Pemkab Bireuen Peringati Isra Mikraj 1447 H Zikir dan Tausiyah, Meneguhkan Salat sebagai Poros Keteguhan di Tengah Bencana

- Editor

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN/Tribuneindonesia.com

Pemerintah Kabupaten Bireuen memperingati Hari Besar Islam Isra Mikraj 1447 H Nabi Muhammad SAW dengan menggelar zikir dan tausiyah keagamaan yang berlangsung khidmat dan penuh makna spiritual, Kamis (15/01/2026), di Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, mulai pukul 08.30 WIB.

Peringatan Isra Mikraj tahun ini dilaksanakan dalam suasana reflektif, seiring kondisi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana. Momentum tersebut dimaknai sebagai ajakan kolektif untuk memperkuat iman, memperdalam ketakwaan, serta meneguhkan solidaritas sosial di tengah berbagai ujian kehidupan.

Dalam sambutan Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST yang disampaikan oleh Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, MT, ditegaskan bahwa Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa sejarah keagamaan, melainkan fondasi spiritual yang menuntun umat Islam untuk menjaga salat sebagai tiang kehidupan, sumber ketenangan batin, dan kekuatan moral dalam menghadapi cobaan.

Wakil Bupati menyampaikan bahwa di tengah bencana dan tantangan sosial, nilai-nilai salat harus tercermin dalam sikap sabar, saling menguatkan, serta komitmen membangun daerah dengan akhlak dan kejujuran.

“Isra Mikraj mengingatkan kita bahwa salat adalah jalan langsung antara hamba dan Allah SWT. Dengan menjaga salat, akan tumbuh ketenangan, kesabaran, serta semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Bireuen yang beradab dan berdaya,” ujar Ir. H. Razuardi, MT.

Tausiyah utama disampaikan oleh Tgk. Adnan Yahya, M.Pd, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiah Lhokseumawe, dengan tema Menjaga Salat dan Memetik Hikmah Isra Mikraj di Tengah Ujian dan Bencana.

Dalam penyampaiannya, Tgk. Adnan Yahya menegaskan bahwa kewajiban salat yang ditetapkan melalui peristiwa Isra Mikraj merupakan anugerah ilahiah yang menjadi penopang jiwa umat Islam, khususnya ketika berada dalam kondisi paling berat.

Baca Juga:  Haji Uma Apresiasi Polres Bireuen atas Keberhasilan Gagalkan Peredaran 6,3 Kg Sabu

“Ketika Rasulullah SAW menghadapi masa paling sulit, Allah menghadiahkan salat. Maka di saat umat diuji dengan bencana, salatlah yang menjaga jiwa tetap teguh, hati tetap jernih, dan harapan tetap hidup,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan zikir bersama dan doa keselamatan untuk Kabupaten Bireuen serta seluruh masyarakat, agar setiap musibah yang dihadapi menjadi wasilah peningkatan iman, persatuan, dan kepedulian sosial.

Usai kegiatan, Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, menyampaikan pandangannya bahwa peringatan Isra Mikraj harus menjadi momentum moral untuk memperkuat persatuan dan kedewasaan berbangsa di tingkat lokal.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan saling memfitnah, memperbanyak saling menasihati dalam kebaikan, serta mengembalikan seluruh ikhtiar pembangunan kepada nilai-nilai ketuhanan.

“Saatnya kita bersatu dan berhenti saling memfitnah. Saling menasihati dan kembali kepada Allah SWT adalah jalan terbaik untuk memajukan Kabupaten Bireuen ke depan, dengan ketenangan hati, akhlak mulia, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Arizal Mahdi.

Melalui peringatan Isra Mikraj ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan nilai-nilai religius sebagai fondasi kehidupan sosial dan tata kelola pemerintahan, serta menjadikan salat sebagai poros moral dalam membangun ketangguhan daerah.

Dari Masjid Agung Sulthan Jeumpa, peringatan Isra Mikraj ini menjadi penanda bahwa di tengah bencana dan ujian zaman, Bireuen tetap berdiri dengan iman, doa, dan salat sebagai poros kekuatannya.(MH)

Berita Terkait

​LBH Manguni Bongkar Sindikat TPPO Bermodus Penyanyi di Papua Tengah
Usai Asesmen Akhir, Guru dan Orang Tua Sampaikan Kebanggaan bagi 36 Siswa XII-1 SMAN 1 Bitung
Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar Sambut Peserta Retreat KPPD 2026
​Alfred Salindeho Nakhodai DPC Senior GMKI Bitung Periode 2026–2029
‎Bidik Potensi Investasi, Politisi Bitung Bung RL Boyong Investor Tiongkok dan Singapura ke Batu Putih ‎
DPKP dan Lintas Sektor menggelar gotong-royong bersihkan sampah ditepi pantai objek wisata Kuala
​Tragedi Berdarah di Kasawari: Pemuda 23 Tahun di Aertembaga Diduga Aniaya Ibu Hingga Tewas
​Bitung Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dan Program Kelurahan SiCantik
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 12:08

Susur Sungai Belumai, Wabup Lom Lom Tekankan Aksi Program Kali Bersih

Jumat, 17 April 2026 - 11:02

Ir. Ridwan Hisjam: Figur Jembatan di Tengah Dinamika Politik Indonesia

Jumat, 17 April 2026 - 10:09

Hujan Tak Surutkan Semangat ASN, Wabup Deli Serdang Tekankan Layanan Prima dan Genjot PAD

Jumat, 17 April 2026 - 02:09

Bus Gratis Tiap Rabu! Pemkab Deli Serdang Gas Pola Kerja Baru Lewat Car Free Day

Kamis, 16 April 2026 - 10:52

Seleksi Tambahan Pilkades 2026 Digelar, 27 Kandidat Berebut Tiket Menuju Kursi Kepala Desa di Deli Serdang

Kamis, 16 April 2026 - 03:35

Pemkab Deli Serdang Klarifikasi ke BKN, Isu Laporan ASN Jadi Sorotan

Rabu, 15 April 2026 - 23:49

Pansus TRAP DPRD Bali Tutup PT BTID, Tukar Guling Dinilai Tidak penuhi Syarat

Rabu, 15 April 2026 - 12:57

Sumut 78 Tahun! Rico Waas & Bobby Nasution Kompak Gaungkan “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi” Demi Lompatan Besar Pembangunan

Berita Terbaru