Bitung | Tribuneindonesia.com – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bitung menguatkan komitmen pengawalan demokrasi dengan menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Verifikasi Partai Politik di Cafe Mubers, Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Kamis (6/8/26).
Langkah taktis yang dimulai tepat pukul 15.00 WITA tersebut bertujuan menyelaraskan pemahaman antara aparat keamanan, penyelenggara pemilu, pengurus partai politik, dan insan pers menjelang bergulirnya tahapan krusial pemilu.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bitung memprakarsai pertemuan strategis ini guna membangun jembatan komunikasi yang kokoh antar pemangku kepentingan di wilayah tersebut.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., S.I.K., M.H. memimpin langsung jajaran kepolisian dalam agenda penting ini untuk memberikan pengarahan terkait stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Hadir mendampingi Kapolres, Kasat Intelkam Polres Bitung IPTU Christian Winter P. Pardede, S.H. bersama Kanit Politik Sat Intelkam IPDA CH. Lalamentik yang mengawal kesiapan teknis deteksi dini di lapangan.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Bitung Deslie Sumampouw, S.E. memimpin jajaran komisioner serta staf sekretariat KPU dalam memaparkan alur kerja dan aturan verifikasi partai politik.

Perwakilan pimpinan dan pengurus partai politik se-Kota Bitung turut memadati lokasi acara bersama puluhan wartawan dari media cetak maupun portal berita daring.
Dalam pembukaannya, Deslie Sumampouw menggarisbawahi bahwa verifikasi partai politik memegang peranan vital dalam menentukan legalitas dan kepastian hukum para peserta pemilu.
Deslie mendesak seluruh pimpinan partai politik untuk segera merapikan dan melengkapi berkas administrasi secara cermat sebelum batas waktu verifikasi berakhir.
Ia menegaskan bahwa transparansi dan profesionalisme penyelenggara menjadi kunci utama untuk melahirkan proses verifikasi yang berintegritas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pada kesempatan yang sama, AKBP Arie Sulistyo Nugroho menegaskan peran sentral Polri dalam menjaga netralitas dan mengawal seluruh dinamika politik agar tetap kondusif.
Paparan Kapolres menyoroti berbagai isu strategis, mulai dari pembaharuan regulasi, validasi kepengurusan parpol, domisili kantor sekretariat, hingga pemenuhan kuota keterwakilan perempuan.
Guna menyukseskan seluruh tahapan, Kapolres mengajak jajaran Pemkot Bitung, TNI, Bawaslu, hingga perangkat RT/RW untuk menyatukan langkah dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Sorotan khusus juga diarahkan pada penataan data pemilih di wilayah pesisir dan perbatasan, utamanya penanganan keabsahan data warga keturunan Filipina agar tidak menimbulkan celah hukum.
Sesi diskusi interaktif berlangsung hangat ketika insan pers dan perwakilan parpol mempertanyakan langkah pencegahan manipulasi data kependudukan dalam proses verifikasi.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Polres Bitung melalui Satuan Intelkam memastikan telah menjalin koordinasi intensif dengan KPU dan pihak Imigrasi guna menjamin verifikasi data berjalan objektif.
”Polri berkomitmen mengawal seluruh tahapan demokrasi secara profesional, netral, dan humanis,”
ujar AKBP Arie Sulistyo Nugroho saat menegaskan komitmen pengamanan di hadapan peserta rapat.
”Melalui sinergi yang kuat bersama KPU, Bawaslu, pemerintah daerah, TNI, partai politik, media, dan seluruh elemen masyarakat, kami ingin memastikan proses verifikasi partai politik berlangsung aman, transparan, serta memberikan kepastian hukum. Demokrasi yang berkualitas hanya dapat terwujud melalui kolaborasi, komunikasi yang terbuka, dan partisipasi seluruh pihak dalam menjaga kondusivitas Kota Bitung,”
lanjutnya.
Merespons dukungan penuh jajaran kepolisian, Ketua KPU Kota Bitung menyampaikan apresiasi mendalam atas pengawalan ketat yang diberikan Polres Bitung selama ini.
”Kami mengapresiasi dukungan dan komitmen Polres Bitung yang terus membangun komunikasi serta kolaborasi bersama KPU. Sinergi ini menjadi modal penting untuk memastikan seluruh proses verifikasi partai politik berjalan sesuai regulasi, transparan, akuntabel, dan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan demokrasi di Kota Bitung,”
ungkap Deslie Sumampouw.
Rangkaian acara rapat koordinasi berakhir pada pukul 16.29 WITA dalam suasana yang sangat aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.
Seluruh peserta menutup kegiatan dengan melakukan foto bersama sebagai simbol kesiapan bersama dalam mewujudkan iklim politik Kota Bitung yang damai, edukatif, dan berintegritas. (kiti)


















