Pembangunan Masjid di Aceh Tenggara Jadi Ladang Masalah, Ketua Panitia Diduga Tutupi Keuangan Dana Umat, Warga Minta Diusut

- Editor

Selasa, 16 Desember 2025 - 09:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara | TribuneIndonesia.com

Dugaan ketidaktransparanan pengelolaan dana pembangunan Masjid As-Shabirin di Desa Pasir Penjengakan, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, kian menguat dan memicu kegelisahan di tengah masyarakat. Ketua Panitia Pembangunan Masjid As-Shabirin, Rudi Hartono Pulungan, disebut-sebut sangat tertutup dalam pengelolaan keuangan serta aset material masjid yang bersumber dari sumbangan masyarakat. Selasa 16/12/25.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, sejumlah material bangunan seperti besi dan semen yang disimpan di beberapa toko bangunan hingga kini tidak pernah diketahui secara pasti jumlah maupun nilai pembeliannya oleh masyarakat desa. Padahal, material tersebut berasal dari dana sumbangan warga dan donatur yang semestinya dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Ironisnya, meskipun masyarakat telah berulang kali, bahkan disebut sudah puluhan kali, mempertanyakan persoalan ini melalui kepala desa setempat, tidak pernah ada penjelasan yang jelas dan terbuka mengenai jumlah material maupun kondisi keuangan pembangunan masjid tersebut.

Alih-alih memberikan laporan terbuka, ketua panitia justru diduga memiliki dua rekening berbeda yang digunakan untuk menampung dana pembangunan masjid. Namun hingga kini, berapa total dana yang masuk dan telah digunakan tidak pernah disampaikan secara resmi kepada masyarakat. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan dan tanda tanya besar di kalangan warga Desa Pasir Penjengakan.

Menurut sumber yang dipercaya, Rudi Hartono Pulungan dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup dan tidak kooperatif dalam setiap urusan administrasi maupun keuangan pembangunan masjid. Bahkan, bendahara panitia pembangunan Masjid As-Shabirin dikabarkan telah mengundurkan diri lantaran merasa tidak pernah dilibatkan dalam pencatatan pemasukan maupun pengeluaran dana.

Baca Juga:  Rangkap Jabatan Kepala Sekolah Jadi Pj. Kampong, Ancaman Serius bagi Dunia Pendidikan

“Bendahara tidak tahu uang masuk berapa, keluar berapa. Semua dipegang sendiri oleh ketua panitia, makanya sekarang ini pembangunan tidak berjalan, semua masyarakat sudah gelisah kemana perginya aliran uang umat tersebut,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya itu, struktur kepanitiaan pembangunan masjid As-Shabirin disebut saat ini dalam kondisi amburadul dan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Fungsi pengawasan internal nyaris tidak ada, sementara laporan keuangan tak pernah dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat.

Atas kondisi tersebut, warga Desa Pasir Penjengakan mendesak pihak-pihak berkompeten, termasuk aparat penegak hukum dan instansi terkait, untuk turun tangan mengusut secara menyeluruh pengelolaan keuangan pembangunan Masjid As-Shabirin. Masyarakat menegaskan bahwa dana masjid adalah amanah umat yang wajib dikelola secara jujur, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah media kepada Rudi Hartono Pulungan hingga berita ini diterbitkan belum membuahkan hasil. Bahkan, ketua panitia pembangunan masjid tersebut diduga memblokir nomor WhatsApp wartawan yang berusaha meminta klarifikasi, sehingga menambah kuat dugaan adanya sikap tidak kooperatif terhadap upaya keterbukaan informasi publik.

Masyarakat berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius agar pembangunan Masjid As-Shabirin tidak tercoreng oleh dugaan penyimpangan dan kepercayaan umat tetap terjaga. Mereka menegaskan, transparansi bukan sekadar tuntutan, melainkan kewajiban moral dalam pengelolaan dana rumah ibadah.

”Kami masyarakat desa Pasir Penjengakan sangat berharap kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk memastikan berapa jumlah dana dalam kas pembangunan masjid As-Shabirin ini, agar pembangunan ini bisa berjalan lancar tanpa ada yang ditutupi” pungkas warga

Berita Terkait

Arief Martha Rahadyan: Presiden Prabowo Menunjukkan Dedikasi Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab terhadap Rakyat
Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Pasang Spanduk Edukasi di Jakarta Utara
Jalan Rusak Dua Tahun Dikeluhkan Warga, Wakil DPRD Deli Serdang meminta Gubernur Sumut Segera Turun Tangan
Pembangunan Huntara di Pidie Jaya Disorot, Kontraktor dan Buruh Asal Luar Daerah. Diduga Abaikan Pekerja Lokal
Jalan Galang Berubah Kuburan hidup
Diduga Main Mata BBM Subsidi di SPBU 14 203-1103 Batang Kuis
Warga Terutung Payung Hilir Geruduk Kejari Aceh Tenggara, Soroti Dugaan Kejanggalan Dana Desa dan Minta Audit Ulang
BPBD Aceh Tamiang Bekali 180 Enumerator, Percepat Validasi Data Kerusakan Rumah Pasca-Bencana
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 03:16

Kini Perehaban Rumah RLTH Ibu Nilawati Nurdin Telah Memasuki Tahap Pengerasan Dinding

Selasa, 24 Februari 2026 - 02:59

Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0111/Bireuen Turunkan Tower Menara Air Bersih yang Lebih Aman dan Tertata.

Senin, 23 Februari 2026 - 03:16

Satgas TMMD Ke-127 Bangun MCK di Jeumpa Sikureng, Wujud Nyata Kepedulian terhadap Kesehatan Masyarakat.

Senin, 23 Februari 2026 - 03:11

Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0111/Bireuen Bentuk Badan Jalan di Desa Jeumpa Sikureng, Buka Akses dan Harapan Baru Warga.

Senin, 23 Februari 2026 - 03:08

Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0111/Bireuen Kebut Pengerjaan Jalan.

Minggu, 22 Februari 2026 - 03:30

Warga dan Satgas TMMD Turunkan Gorong-Gorong untuk Pembangunan Jalan di Jeumpa Sikureung

Minggu, 22 Februari 2026 - 03:14

Satgas TMMD Ke-127 Bangun Sumur Bor di Titik 3 Desa Jeumpa Sikureung.

Minggu, 22 Februari 2026 - 03:09

Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0111/Bireuen dan Warga Bersatu Perbaiki Jalan Rusak di Jeumpa Sikureung.

Berita Terbaru