Kakomba Berpulang, Wali Kota Bitung Sampaikan Duka Cita Mendalam

Minggu, 2 Agu 2026 - 01:13

TNI dan Polri

Dua Tersangka diciduk membawa 10,6 Kilogram Sabu

Sabtu, 1 Agu 2026 - 23:50

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x