Manado | Tribuneindonesia.com – Komandan Lanal Melonguane Letkol Laut (P) Zunaidy S. Sanggel, S.H., memimpin langsung prosesi penyambutan Presiden RI, H. Prabowo Subianto, saat menginjakkan kaki di Bandara Miangas, Minggu (10/05/26).
Sebagai garda terdepan pengamanan laut di wilayah perbatasan, Letkol Zunaidy bersama jajaran Forkopimda Sulawesi Utara dan Kabupaten Kepulauan Talaud memberikan penghormatan resmi saat Pesawat Falcon 8X A-0801 yang membawa rombongan kepresidenan mendarat di pulau terluar pada Sabu (09/05).
Aksi sigap perwira menengah TNI AL ini terlihat saat ia mendampingi Presiden yang hadir bersama Menteri Luar Negeri dan Sekretaris Kabinet untuk meninjau titik nol utara Indonesia.
Kehadiran Danlanal Melonguane di sisi Presiden menegaskan peran krusial Lanal dalam menjaga kedaulatan serta memastikan stabilitas keamanan di wilayah yang bersinggungan langsung dengan teritorial Filipina tersebut.
Kendaraan taktis Maung Pindad yang disiapkan oleh pihak Danlanal Melonguane menjadi sarana utama Presiden dalam menembus medan di Pulau Miangas.
Di bawah pengawalan ketat unsur Lanal, Letkol Zunaidy memastikan rute perjalanan menuju Puskesmas Miangas berjalan lancar, sehingga Presiden dapat melihat secara langsung bagaimana pelayanan kesehatan diberikan kepada masyarakat di wilayah paling terpencil.
Sinergi bersama jajaran Forkopimda juga ditunjukkan Letkol Zunaidy saat mendampingi Presiden melaksanakan tatap muka dengan warga di SMK Negeri 2 Nanusa Miangas.
Kehadiran pimpinan Lanal ini memberikan rasa aman bagi warga sekaligus memperlihatkan soliditas antara TNI Angkatan Laut dengan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan sektor pendidikan di wilayah yang masuk kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Pemenuhan infrastruktur strategis menjadi topik utama yang dibahas selama kunjungan, di mana peran Lanal Melonguane sangat vital dalam menjaga jalur logistik dan komunikasi di perbatasan.
Letkol Zunaidy secara proaktif memberikan gambaran situasi lapangan kepada Presiden terkait kebutuhan pemeliharaan hak-hak dasar masyarakat, guna memastikan kedaulatan negara tidak hanya dijaga dengan senjata, tetapi juga dengan kesejahteraan yang merata.
Unsur pengamanan laut (PAM Laut) dikerahkan secara masif oleh Kodaeral VIII melalui koordinasi teknis yang matang demi mendukung kelancaran agenda VVIP ini.
Dengan menyiagakan KRI Selar-879 serta unit sekoci karet dari Posal Miangas, situasi perairan di sekeliling Pulau Miangas tetap dalam kondisi kondusif, membuktikan kesiapan tempur dan pengamanan yang dikomandoi oleh jajaran pimpinan laut di wilayah Sulawesi Utara. (talia)
















